Business is booming.

Profil FX Hadi Rudyatmo, Mundur Sebagai Plt Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah

Surat pengunduran diri Rudy sepenuhnya menjadi wewenang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

Ini Adalah profil  Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah FX Hadi Rudyatmo. Mantan Walikota Solo itu mundur dari jabatannya.

FX Rudy menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Plt Ketua DPD PDI-P Jateng kepada 35 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Kamis (18/12/2025).

Surat pengunduran diri Rudy sepenuhnya menjadi wewenang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

DPP atau Mahkamah Partai tak akan terlibat atau memproses surat tersebut.

Sebelum mengundurkan diri, ia juga dikabarkan sempat akan menghadiri Konferda di Jakarta, namun acara tersebut batal.

Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo lahir 13 Februari 1960 (65 tahun)

Ia adalah seorang politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Surakarta periode 2012–2015, dan terpilih kembali untuk periode 2016–2021.

Sebelum menjadi wali kota, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Surakarta pada tahun 2004, dan menjadi wakil wali kota pada tahun 2005.

Setelah terpilih kembali pada tahun 2010, ia menjadi wali kota ketika Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Ia kemudian terpilih kembali pada tahun 2015.

Latar belakang Rudyatmo memang cukup menarik.

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada 1979 itu sebenarnya tak memiliki latar belakang politik.

Ia justru memiliki keahlian sebagai tukang las.

Kemampuannya semakin meningkat saat bergabung dengan perusahaan farmasi dan makanan, PT Konimex.

Baca Juga:  Plafon Ambruk Seperti Ledakan di Margocity, Jadi Perbincangan Netizen

Rudy mengenyam pendidikan di SD Kanisius (1967–1973), SMP Negeri 6 Surakarta (1973–1976), dan STM Penerbangan (1976–1979).

Ia kemudian mulai bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Di usia 19 tahun kemudian ia bertemu dengan Endang Prasetyaningsih, dan memutuskan untuk menikah di usia muda ini.

Kariernya di bidang politik telah dimulai pada usia muda, saat ia kemudian terpilih sebagai Ketua RT di tempat tinggalnya bersama sang istri.

Apa yang dirasakannya semasa muda membuat Rudy ingin berjuang membantu warganya agar bisa hidup lebih baik.

Seiring berjalannya waktu ia kemudian memutuskan untuk masuk menjadi kader PDI Perjuangan guna memperjuangkan nasib orang banyak.

Ia bergabung menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia pada 1977.

Meniti karier dari bawah, ia aktif sebagai pengurus partai tingkat desa selama lima belas tahun dan pengurus tingkat kecamatan selama 8 tahun.

Pada 1996, ia memilih mengikuti PDI Pro Megawati yang akhirnya menjadi PDI Perjuangan pada 1998.

Pada 2000, ia diangkat menjadi Ketua PDI Perjuangan Kota Surakarta lima periode atau selama 25 tahun hingga 2025.

Pada Agustus 2025 ia diangkat menjadi Pelaksana Tugas Ketua PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah hingga mengundurkan diri pada 17 Desember 2025 karena ia ingin menjadi anggota biasa.

Sebelum menjadi wali kota, ia adalah Wakil Wali Kota Surakarta periode 2005–2010 dan 2010–2012 mendampingi Joko Widodo sebelum beliau mundur karena terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012.

Ia kemudian naik menggantikan Joko Widodo sebagai wali kota Surakarta dan dilantik pada tanggal 19 Oktober 2012 oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dalam sidang paripurna DPRD Kota Surakarta.

Rudyatmo maju sebagai Wali Kota Surakarta kembali pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015 yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2015.

Baca Juga:  Profil Ozzy Osbourne, Legenda Rock dan Vokalis Black Sabbath, Meninggal Usia 76 Tahun

Dalam Pilkada kali ini, ia kembali didampingi oleh Achmad Purnomo sebagai calon wakil Wali Kota Surakarta.

Pasangan ini diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Pada tanggal 17 Desember 2015, Komisi Pemilihan Umum Daerah Surakarta menetapkan pasangan F.X. Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo sebagai pemenang pilkada setelah sebelumnya menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi hasil pemilihan kepala daerah Surakarta.

Sesudah mengakhiri masa jabatannya sebagai Walikota Surakarta, ia kembali fokus sebagai ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kota Surakarta.

Awalnya ia ditawari posisi sebagai Wakil Menteri PUPR oleh presiden Joko Widodo setelah memenangkan Gibran Rakabuming Raka sebagai walikota Surakarta tetapi ia menolak tawaran tersebut.

Sejak saat itu hubungan mantan Walikota dan wakil walikota yang awalnya dekat mulai memburuk.

Puncaknya pasca pencawapresan Gibran, ia mulai melontarkan komentar pedas terhadap Jokowi dan keluarganya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...