Profil Dejan Antonic, Dipecat Semen Padang Karena Dinilai Gagal
Sebagai pelatih sementara manajemen Semen Padang mendatangkan Imran Nahumarury, yang terakhir melatih Malut United
Semen Padang memecat pelatih Dejan Antonic dan Asisten Pelatih Semen Padang FC, FX Yanuar.
Hal itu diputuskan setelah keduanya dianggap tak berhasil mengangkat penampilan Tim Kabau Sirah.
Posisi Semen Padang saat ini berada di posisi paling bawah Liga Indonesia 1 atau peringkat 18 setelah PSBS Biak dan Persis Solo.
Pertandingan terakhir Semen Padang adalah melawan PSIM di kandang sendiri.
Dan gagal mengalahkannya alias 0-0 padahal tim tamu bermain dengan 10 orang,
“Kebersamaan Tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir. Keputusan ini diambil Manajemen Semen Padang FC, setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dengan Komisaris dan Penasehat Tim. Terimakasih Coach Dejan,” demikian kalimat perpisahan disampaikan akun Instagram @semenpadangfcid
Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Asisten Pelatih Semen Padang FC, FX Yanuar mengikuti jejak kepergian Dejan Antonic yang lebih dulu berpisah dengan klub.
Terimakasih Coach @fx.yanuar untuk kebersamaannya dengan Tim Kabau Sirah.
Sebagai pelatih sementara manajemen Semen Padang mendatangkan Imran Nahumarury.
Ia tak asing dengan dunia kepelatihan Liga Indonesia.
Imran Nahumarury pernah menjadi pelatih
PSIS Semarang, PSIM Yogyakarta dan terakhir Malut United.
Profil Dejan Antonic
Dejan Antonic adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola asal Serbia yang sebelumnya menjadi pelatih Semen Padang.
Dia juga sempat melatih PSS Sleman dan sepak bola profesional yang cukup terkenal di Hong Kong, Kitchee FC selama musim kompetisi tahun 2005 – 2008.
Dia pernah menjabat sebagai Manajer Tim sekaligus merangkap Direktur di Bidang Perkembangan Pemain Muda dari sebuah klub sepak bola pendatang baru, TSW Pegasus.
Pada tahun 1996 Dejan bergabung dengan Persebaya Surabaya,
Dejan sempat mengantarkan Persebaya Surabaya juara Divisi Satu dan sekaligus mengantar Persebaya Surabaya kembali masuk ke Divisi Utama Liga Indonesia.
Pemegang Lisensi UEFA “PRO” ini, ditunjuk oleh salah satu klub sepak bola terbesar di Hong Kong, Kitchee FC sebagai pelatih kepala dan berhasil menyabet tiga piala sekaligus pada dua tahun pertamanya menjabat sebagai pelatih.
Yakni Copa Liga Hong Kong 2005 dan Senior Shield Cup Hong Kong 2006 dan satu piala, Copa Liga Hong Kong pada tahun 2006.
Dejan membantu Kitchee FC menuju babak kualifikasi Piala AFC 2008.
Dejan dinobatkan sebagai “Pelatih Terbaik 2006” dan juga ditunjuk sebagai pelatih Hong Kong League XI dalam turnamen bergengsi di Hong Kong, Carlsberg Cup.
Setelah meninggalkan Kitchee FC, klub sepak bola profesional pendatang baru di Hong Kong, TSW Pegasus FC menunjuk Dejan sebagai Manajer Tim & Direktur di Bidang Perkembangan Pemain Muda.
Dejan saat ini dipercaya untuk menjabat sebagai pelatih kepala Tim Nasional Hong Kong dalam persiapan untuk Babak Kualifikasi AFC Asian Cup 2011.
Ia juga pernah menangani Arema Indonesia selama 6 bulan, Dejan sudah dinobatkan oleh situs berita sepak bola terkenal, Goal.com, sebagai “Pelatih Terbaik 2011-2012”
setelah membawa Arema Indonesia lolos ke babak perempat final di AFC Cup 2012 dan ikut membawa nama harum negara.
Bersama Semen Padang Dejan hanya bertahan satu tahun.
Dejan menikah dengan wanita berkebangsaan Indonesia bersuku asli Manado, bernama Venna Tikoalu, pada tanggal 3 Juli 1999.
Pasangan ini kemudian dikaruniai seorang anak pada tanggal 6 Februari 2001, yang kemudian mereka namai Stefanie Marie Antonić.