Business is booming.

Profil Yaya Moektio, Drummer Godbless, Meninggal Usia 68 Tahun

“Beliau adalah bagian penting dalam sejarah God Bless dan dunia musik Indonesia, turut memberikan warna dan kontribusi yang tak akan pernah terlupakan.

Grup musik legendaris God Bless menyatakan tengah berduka.

Mereka mengumumkan meninggalnya salah seseorang  yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka, Yaya Moektio.

“Kami dari keluarga besar God Bless menyampaikan kabar duka yang mendalam.

Telah hari Senin (8/12/2025) pada pukul 04.00 WIB di RS Fatmawati, Jakarta, saudara kami Bapak Yahya Karya Konsepsianto bin Moektio (Yaya Moektio),” tulis pihak God Bless dalam pernyataannya.

“Beliau adalah bagian penting dalam sejarah God Bless dan dunia musik Indonesia, turut memberikan warna dan kontribusi yang tak akan pernah terlupakan.

Atas nama keluarga besar God Bless, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberi ketabahan dan kekuatan,” demikian God Bless via akun Instagram @godblessrocks.

Profil Yaya Moektio

Yaya Moektio meninggal dunia dalam usia 68 tahun (30 Agustus 1957 – 8 Desember 2025)/

Ia adalah pemain drum stylish rock dari Indonesia.

Permainan drumnya punya warna tersendiri dengan akurasi yang terjaga.

Yaya Moektio pernah bermain untuk beberapa grup band ternama di Indonesia, antara lain Gong 2000 dan God Bless.

Selain musik rock, Yaya Moektio juga pernah bermain jazz dan pop.

Pada tahun 1982, kelompok jazz Gold Guys mengajak Yaya Moektio menggantikan sementara pemain drum kelompok itu yang sedang berhalangan.

Baca Juga:  Lukas Enembe Dilaporkan Stroke dan Tak Bisa Bicara, Takkan Hadiri Panggilan KPK

Bahkan pada tahun 1985, salah satu musisi jazz terkemuka Indonesia Indra Lesmana mengajak Yaya Moektio bermain jazz di Taman Ismail Marzuki.

Indra Lesmana meminta Yaya Moektio untuk membawakan repertoar jazz-rock ala Bill Brufford, yang mampu ia mainkan dengan baik.

Untuk musik pop, Yaya Moektio pernah diajak oleh Harry Sabar untuk mengiringi beberapa penyayi DD Record seperti Helly Gaos dan Herlin Widhasmara.

Yaya Moektia juga pernah bermain drum untu album penyanyi Endar Pradesa pada akhir tahun 70-an.

Tahun 1977, Deddy Stanzah membentuk grup band Silver Train untuk mendukung album solonya bertajuk “Gadis Dalam Rock” (Jackson Records & Tapes 1977).

Silver Train terdiri atas Yaya Moektio (drums),Harry Minggoes (bass) dan Agustin (gitar elektrik).

Tahun 1978, Mohammad Nooer Arumbinang dari Prambors Rasisonia membentuk Prambors Band untuk menjadi homeband kegiatan off-air radio Prambors.

Yaya pun termasuk di antara sederet anggota Prambors Band lainnya seperti Oding Nasution (gitar), Dondy SM (keyboard) dan Sudibyo (bass).

Prambors Band menghasilkan album “Jakarta Jakarta”,”10 Pencipta Remaja”,”Sebentuk Keresahan” dan “Kemarau II”.

Pada tahun 1980 Yaya bersama Oding Nasution, almarhum Freddie Tamaela, Harry Minggoes dan Debby Nasution membentuk kelompok Batara Band yang memfokuskan diri sebagai tribute band Genesis.

Dua tahun berselang terjadi pergeseran di tubuh Batara band.

Lalu menjelmalah Cockpit Band dengan personel Yaya (drums), Oding (gitar), Roni Harahap (keyboard) dan Harry Minggoes (bass).

Cockpit masih terus bertahan hingga kini sebagai impersonator Genesis yang mumpuni

Tahun 2000, gitaris Ian Antono membentuk grup Gong 2000 dan mengajak Akhmad Albar (vocal), Donny Fattah (bass), Harry Anggoman (keyboard), dan Yaya Moektio.

Yaya Moektio yang berusia genap 57 tahun di 2015 ini sempat bergabung dengan grup God Bless yang merilis album 36th pada tahun 2009.

Baca Juga:  Bupati Pemalang MAW Jual Beli Jabatan, Baru 1,5 Tahun Dapat Miliaran
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...