Profil Raja Juli Antoni, Jadi Candaan Netizen karena Ngaku Tak Kenal Azis Wellang
Raja Juli tampak bermain domino bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, Azis Wellang, dan Andi Rukman Nurdin.
Di tengah pejabat dan anggota DPR jadi sorotan, Menteri kehutanan Raja Juli Antoni kepergok bermain domino.
Raja Juli tampak bermain domino bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, Azis Wellang, dan Andi Rukman Nurdin.
Ironinya dalam tanggapan atas foto yang beredar, Raja Juli mengaku tak kenal Azis Wellang, mantan tersangka kasus pembalakan liar.
Raja Juli membantah mengenal dua orang yang bermain domino bersama dirinya (Azis Wellang, dan Andi Rukman Nurdin).
“Saya tidak kenal dengan dua pemain lainnya. Tidak ada juga pembicaraan soal kasus apapun pada saat itu,” ujar Raja Juli dalam yang dibagikan dalam instagramnya, @rajaantoni.
“Setelah berita ini beredar, saya baru tahu bahwa salah seorang yang ikut main tersebut adalah Azis Wellang yang diberitakan sebagai pembalak liar,” tambahnya.
Raja Antoni menjelaskan bahwa sebelum foto itu diambil dia bertemu dengan Karding di posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), di mana Menteri Karding saat ini menjadi sekretaris jenderal.
Dia mengklaim hanya berdiskusi berdua selama dua jam di lokasi itu. Namun, keduanya tidak membahas kasus pembalakan liar.
Nah penjelasan tidak kenal teman main domino itulah menjadi bahan candaan netizen.
“Bisa gt langsung main tanpa perkenalan?? Hahahhaa ngakak banget..,” kata @abulwahyudi
“Coba perhatikan,yang komen muji mentrinya pasti akunya pada engga kelihatan semua muka-mukanya,” @endrikhamka27
““Menteri Kehutanan tidak tau tersangka pembalakan liar. Semakin Kocak saudara,” @kokodwilestianto
“Serius pak.. Bapak ga ada keliatan hasil kerja nya.. Dtambah foto ini tau malu lah pak ngpin dsana abisin duit pajak rakyat,” @j_bennnn
“Menteri Kehutanan tapi ngga tau pelaku kasus pembalakan liar kelas kakap? Berarti jadi menteri kehutanan itu kerjaannya ngapain aja sampai pelaku kasus pembalakan kelas kakap aja ngga tau. Banyak akun2 bot yg belain pula..,” @mthavdrp
“Sekelas Mentri gatau wellang,”@jondal_tomasson
“Mau didemo apa turun sendiri,” @bib_habib_
Profil Raja Juli Antoni
Raja Juli Antoni lahir 13 Juli 1977 (48 tahun).
Ia adalah seorang politikus Indonesia dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.
Ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan Indonesia sejak 20 Oktober 2024.
Sebelumnya, dia merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga 2014.
Raja Juli Antoni merupakan putra dari Raja Ramli Ibrahim, tokoh masyarakat Riau asal Lubuk Jambi yang pernah menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau.
Raja merupakan alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat.
Ia meraih gelar sarjana Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari IAIN Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta) pada tahun 2001 dengan skripsi berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.
Ia kemudian menempuh pendidikan master di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris, setelah mendapatkan beasiswa Chevening Award pada tahun 2004, dan menyelesaikannya dengan tesis yang berjudul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.
Dengan beasiswa dari Australian Development Scholarship (ADS) pada tahun 2010, Raja meneruskan studi doktoral di School of Political Science and International Studies pada Universitas Queensland, Australia.
Ia berhasil mendapatkan gelar Ph.D dengan disertasi berjudul Religious Peacebuilders: The Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeast Asia, dengan mengambil studi kasus Mindanao (Filipina Selatan) dan Maluku (Indonesia).
Dia menjadi Direktur eksekutif The Indonesian Institute (TII).
Dia juga cukup aktif menulis opini dan ditayangkan pada beberapa media nasional Tanah Air.
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2000–2002 ini juga pernah dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Maarif Institute yang didirikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.
Pada tahun 2009, Ia sempat menjadi calon anggota legislatif untuk Pemilihan Umum Legislatif 2009 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat IX (Kabupaten Subang, Sumedang, dan Majalengka).
Akan tetapi, Ia belum terpilih karena kurang suara dengan Maruarar Sirait serta Tb. Hasanuddin (caleg terpilih PDIP dapil Jabar IX).
Ia sempat menjadi calon Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015–2020, tetapi kemudian mengundurkan diri karena ingin berkonsentrasi sebagai Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang baru didirikannya bersama beberapa politikus muda lainnya.