Business is booming.

Ganjar Pranowo Trending, Usai Jadi Capres Nomor 1 Versi Survei

Baliho Ganjar sudah melekat di hati rakyat

Menyusul hasil survey Charta Politika yang menempatkan Ganjar Pranowo di posisi teratas elektabilitasnya, nama Gubernur Jawa Tengah itu pun trending.

Selain elektabilitas mengalahkan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo juga dikaitkan dengan capres yang pasang baliho.

Ternyata baliho di masa pandemi covid-19 cenderung kontraproduktif, sang pemasang tak memperoleh nilai tambah dengan baliho yang dipasangnya.

Beberapa baliho yang beredar antara lain milik Ketua DPR dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Berikut cuitan netizen terkait Ganjar Pranowo.

@KakekHalal: Baliho Ganjar sudah melekat di hati rakyat

@seruanhl: Nama Pak Ganjar itu adanya bukan di baliho/spanduk, melainkan di hati setiap insan.

@seruanhl: KETIKA PRESTASI MENGALAHKAN BALIHO. Pak Ganjar Selalu di hati. Salam TEGAR!!

@kkasipah: Fokus ke hasil survey yang berisi tokoh tokoh yang tidak ada kontribusinya buat negara.. Jangan sampe mreka mreka itu yg akan berkuasa.. Kalo aku sih yakin dgn Pak Ganjar, kalo kalian gmn?

@KataNadiaaa: Dua Lembaga Survei menyematkan Nama Ganjar Berada Di Posisi Teratas Survei elektabilitas. Padahal Beliau santai2 saja , Ditanya Soal baliho Jawabanya singkat, Saya ikut Arahan Pak Jokowi dan Bu Mega Untuk fokus urus covid dulu .

@YuliEndah3: Rasanya benar kalau Lebih baik fokus menangani Pandemi dari pada mikir Baliho… Begitu kan Mas @ganjarpranowo

@BiLLRaY2019: Ganjar, capres 2024 gak pakai modal BALIHO..! Menurut survei Charta Politika…Numero Uno. Yuk merapat #Tegar

@n1ckeff: Kita tunggu aja… semoga Pak Ganjar emang sudah mulai nyangkut di hati rakyat
Amin

Baca Juga:  KPK Gelar Lelang Barang Rampasan Via Internet, Ini Persyaratannya

@kkasipah: Pak Ganjar gak perlu baliho, belio cukup bekerja saja untuk menurunkan angka covid, orang akan terkenang dgn hasil kerja, bukan dgn foto

Elektabilitas sejumlah nama untuk Capres 2024, Ganjar Pranowo teratas, salip Prabowo Subianto. Dalam dua survei Charta Politika sebelumnya, Prabowo selalu teratas.

Hasil Survei

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo salip elektabilitas Prabowo Subianto dalam survey terbaru Charta Politika.

Persisnya survei ini digelar antara 12-20 Juli 2021 dengan melibatkan 1.200 responden melalui tatap muka.

Padahal dalam survei Survei Charta Politika edisi 20-24 Maret 2021, Prabowo masih menempati posisi teratas.

Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi berdasarkan survei Charta Politika Indonesia, Kamis (12/8/2021).

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya menyampaikan bahwa hasil survei menunjukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas tertinggi yakni 16,2 persen jika pilpres digelar hari ini.

Posisi kedua ditempati oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 14,8 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di peringkat ketiga dengan elektabilitas 14,6 persen.

“Papan utama ada tiga sosok. Lalu di papan kedua ada Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono, Tri Rismaharini, Ahok, Susi dan lain-lain,” kata Yunarto saat konferensi pers virtual, Kamis (12/8/2021).

Perinciannya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami memiliki elektabilitas 5,4 persen, Sandiaga Uno 4,6 persen, AYH 3,9 persen, Basuki Tjahja Purnama 3,3 persen, Tri Rismaharini 3,1 Persen dan Khofifah Indar Parawansa 2,8 persen.

Beberapa nama lainnya seperti Ma’ruf Amin, Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, Ustaz Abdul Somad, Sri Mulyani dan Erick Thohir mencatat elektabilitas di atas 1 persen.

Yunarto Wijaya menyebut maraknya pemasangan baliho sejumlah tokoh nasional ternyata tak mampu mengangkat tingkat elektabilitas mereka dalam bursa capres 2024.

Baca Juga:  Korupsi di Banjarnegara, KPK Bergerak Hingga Purbalingga

Yunarto menyebut dengan adanya baliho itu justru berpotensi menjadi efek bumerang bagi tokoh tersebut karena masyarakat merasa jengkel atas kegiatan pemasangan tersebut.

“Jadi saya pribadi melihat ini sebagai kesalahan pendekatan konservatif yang bisa dilakukan dalam kondisi normal, bukan dalam situasi anomali seperti musibah saat ini yang malah membawa efek berat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Survei Charta Politika pada 20-24 Maret 2021 melakukan simulasi 12 nama, elektabilitas Prabowo, Ganjar, dan Anies menjadi tiga teratas.

Prabowo Subianto 19,6 persen, Ganjar Pranowo 16 persen, dan Anies Baswedan 12,6 persen.

Di bawahnya ada Sandiaga Uno dengan 9,3 persen, dan Ridwan Kamil 8,1 persen.

“Lima besar tokoh dengan elektabilitas tertinggi ini, tiga sosok calon kepala daerah dan dua sosok menteri. Mereka sekaligus figur-figur yang akan diuji kapasitasnya baik sebagai kepala daerah maupun menteri,” ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, akhir Maret 2021.

Selain lima nama tersebut, kata Yunarto, ada calon-calon kuda hitam yang cukup menonjol.

Di antaranya Menteri Sosial Tri Rismaharini (5,3 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (4,8 persen), dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md (3,8 persen). “Tiga nama ini muncul, melonjak cukup tajam,” ujarnya.

Kemudian di bawah mereka ada Erick Thohir 2,1 persen, Moeldoko 1,3 persen, Puan Maharani 1,2 persen dan Gatot Nurmantyo 0,6 persen. Sisanya, 15,2 persen tidak tahu/tidak jawab.

Survei melibatkan 1.200 responden melalui wawancara telepon. Metode yang digunakan yakni stratified dengan pengacakan sistematis. Charta Politika mengklaim margin of error survei 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sekitar dua bulan sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei pada 25-31 Januari 2021. LSI melakukan simulasi tertutup dengan 10 nama,

Baca Juga:  Elektabilitas Ganjar Pranowo Kini Salip Prabowo Subianto

Pada simulasi tertutup 10 nama, hasilnya Prabowo Subianto paling unggul dengan 26 persen, kemudian Ganjar Pranowo 15,4 persen, dan Anies Baswedan 13,3 persen.

Selanjutnya, ada Sandiaga Salahudin Uno 10,4 persen, Ridwan Kamil 7,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 6,2 persen, Khofifah Indar Parawansa 4,4 persen, Gatot Nurmantyo 2,6 persen, Puan Maharani 1,1 persen, dan Budi Gunawan 0,6 persen.

Adapun yang belum menjawab 12,6 persen. Survei LSI melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling, margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...