Kronologi Penusukan Massal di Taipei, Tiga Orang Tewas, Lima Luka
Perdana Menteri Taiwan, Cho Jung-tai, menyebut tersangka kemudian meninggal setelah jatuh dari gedung. Motifnya masih belum jelas.
Penusukan massal terjadi di ibu kota Taiwan, Taipei. Seorang pria dilaporkan melakukan penusukan kepada sejumlah orang tak bersalah dalam keramaian Kota itu, Jumat (19/12/2025).
BBC melaporkan, setidaknya tiga orang tewas dan lima lainnya luka-luka ketika seorang penyerang bersenjata pisau mengamuk di ibu kota Taiwan, Taipei.
Pria berusia 27 tahun itu meledakkan bom asap di stasiun metro utama Taipei, sebelum berlari ke stasiun lain di distrik perbelanjaan yang ramai. Ia menikam orang-orang di sepanjang jalan.
Perdana Menteri Taiwan, Cho Jung-tai, menyebut tersangka kemudian meninggal setelah jatuh dari gedung. Motifnya masih belum jelas.
Serangan semacam ini jarang terjadi di Taiwan, yang memiliki tingkat kejahatan kekerasan yang rendah. Terakhir kali insiden serupa terjadi di Taipei adalah lebih dari satu dekade lalu pada tahun 2014.
Kronologi
Dilansir dari wikipedia, sebelum penusukan, pelaku melakukan dua serangan pembakaran di jalan-jalan di Distrik Zhongshan.
Mobil dan sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan rusak akibat kebakaran.
Ia kemudian kembali ke gedung apartemennya dan membakarnya juga.
Pada pukul 17.24 (waktu Taipei) seorang pria yang mengenakan rompi antipeluru hitam dan masker gas terlihat di dekat pintu keluar M7 dan M8 metro.
Ia kemudian mengeluarkan granat asap dari koper dan melemparkannya, membuat area tersebut dipenuhi asap. Seorang pria mendekatinya dan mencoba menghentikannya, tetapi pelaku mengeluarkan pisau panjang dan menusuknya, menyebabkan luka yang mengancam jiwa.
Ia dibawa ke Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan di mana ia dinyatakan meninggal.
Setelah serangan itu, ia kembali ke apartemennya untuk mengambil senjata sebelum pindah ke Stasiun Zhongshan.
Sekitar pukul 6 sore, ia melemparkan lebih banyak granat asap di luar stasiun di pintu masuk Toko Buku Eslite dan secara membabi buta menebas warga sipil sebelum melarikan diri ke dalam gedung.
Saat melarikan diri, ia jatuh dari lantai 6 gedung dan meninggal.
Serangan hari Jumat terjadi selama jam sibuk sore hari di kota itu. Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan orang-orang melarikan diri dari tempat kejadian dalam keadaan panik.