Business is booming.

Profil Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga, Akabri 1974, Meninggal Usia 74 Tahun

Mengga dilantik sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat secara serentak pada 20 Februari 2025. Ia adalah Wakil Gubernur tertua se-Indonesia dengan usia 73 tahun, 180 hari pada saat dilantik.

Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga, meninggal dunia pada Sabtu (31/1/2026) di Rumah Sakit Siloam Makassar.

Salim S Megga meninggal dalam usia 74 tahun (24 Agustus 1951 – 31 Januari 2026)

Jenazah Mengga akan diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Gubernur Sulbar Suhardi telah menyampaikan ucapan duka dan mendoakan untuk almarhum yang tercatat sebagai alumni Akmil 1974.

Profil Mayjem (Purn) Salim S Mengga

Salim Sayyid Mengga adalah purnawirawan TNI Angkatan Darat dan politisi asal Sulawesi Barat. Ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2025—2030, namun meninggal dunia pada 31 Januari 2026 di Rumah Sakit Siloam Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI dari 2009 hingga 2016.

Salim, merupakan Alumni AKABRI (kini Bernama Akmil) tahun 1974 dari kecabangan Kavaleri. Pangkat terakhir ia yakni Mayor Jenderal, dan terakhir menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer XV/Pattimura.

Riwayat pendidikan

SD tahun 1964

SMP tahun 1967.

SMA Kristen Berbentuan 1970.

AKABRI tahun 1974.

Susarcab Kavaleri (1975)

Sus Paharsat (1977)

Sustar Danki (1979)

Tarkor Bantem (1981)

Suslapa Kavaleri (1984)

Suagumil (1985)

Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat/Seskoad (1990)

Tarpers Gati (1991)

Kursus Komandan Distrik Militer/Susdandim (1993)

Baca Juga:  Profil Brigjen Moch Erwansjah, Akmil 1991, Dirjianbang Kodiklatad

Kursus Tenaga Inti Sosial dan Politik/Susgati Sospol (1995)

Suspaharsat (1997)

Lemhanas (2001)

Riwayat Jabatan Militer

Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin (1975–1984)

Salim S. Mengga memulai karier militernya di Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin (Kodam XIV Hasanuddin) di Sulawesi Selatan. Ia menjabat sebagai

Komandan Peleton Detasemen Kavaleri Yonkav 10 Kodam XIV/Hasanuddin dari 1975 hingga 1978,

Komandan Peleton I Kompi 101 Yonkav 10 Kodam XIV/Hasanuddin dari tahun 1978 hingga 1981.

Komandan Kompi Markas Yonkav 10 Kodam XIV/Hasanuddin dari 1981 hingga 1983

Kepala Seksi 4 Logistik Yonkav 10 Kodam XIV/Hasanuddin dari 1983 hingga 1984

Pusdikkav, Pussenkav dan Kodam IV/Diponegoro (1984–1997)

Guru Militer Golongan IV Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) dari 1984 hingga 1985. Kepala Seksi Trakor Ditbinsen Pussenkav dari 1985 hingga 1986.

Wakil Komandan Yonkav 2 Kodam IV/Diponegoro dari 1986 hingga 1989.

Kepala Staf Kodim 0711/Pemalang dari 1989 hingga 1990.

Guru Militer Golongan V Pusdikkav dari 1990 hingga 1991.

Komandan Yonkav 2 Kodam IV/Diponegoro 1991—1993

Komandan Kodim 0716/Demak 1993—1994.

Wakil Asisten Sosial dan Politik Kasdam IV/Diponegoro 1994—1995

Asisten Sosial dan Politik Kasdam IV/Diponegoro 1995—1997.

Komandan Komando Resor Militer 141 selama 4 tahun 1997—2001.

Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri dari 2001 hingga 2003

Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro 2003.

Wakil Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat 2003—2005.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XV/Pattimura dari 2005 hingga 2006.

Karier Politik

Pencalonan Gubernur Sulawesi Barat berpasangan dengan berpasangan dengan A. Hatta Dai (gagal) 2006

Terpilih Jadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Partai Demokrat) 2009–2014

Pada Oktober 2016, ia mengundurkan diri sebagai Anggota DPR RI, karena ikut dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Gubernur Sulawesi Barat 2017.

Ia berpasangan dengan Hasanuddin Mashud pada pilkada Gubernur Sulawesi Barat 2017 namun gagal terpilih.

Baca Juga:  Profil Enner Valencia, Kapten Timnas Ekuador dan Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2022

Mencalonkan diri dalam pemilihan Bupati Polewali Mandar 2018., Kembali gagal.

Pada tahun 2024, ia kembali mencalonkan diri di pilkada Sulawesi Barat 2024 sebagai calon wakil gubernur.

Ia berpasangan dengan Suhardi Duka, rivalnya pada pilgub 2017 dan berhasil terpilih.

Ia dilantik sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat serentak dengan kepala dan wakil kepala daerah lain seluruh Indonesia pada 20 Februari 2025. Ia adalah Wakil Gubernur tertua se-Indonesia dengan usia 73 tahun, 180 hari pada saat dilantik.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...