Business is booming.

Anggota Satpol PP Pemukul Wanita Tersangka, yang Dipukul Tak Hamil?

Hasil tes plano tidak menunjukkan gejala hamil dan tak mau di USG

Kasus pemukulan wanita hamil oleh oknum Satpol PP Gowa berlanjut ke jalur hokum.

Masalahnya korban pemilik warung bernama Amriana atau Riana (34 tahun) yang sebelumnya disebut hamil 9 bulan kini disebut tidak hamil.

Kepala Diskominfo Gowa Arifuddin Saeni mengatakan bahwa wanita tersebut tidak hamil karena Amriana tidak mau di USG.

“Wanita yang dipukul oknum Satpol PP tidak hamil. Waktu mau dites USG, dia tidak mau. Ini perempuan tidak hamil,” katanya.

Lebih lanjut Arifuddin merasa mengapa heran Amriana tidak mau dites USG setelah tes plano tidak menunjukkan adanya gejala kehamilan.

“Hasil tes plano tidak menunjukkan gejala hamil. Ketika mau tes lanjutan USG, yang bersangkutan tidak mau dites USG. Artinya apa?” imbuhnya.

Adapun oknum Satpol PP bernama Mardani Hamdan kini telah menjadi tersangka.

Riana sendiri mengaku, tukang urut lah yang menyebut dirinya tengah hamil.

Riana dan suaminya telah melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polres Gowa pada Kamis (15/7/2021).

Namun, saat membuat laporan, Riana jatuh pingsan. Riana dilarikan ke rumah sakit. Ia diduga stress dan panik.

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Bajeng Ipda Haryanto.

“Tadi ada insiden saat razia PPKM dan sementara kami menerima laporannya namun tiba-tiba korban jatuh pingsan mungkin karena kontraksi sebab korban ini tengah hamil sembilan bulan,” kata Haryanto, mengutip dari Kompas.com.

Saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Thalia, Panciro, Kecamatan Bajeng, Kamis (15/7/2021) sore Riana histeris.

Baca Juga:  Brigjen Pol Guntur Setyanto Kapolda Bengkulu ke-16

Riana mengaku didatangi petugas medis. Petugas medis tersebut menyebut Riana tidak hamil.

Riana juga menolak saat hendak dilakukan USG.

Sementara saat ditanya soal kehamilannya, ia mengaku sedang menjalani pengobatan.

Riana juga mengaku tidak memeriksakan kandungannya ke dokter.

“Sayakan dalam pengobatan. Bisa lihat FB saya dan bulan lalu perut saya memang berbeda dan saya memang tidak ke dokter,” katanya, Kamis (15/7/2021), mengutip Tribun Timur.

Lebih lanjut, menurut Riana, kehamilannya itu tak akan nampak saat diperiksa dokter.

“Kalau ke dokter memang tidak bisa, tidak nampak. Bisa buka FB saya tiap bulan perut saya bagaimana, kadang besar dan sebentar kempes,”

Riana menyebut, kehamilannya diketahui dari tukang urut.

“Masalahnya ini pengobatan sendiri pak, memang tidak bisa dijangkau dengan pikiran logika. Iya tukang urut yang bilang saya hamil dan saya sendiri,”

Ia juga tak haid sejak tiga bulan lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum Satpol PP di Gowa melakukan aksi penganiayaan ketika melakukan razia PPKM Darurat.

Korbannya adalah pasangan suami istri bernama Nur Halim (26) dan Amriana (34).

Keduanya dianiaya saat berada di kafe milik mereka.

Selain itu, video kasus penganiayaan juga sempat viral di media sosial dan mendapat berbagai macam respons dari warganet.

Oknum Satpol PP bernama Mardani Hamdan (MH) sudah resmi dijadikan tersangka.

MH sebelumnya dilaporkan Nur Halim dan Riana ke Polres Gowa.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...