Profil Federico Barba, Trending Saat Persib Kalahkan Madura United 5-0
Federico Barba lahir 1 September 1993 (32 tahun) adalah pemain sepak bola profesional Italia yang bermain sebagai bek tengah untuk Persib Bandung.
Barba trending. Dia adalah bek Persib Federico Barba.
Dalam sesi konferensi pers jelang laga melawan Madura United, ia ingin Persib menang lagi.
Harapan itu terwujud dimana Persib menang telak 5-0 atas Madura United di Gelora Bandung Lautan Api, Kamis, 26 Februari 2026, pukul 20.30 WIB.
Barba mengakui, dinamika kompetisi di putaran kedua biasanya mengalami perubahan, baik dari komposisi pemain maupun gaya bermain klub-klub peserta. Namun, ia memastikan Pangeran Biru tetap memasang target tinggi.
Berkat kemenangan besar tersebut Persib kian menancapkan posisi sebagai pemimpin klasemen Liga 1.
Persib dengan 53 poin dari 22 laga dibayangi Persija yang meraih 50 dari 23 laga.
Persib juga menjadi klub paling sedikit kebobolan dan nama Barba menjadi jaminannya.
Ada pun lima gol Persib ke gawang Madura United dicetak masing-masing oleh
Ramon Tanque menit 13 dan 33, William Baris menit 45 + 2, Andrew Jung menit 80 dan Frans Putros menit 89.
Profil Federico Barba
Federico Barba lahir 1 September 1993 (32 tahun) adalah pemain sepak bola profesional Italia yang bermain sebagai bek tengah untuk Persib Bandung.
Barba mulai bermain sepak bola pada usia enam tahun di Axa Soccer School.
Berposisi sebagai bek kiri atau bek tengah, pada tahun 2007 dia dijual ke Cisco Roma (sebelumnya bernama Lodigiani), klub sepak bola ketiga paling populer di Roma.
Pada usia 15 tahun, dia kemudian bergabung dengan AS Roma, di mana dia bermain untuk tim junior yang awalnya dilatih oleh Andrea Stramaccioni dan kemudian oleh Alberto De Rossi.
Bersama Roma, Barba memenangkan kejuaraan nasional U-17 pada tahun 2010,[3] liga cadangan U-20 “Primavera” pada tahun 2011, dan Coppa Italia Primavera pada tahun 2012.
Pada tahun yang sama, Federico Barba meraih penghargaan sebagai bek muda terbaik di Italia.
Pada Juli 2012, Barba dipinjamkan ke klub Serie B, Grosseto, sebagian karena aturan usia di liga Primavera diubah menjadi U-19, dan sebagian lagi karena Barba sudah siap bermain di level profesional.
Barba melakukan debut sebagai starter di ajang Piala Italia musim 2012–13.
Dalam kompetisi Serie B musim 2012–13, dia tampil secara beruntun sejak 20 Oktober 2012 dan menjadi bek tengah utama tim Grosseto.
Pada Juni 2013, Grosseto membeli setengah hak kepemilikan Barba dengan nilai €200.000.
Namun, Roma membelinya kembali seharga €350.000 dan kemudian menjualnya ke Empoli.
Pada Agustus 2013, Barba dibeli oleh Empoli seharga €250.000 melalui kesepakatan kepemilikan bersama.
Pada Juni 2015, Empoli mengakuisisi sisa 50% hak kepemilikan Barba dari Roma dengan biaya yang tidak diungkapkan.
Selama membela klub tersebut, dia mencetak dua gol.
Pada 1 Februari 2016, Barba dipinjamkan ke VfB Stuttgart hingga akhir musim dengan opsi pembelian permanen.
Pada Juli 2017, Barba direkrut oleh klub Spanyol, Sporting de Gijón, dengan biaya transfer yang dilaporkan sebesar €1 juta.
Pada 14 Agustus 2018, Barba menandatangani kontrak dengan klub Serie A, Chievo Verona.
Pada 6 Juli 2019, Barba kembali ke Spanyol setelah menyepakati kesepakatan pinjaman selama satu tahun dengan klub La Liga, Real Valladolid.
Pada 24 Januari 2020, Barba bergabung dengan klub Serie B, Benevento, dengan status pinjaman hingga 30 Juni 2020.
Benevento memiliki kewajiban untuk membeli hak kepemilikannya setelah masa pinjaman berakhir.
Barba menandatangani kontrak berdurasi tiga setengah tahun dengan Benevento dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Pada 2 September 2022, Barba menandatangani kontrak berdurasi tiga musim dengan Pisa.[
Pada 2 Agustus 2023, Barba bergabung dengan Como dengan kontrak selama tiga tahun.
Lalu pada 16 Januari 2025, Barba pindah ke klub Sion di Swiss dengan kontrak berdurasi dua setengah tahun.
Barba menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan klub Indonesia, Persib Bandung, pada 27 Agustus 2025.