Profil Yaqut Cholil Qoumas, Mantan Menag Jadi Tersangka
"Sejauh ini kami masih menyimpulkan, KPK sangat gegabah dan cenderung politis dalam kasus ini," demikian seperti dikutip dari instagram @dailygusyaqut
Yaqut trending. Dia adalah Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama 2010-2024.
KPK telah menetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 pada JUmat (9/1/2026)
Persisnya terlibat kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024.
Kasus ini berkaitan dengan pembagian kuota tambahan 20 ribu jemaah haji 2024, yang diperoleh Indonesia setelah lobi Presiden Jokowi ke Arab Saudi.
Namun kuota untuk haji regular itu dibagi rata antara haji reguler dan haji khusus;
Padahal UU membatasi kuota haji khusus maksimal 8 persen.
KPK menganggap kebijakan tersebut membuat sekitar 8.400 jemaah reguler gagal berangkat dan menimbulkan dugaan kerugian negara hingga Rp1 triliun.
Dalam penyidikan, KPK juga telah menyita rumah, mobil, dan uang dolar terkait perkara ini.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto berjanji akan mengumumkan hasil penyidikan tersebut dalam waktu dekat.
Pihak Yaqut Cholil Qoumas menganggap penetapan tersangka oleh KPK sebagai hal yang janggal.
Karena setelah ditetapkan tersangka, bahkan kerugian yang dimaksud masih dihitung, dalam postingan sebelumnya kami sudah menyampaikan banyak hal tentang kasus ini.
“Sejauh ini kami masih menyimpulkan, KPK sangat gegabah dan cenderung politis dalam kasus ini,” demikian seperti dikutip dari instagram @dailygusyaqut
Profil Yaqut Cholil Qoumas
Dilansir dari Wikipedia, Yaqut Cholil Qoumas atau dikenal sebagai Gus Yaqut lahir 4 Januari 1975 (50 tahun).
Ia adalah Menteri Agama di Kabinet Indonesia Maju sejak 23 Desember 2020 sekaligus Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor sejak 2016.
Sebelumnya, ia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa.
Yaqut merupakan putra K.H. M. Cholil Bisri dan adik kandung dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Dr. K.H. Yahya Cholil Staquf sekaligus keponakan dari K.H. Musthofa Bisri.
Selain itu ia pernah menjadi Wakil Bupati Rembang periode 2005–2010 dan anggota DPRD Kabupaten Rembang periode 2004–2005.
Riwayat Pendidikan
SD Negeri Kutoharjo (1981–1987)
SMP Negeri II Rembang (1987–1990)
SMA Negeri II Rembang (1990–1993).
Universitas Indonesia jurusan sosiologi, tetapi tidak selesai.
Karier politik
Mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia cabang Depok (1996–1999).
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Rembang (2001–2014).
Anggota DPRD Kabupaten Rembang (2004–2005).
Wakil Bupati Rembang (2005–2010).
Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah 2012-2017
Ketua Umum GP Ansor 2015
Anggota DPR-RI periode 2014–2019 sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW).
Ketua Umum PP GP Ansor 2015-2020
Anggota DPR RI periode 2019–2024.
Menteri Agama 2020-2024 (dilantik 22 Desember 2020)