Business is booming.

Profil Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS Alumni ITB yang Kini Dalam Sorotan

Amalia resmi menjabat Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 19 Februari 2025.

Amalia Adininggar Widyasanti, S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kini dalam  sorotan. Terutama terkait data Desil dalam BPS.

Desil merupakan komponen informasi yang tercantum di dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN dianggap satu-satunya basis rujukan nasional yang mengintegrasikan berbagai data kemiskinan terdahulu seperti DTKS (Kemensos), Regsosek (Bappenas), dan P3KE.

Dalam DTSEN, seluruh keluarga di Indonesia (sekitar 96 juta keluarga) diurutkan dari tingkat kesejahteraan terendah hingga tertinggi, lalu dibagi rata menjadi 10 kelompok (masing-masing kelompok berisi ~10% keluarga).

Berada di desil yang sama tidak berarti memiliki nominal pendapatan atau kondisi ekonomi yang identik.

DTSEN menjadi polemik karena terjadinya ketidaksesuaian (mismatch) antara status desil di sistem dengan kondisi ekonomi riil warga di lapangan.

Hal ini berdampak langsung pada hak masyarakat dalam menerima bantuan sosial (bansos) atau subsidi.

Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa desil dalam DTSEN merupakan pemeringkatan posisi relatif tingkat kesejahteraan keluarga, bukan ukuran absolut kemiskinan ataupun indikator nominal pendapatan.

BPS menjelaskan bahwa ketidaksesuaian ini bisa disebabkan oleh kesalahan input data (human error) atau karena data kesejahteraan bersifat dinamis (mengikuti perubahan ekonomi terkini di lapangan).

BPS membuka ruang perbaikan data yang dievaluasi setiap 3 bulan sekali.

Amalia Adininggar Widyasanti, S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D Lahir di Bogor, Jawa Barat, 5 Maret 1972

Baca Juga:  Linda Linda Linda, Film Jepang yang Diputar di Indonesia

Amalia resmi menjabat Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 19 Februari 2025.

Ia memiliki segudang prestasi menonjol, baik dalam bentuk penghargaan personal, keberhasilan kepemimpinan lembaga, maupun kontribusi strategis di tingkat nasional dan internasional

Ia memperoleh Outstanding Leader in National Data Governance and Statistical System (2026) yang diberikan oleh CNN Indonesia  atas perannya yang dinilai luar biasa dalam memperkuat tata kelola data nasional dan sistem statistik di Indonesia.

Ia juga meraih Woman in Public Policy – Women’s Inspiration Awards (2026).

Penghargaan ini atas dedikasi dan berbagai langkah terobosan pembaruan di bidang kebijakan publik berbasis data makro ekonomi, serta inovasi dalam menyambut Sensus Ekonomi.

Juga Terpilih pada ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) untuk subkategori Kepala Lembaga berkat komunikasi publiknya yang dinilai aktif dan responsif.

Semasa menjabat sebagai Deputi Bidang Ekonomi di Bappenas, Amalia bertindak sebagai koordinator utama sekaligus perancang dokumen transformasi ekonomi jangka panjang nasional demi membawa Indonesia keluar dari jebakan negara pendapatan menengah (middle-income trap).

Riwayat Pendidikan

Sarjana Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB)

Magister Sains (M.Si.)juga ITB lulus 1997

Master of Engineering (M.Eng.) Rensselaer Polytechnic Institute (RPI), Troy, New York, Amerika Serikat, lulus pada tahun 1998

Doctor of Philosophy (Ph.D.) in Economics University of Melbourne, Australia, lulus pada tahun 2005

Riwayat Jabatan

Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Ekonomi Internasional Bappenas 2011-2016

Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Bappenas 2016-2018

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan 2018-2020

Deputi Bidang Ekonomi Menteri PPN 2020-2025

Merangkap sebagai Plt. Kepala BPS 2023-2025

Kepala BPS definitif 19 Februari 2025–Sekarang

Baca Juga:  Pernyataan Pertamina Soal Kebakaran Kilang di Cilacap, Ada Evakuasi
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...