Business is booming.

Christianto Wibisono Wafat Pada Usia 76 Tahun, Ini Jejak Kariernya

Tsamara Amany mengonfirmasi meninggalnya Christianto Wibisono karena badai sitokin

Christianto Wibisono (CW), Ekonom, pelaku bisnis dan pengamat politik dikabarkan meningeal dunia Kamis (22/7/2021) dalam usia 76 tahun.

Kabar meninggalnya pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) itu beresar di media social termasuk Whatsapp

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany, mengonfirmasi ihwal meninggalnya Christianto Wibisono.

Tsamara menjelaskan, informasi yang diperolehnya menyebut bahwa Christianto Wibisono tutup usia karena badai sitokin.

Seperti diketahui, Virus corona baru yang memiliki nama resmi SARS-CoV-2 dianggap dapat menyebabkan badai sitokin pada paru-paru pasien yang terinfeksi virus tersebut.

Kondisi itulah yang disebut-sebut dapat menyebabkan kematian pada pasien Covid-19.

Pianis Ananda Sukarlan senada dengan Tsmara. Melalui akun Twitternya ia menyampaikan ungkapan duka cita.

Ia menyebut Christianto meninggal sore ini pukul 17.00 WIB.

“Turut berduka cita atas wafatnya pak Christianto Wibisono (Oey Kian Kok). Beliau adalah seorang analis bisnis terkemuka di Indonesia dan pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia 1980. Wafat pukul 17 baru saja setelah terpapar COVID-19,” ungkap @anandasukarlan

Semasa masih sehat, Christianto sempat mengomentari usulan Jokowi jabat presiden 3 periode.

Menurutnya usulan itu menjerumuskan, ia lebih tertarik akan munculnya sosok presiden di luar elit politik saat ini. Semacam sosok Jokowi baru 2024

CW juga pernah jadi caleg PSI namun mundur karena sakit.

Profil Christianto Wibisono

Christianto Wibisono atau Oey Kian Kok lahir di Semarang, Jawa Tengah, 10 April 1945 – meninggal di Jakarta, 22 Juli 2021 (umur 76 tahun).

Ia adalah seorang analis bisnis terkemuka di Indonesia.

Christianto juga pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) 1980.

Baca Juga:  Harmoko Meninggal dalam Usia 82 Tahun, Netizen Kenang Gayanya

Awal kariernya adalah menjadi penulis di suratkabar yang diterbitkan oleh Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) bernama Harian KAMI yang terbit perdana 18 Juni 1966.

Pada tahun 1971, bersama Gunawan Muhammad, ia turut menjadi pendiri mingguan Ekspres yang kemudian menjadi cikal bakal majalah Tempo.1974 kembali ke kampus menyelesaikan studi S2 di FISIP UI 1978.

Menjadi Asisten Pribadi Wapres Adam Malik 1978-1983 khusus masalah Dialog Utara Selatan, ketika Adam Malik menjadi anggota Komisi Utara Selatan yang diketuai mantan kanselir Jerman Willy Brandt

Pada Kerusuhan Mei 1998 rumah putrinya Jasmine Wibisono di Pantai Indah Kapuk adalah 1 dari 80 rumah yang dibakar dan 500 yang dijarah.

Meninggalkan Indonesia pada 1998 sebagai lobbyist kepentingan Indonesia di Washington DC memantau percaturan diplomasi global di Kongres AS pada Juni 2011 batal masuk reshuffle Kabinet Persatuan Nasional Presiden Abdurrahman Wahid.

2006 kembali ke Indonesia menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2007-2010).

Masih aktif sebagai Ketua Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia yang menulis kajian MENUJU PRESIDEN KE-7 dan ANATOMI PRESIDEN KE-7.

Penasehat PSI

Menurut Tsamara, Christianto merupakan sosok senior yang kerap menjadi penasihat PSI. Dia disebut sering memberikan wejangan tentang Indonesia.

Diketahui, Christianto Wibisono sempat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari PSI daerah pemilihan DKI Jakarta pada 2019. Hal itu diakui Tsamara.

Namun pencalonan itu tidak dilanjutkan lantaran alasan kesehatan.

“Pernah daftar sebagai caleg PSI, tapi enggak lanjut karena alasan kesehatan,” ucapnya.

Tsamara menyampaikan, PSI amat berduka mendengar kabar meninggalnya Christianto Wibisono.

“Kami berduka sekali, dan kehilangan tokoh seperti Pak Chris. Beliau selalu menjadi penasihat kami,” ujar Tsamara.

Baca Juga:  Sosok Rachmawati Soekarnoputri, Meninggal Dunia karena Covid-19

“(Dia) memberikan banyak wejangan tentang Indonesia dan pentingnya menjaga kebhinekaan.”

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...