Business is booming.

Profil Dr Mulyadi, Resmi Menjabat Sekjen Komisi Yudisial RI

Dr. Mulyadi menjadi kader internal pertama yang berhasil menduduki jabatan Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) sebagai Sekretaris Jenderal KY.

Dr. Mulyadi, S.H., M.S.E. resmi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia setelah dilantik oleh Ketua KY Abdul Chair Ramadhan pada 26 Agustus 2026.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Setjen KY.

Dr. Mulyadi menggantikan Arie Sudihar, S.T., M.B.A. yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial (KY) sejak 11 Februari 2021.

Arie Sudihar dimutasi kembali ke instansi asalnya yaitu Kejaksaan Agung RI, dengan jabatan baru sebagai Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (JAM Bin) Kejaksaan Agung.

Berdasarkan data profil kepegawaian resmi Komisi Yudisial RI, Dr. Mulyadi, lahir di Jakarta pada tanggal 1 Januari 1980.

Dr. Mulyadi menjadi kader internal pertama yang berhasil menduduki jabatan Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) sebagai Sekretaris Jenderal KY.

Beliau memenangi persaingan ketat dalam seleksi terbuka nasional (open bidding) mengalahkan berbagai kandidat eksternal melalui pembuktian kompetensi manajerial, penulisan makalah, hingga wawancara akhir.

Saat menjabat Kepala Biro Pengawasan Perilaku Hakim, Mulyadi memimpin langsung harmonisasi draf Peraturan KY terbaru terkait tata cara penanganan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

Ia melakukan evaluasi mendalam dan mereviu proses bisnis internal biro untuk memangkas birokrasi penanganan laporan, sehingga pengaduan masyarakat atas dugaan pelanggaran hakim bisa diproses jauh lebih cepat.

Baca Juga:  Jejak Karier Marsma TNI Solihin, AAU 1997, Kaskogartap II/Bandung

Di bawah kepemimpinannya di Biro Pengawasan, beliau sukses menjadikan pemantauan persidangan perkara perempuan dan anak sebagai salah satu prioritas utama KY guna merespons lonjakan permohonan pemantauan kasus sensitif ini dari tahun ke tahun.

Ia juga dinilai ukses memperluas jejaring kerja sama dengan organisasi bantuan hukum (OBH), kampus, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) daerah untuk membantu KY memantau jalannya persidangan di berbagai pengadilan wilayah.

Langkah ini memperkuat mata dan telinga KY dalam menjaga independensi peradilan yang bersih.

Riwayat Pendidikan

Strata 1 (S1): Sarjana Hukum (S.H.)

Strata 2 (S2): Master of Science in Economics (M.S.E.)

Strata 3 (S3): Doktor (Dr.) bidang Ilmu Manajemen

Riwayat Jabatan

Sekretaris Majelis Kehormatan Hakim (MKH) 2016-2021

Kepala Biro Pengawasan Perilaku Hakim 2021-2026

Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial RI 26 Agustus 2026-sekarang

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...