Business is booming.

Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) 12 Desenber, Bukan Lagi Perpindahan Penduduk

Transmigrasi sebagai bagian integral dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

 

Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) diperingati setiap 12 Desember untuk mengenang dimulainya program transmigrasi.

Program itu resmi pada 12 Desember 1950, saat 25 kepala keluarga diberangkatkan ke Lampung dan Lubuk Linggau.

Transmigrasi merupakan kelanjutan gagasan Presiden Soekarno sejak 1927 untuk pemerataan penduduk dan pembangunan nasional.

Ada pun  Wakil Menteri Viva Yoga Mauladi melaksanakan Upacara Tabur Bunga dalam memperingati HBT ke-75 di Makam Pionir Transmigrasi Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (10/12/2025).

Saat menjadi Inspektur HBT Ke-75,  Viva Yoga Mauladi mengajak kepada semua untuk mendoakan arwah calon transmigran dan keluarganya yang tertimpa musibah kecelakaan agar mendapat tempat yang mulia di sisi Allah.

“Dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran dan ketabahan”, ujarnya. “Kami di sini hadir untuk mengenang kembali para pionir transmigrasi”, tambahnya.

Evolusi Transmigrasi

Pada awalnya, transmigrasi dikenal sebagai program pemindahan penduduk dari wilayah padat seperti Jawa, Bali, dan Madura.

Mereka dipindahkan ke wilayah kurang berpenduduk di luar pulau tersebut, seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Sumatra.

Namun, dalam perkembangannya, transmigrasi telah berevolusi menjadi gerakan pembangunan kawasan yang tidak selalu mensyaratkan perpindahan geografis.

Program transmigrasi masa kini mencakup beragam pendekatan.

Yakni penataan legalitas lahan (Trans Tuntas), pemberdayaan masyarakat lokal di daerah transmigrasi (Translok), penguatan kapasitas sumber daya manusia unggul (Transmigrasi Patriot).

Baca Juga:  Lebih Dari 3.000 Personel Gabungan Amankan Demo Revisi UU Pilkada

Ada juga penciptaan pusat ekonomi baru berbasis sektor unggulan (Trans Karya Nusa), hingga penguatan kolaborasi multi-pihak (Trans Gotong Royong).

Dengan visi membentuk pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mengurangi kesenjangan wilayah, transmigrasi kini memadukan pendekatan ekonomi, sosial, dan ekologis dalam satu kerangka kerja pembangunan berbasis kawasan.

Transformasi ini menjadikan transmigrasi sebagai bagian integral dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

Gagasan transmigrasi di Indonesia berakar sejak masa kolonial Belanda pada abad ke-19, ketika pemerintah kolonial memindahkan penduduk dari Jawa ke Sumatra guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebunan.

Setelah kemerdekaan, transmigrasi dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia sebagai bagian dari strategi pemerataan penduduk dan pembangunan nasional, khususnya di bawah pemerintahan Presiden Soeharto.

Program ini memindahkan jutaan warga dari pulau-pulau padat ke daerah kurang berkembang, dengan dukungan lembaga internasional seperti Bank Dunia.

Pelaksanaan transmigrasi pada masa lalu kerap menghadapi berbagai tantangan, seperti konflik agraria, ketidaksesuaian budaya, deforestasi, serta keterbatasan dalam pemberdayaan ekonomi.

Kritik terhadap transmigrasi klasik mencakup tudingan kurangnya pelibatan masyarakat lokal, pengabaian hak tanah ulayat, serta kurangnya keberlanjutan ekonomi pasca-penempatan.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...