Profil “The Doctor” Andre Fernando, Bandar Narkoba Ditangkap di Malaysia
Andre Fernando dijuluki "The Doctor" merupakan menyuplai dua jaringan besar barkoba di Indonesia.
The Doctor trending. Julukan ini sangat melekat pada legenda MotoGP asal Italia, Valentino Rossi.
Tapi bukan yang itu, The Doctor yang dimaksud adalah Andre Fernando, Bandar Nakkoba yang ditangkap di sebuah apartemen di Penang, Malaysia Minggu, 5 April 2026.
Penangkapan ini merupakan hasil operasi gabungan antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Divhubinter Polri, dan Interpol.
Setibanya di Mabes Bareskrim, Andre terlihat dalam kondisi lemah—dibawa menggunakan kursi roda dengan kedua betis dibalut perban.
Ia memilih bungkam tanpa memberikan keterangan kepada awak media.
Sementara itu Kombes Pol Kevin Leleury dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang memimpin operasi penangkapan Andre Fernando alias “The Doctor” menjelaskan latar belakang penangkapan.
Penangkapan ini dilakukan melalui joint operation antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Divhubinter Polri, dan Interpol dengan dukungan kepolisian Malaysia (Polis Diraja Malaysia/PDRM).
Setelah sempat lolos di Kuala Lumpur, tim berhasil melacak dan menyudutkan tersangka di sebuah apartemen di wilayah Penang, Malaysia pada Minggu, 5 April 2026, sekitar pukul 13.44 waktu setempat.
Karena tersangka melakukan perlawanan saat akan diamankan, petugas melakukan tindakan tegas yang menyebabkan kedua kakinya harus diperban saat tiba di Jakarta.
Profil “The Doctor” Andre Fernando
Andre Fernando alias Ko Andre atau lebih dikenal dengan julukan “The Doctor”, bandar narkoba kelas kakap’
Nama Lengkapnya Andre Fernando Tjandra. Nama Alias Ko Andre, Charlie, atau “The Doctor”.
Ia berstatus tersangka utama dan DPO (Daftar Pencarian Orang) Dittipidnarkoba Bareskrim Polri sejak 1 Maret 2026.
Ia siketahui telah menetap di Malaysia sejak tahun 2024 untuk mengendalikan distribusi narkoba dari luar negeri.
Andre Fernando dijuluki “The Doctor” merupakan penyuplai narkoba jenis sabu-sabu, happy water, dan cartridge vape mengandung etomidate untuk wilayah Indonesia.
Ia menyuplai dua jaringan besar barkoba di Indonesia.
Pertama jaringan Ko Erwin (Bima, NTB) yang mengirimkan sabu melalui jalur laut dan kargo dalam kemasan boneka/kotak kado.
Kedua jaringan White Rabbit (Jakarta) yakni narkoba ke tempat hiburan malam di kawasan PIK dan Gatot Subroto.
Andre Fernando juga pengelola sindikat penyedia rekening tampungan untuk menyamarkan hasil penjualan narkoba.