Business is booming.

Ade Yasin Perketat Puncak Karena Alasan Aglomerasi

Bogor PPKM Level 3 Tapi Penerapan Level 4

SATGAS Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memastikan tetap memperketat kawasan Puncak Cisarua pada masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 selama 3 – 9 Agustus 2021.

“Jadi gini, sebetulnya kan kita levelnya tiga, tapi kita selaraskan dengan aturan PPKM Level 4. Sebab, Kabupaten Bogor masuk wilayah aglomerasi,” kata Bupati Bogor Ade Yasin selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor di Cibinong, Bogor, Selasa (3/8/2021).

Kementerian Perhubungan memberikan rumusan istilah aglomerasi sebagai satu kesatuan wilayah yang terdiri dari beberapa pusat kota dan kabupaten yang saling berhubungan.

Secara lebih luas, wilayah aglomerasi merupakan kawasan yang berada di daerah pusat kota sebagai tempat pergerakan masyarakat untuk beraktivitas.

Bagi masyarakat yang memasuki kawasan aglomerasi tidak diperlukan surat bebas Covid-19 dan surat izin keluar masuk (SIKM) karena mengikuti satu aturan.

Menurut Ade Yasin, pada perpanjangan PPKM kali ini sama sekali tidak ada pelonggaran aturan apa pun jika dibandingkan dengan PPKM pada 26 Juli – 2 Agustus.

“Kalau kami longgarkan (aturan), nanti daerah lain masuk ke kita dan malah nanti jadi merah. Jadi kami harus seragam kebijakannya. Sama, belum ada kelonggaran,” kata Ade Yasin seperti dikutip Antara.

Sementara Kapolres Bogor AKBP Harun menyebutkan bahwa penyekatan kendaraan di kawasan Puncak dilakukan setiap hari sejak penerapan PPKM darurat.

“Setiap hari (penyekatan), kami laksanakan terus,” kata Harun.

Menurut Harun, penyekatan yang dilakukan di Simpang Gadog, Ciawi, Bogor itu seperti yang sebelumnya hanya dilakukan pada akhir pekan, yakni mewajibkan pengendara mengantongi surat hasil rapid antigen ataupun hasil PCR.

Baca Juga:  September Jadi Sadtember di Jagad Trending, Netizen Tak Setuju

Harun menyebutkan bagi mereka yang tidak bisa menunjukkan surat tersebut akan diputar balik.

 

Ganjil Genap Kota Bogor
Ganjit Genap Kota Bogor, Foto Antara

Kota Bogor

Sama halnya dengan Kabupaten Bogor, Kota Bogor juga tidak mengendurkan pengetatan dengan memperpanjang kebijakan ganjil-genap kendaraan bermotor hingga 9 Agustus 2021.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan Pemerintah Kota Bogor mengikuti kebijakan yang diputuskan pemerintah pusat yakni memperpanjang pelaksanaan PPKM di Jawa dan Bali.

“Kota Bogor yang berada dalam aglomerasi Jabodetabek statusnya adalah PPKM Level 4, sehingga dalam perpanjangan PPKM hingga 9 Agustus mendatang telah melaksanakan aturan PPKM Level 4,” katanya.

Bima Arya menjelaskan, selama sebulan pelaksanaan PPKM yang ditetapkan pemerintah pusat, sejak 3 Juli lalu, penyebaran Covid-19 di Kota Bogor sudah menurun cukup signifikan.

Angka kasus harian Covid-19 di Kota Bogor yang tertinggi mencapai sekitar 600-an kasus per hari, dan saat ini sudah turun menjadi sekitar 200-an kasus per hari.

Angka kasus aktif Covid-19 saat itu mencapai 8.000 kasus positif, dan saat ini sudah turun menjadi sekitar 3.000 kasus positif. “Angka kasus aktif Covid-19 ini sudah turun cukup signifikan,” katanya pula.

Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) pasien positif Covid-19 di rumah sakit, yang sebelumnya mencapai sekitar 82 persen, saat ini sudah turun menjadi sekitar 65 persen.

Menurut Bima Arya, Kota Bogor harus menekan lagi angka kasus harian Covid-19 menjadi di bawah 100 kasus per hari, dan BOR pasien positif Covid-19 di bawah 60 persen, agar Kota Bogor masuk ke PPKM Level 3.

Untuk mencapai PPKM Level 3, kata dia, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor harus tetap melakukan beberapa langkah antisipasi, di antaranya tetap memperpanjang kebijakan ganjil-genap kendaraan bermotor.

Baca Juga:  Jokowi Ulang Tahun ke-60, Ucapan Selamat dan Doa Mengalir

“Kebijakan ganjil genap diberlakukan lagi mulai Rabu pagi. Lokasi dan aturannya tetap sama seperti sebelumnya,” katanya pula.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...