Business is booming.

Penahanan Bupati Banjarnegara Disambut Suka Cita Sebagian Netizen

Spanduk Selamat Jalan Bupatiku, Semoga Tidak Kembali Lagi ke Banjarnegara.

Penahanan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono oleh KPK, Jumat (3/9/2021) terasa disambut suka cita sebagian netizen.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono trending topic.

Bahkan muncul spanduk bertuliskan selamat Jalan Bupatiku, Semoga Tidak Kembali Lagi ke Banjarnegara.

Berbagai kontroversi hingga kecerobohan pernyataannya membuat netizen menganggap sang bupati berada di penjara.

Kecerobohan Budhi terbaru adalah menyebut Luhut Binsar Pandjaitan sebagai penjahit.

Sementara keselahan lama menyebut Gus Dur picek juga kembali beredar.

Dalam video itu Budhi Sarwono bicara soal Gus Dur yang sempat menutup Departemen Penerangan dan Kementerian Sosial.

Ada pun pernyataan dalam video tersebut diketahui disampaikan pada tahun 2019.

Bupati Budhi Sarwono
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwana. Hidupnya penuh warna, mulai jadi pecandu narkoba, mualaf dan kini memimpin Banjarnegara (banjarnegarakab.go.id)

Berikut Cuitan Netizen terkait Bupati Banjarnegara

@Thalomoan1: Ini adalah kado terindah buat bupati Banjarnegara yg dulu nya pernah menghina Gus Dur dan memplesetkan marga Pak Luhut Binsar Panjaitan….selamat menikmati kehidupan yg baru di balik jeruji besi ya bro !!

@FerdinandHaean3: Kubilang juga apa, tunggu bentar lagi masuk dia..!! Selamat menjalani proses hukum pak Bupati..! Semoga tanah dan sabar..!

@NKRIJaya_: Jumat keramat bagi Demokrat KPK tetapkan Bupati Banjarnegara Budi Sarwono TERSANGKA .

@Dennysiregar7: Lah ini kan yang bupati yang hina opung LBP sebagai penjahit ?

@__AnakKolong: STATUS TERSANGKA .Yang pasti bukan karena mengolok – olok marga pak LBP dgn sebutan penjahit, tapi karena Bupati Banjarnegara ini PENJAHAT. Kalau judul Sinetron “Ganteng – Ganteng Srigala”, tapi kalau ini “Tua – tua Ba***at”.

@AtikaFaya: Ahai….sang mantan bandar narkoba penghina Gus Dur dan kader
@PDemokrat. Akhirnya kena batunya..

Baca Juga:  Biaya Perjalanan Pejabat KPK Non Penindakan Boleh Ditanggung Panitia

@Irwan2yah: Akhirnya dia pakai rompi orange

@AgoesAguss: Korupsi harus kata bupati Banjarnegara. Dan akhirnya MASUK PA EKOOO…. Ngemeng” ini kader dari partai mana ya….??

@cagubnyinyir2: BUPATI Banjarnegara Budi Sarwono tersangka korupsi, menangis diborgol pake baju oranye, ditahan KPK

@SantorinisSun: Puasnya tuh berasa DOUBLE! Pas liat seorang yg sering bikin ulah dgn pernyataan2nya yg kurang elok sbg pemimpin…trus ketangkap karena suatu kasus. Ga peduli dr partai manapun. Pokoknya org2 model gini memang blum pantas jd pemimpin!

@thegalihprabowo: Bupati Banjarnegara hanya pengalihan isu, beliau ga korupsi, cuma kebablasan.

Tersangka dan Ditahan KPK

KPK menahan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Jumat (3/9/2021).

Budhi ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2017-2018.

“Untuk kepentingan penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan para dua tersangka tersebut untuk 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 3 September 2021 sampai dengan 22 September 2021,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, Jumat.

Selain Bupati Banjarnegara periode 2017-2022 itu, KPK juga menetapkan satu orang pihak swasta bernama Kedy Afandi sebagai tersangka.

Budhi Sarwono di tahan di Rutan KPK Kavling C1 dan Kedy Afandi ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.

“Dengan telah dilakukannya pengumpulan berbagai informasi dan data yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan pada bulan Mei 2021,” kata Firli.

Atas perbuatannya, Budhi dan Kedy disangkakan melanggar Pasal sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga:  Trending, Netizen Berbagi Pengalaman di Toko Buku Gramedia

Siap Dikutuk Pertama Pasal 12 huruf (i) “Pegawai negeri atau penyelenggara negara baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan, pengadaan, atau persewaan, yang pada saat dilakukan perbuatan, untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya”.

Dalam Pasal itu disebutkan bahwa perbuatan para tersangka dapat dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Kemudian pasal Pasal 12B (1) Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. yang nilainya Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) atau lebih, pembuktian bahwa gratifikasi tersebut bukan merupakan suap dilakukan oleh penerima gratifikasi;

b. yang nilainya kurang dari Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah), pembuktian bahwa gratifikasi tersebut suap dilakukan oleh Penuntut Umum.

(2) Pidana bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

“Serta disangkakan pula sebagaimana Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUH Pidana,” ujar Firli.

Profil Budhi Sarwono

Budhi Sarwono adalah ‎ Bupati terpilih Kabupaten Banjarnegara, yang diusung oleh koalisi par‎tai Golkar, PPP, Demokrat. Pasangan Budi Sarwono-Syamsudin memperoleh jumlah suara yang terpaut jauh dari pasangan lain. Paslon no. urut 3 tersebut berhasil meraih perolehan suara 282.531 atau sebesar 54,69 %.

Baca Juga:  Korupsi di Banjarnegara, KPK Bergerak Hingga Purbalingga

Budi Sarwono berdarah China dengan nama Kho Wing Chin. Ia merupakan Ketua Umum Asosiasi Aspal Beton Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Ia juga merupakan pemilik PT BUMIREJO, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Budhi Sarwono Kho Wing Chin adalah seorang mualaf yang masuk Islam pada 1998.

Disamping kesibukannya sebagai bupati dan pengusaha di bidang konstruksi, Budhi Sarwono juga pernah menulis buku. Buku berjudul ‘Saya Mau Jadi Muslim, Enak Jadi Kulinya Allah, Upahnya Gede’, menceritakan titik gelap dalam kehidupannya.

Dalam bukunya tersebut, Budhi mengungkap bahwa ia pernah terjurumus ke dunia narkoba. Dulu, dia adalah seorang pemakai sekaligus bandar narkoba kelas kakap di Purwokerto. Kehidupan kelamnya tersebut perlahan-lahan berubah setelah ia lolos dari hukum dan mengalami pengalaman mengerikan.

Pengalaman yang menjadi titik balik kehidupannya adalah mati suri. Mati suri itu ia alami setelah mengalami overdosis (OD) karena gaya hidupnya di lingkungan narkoba.

Budhi Sarwono pernah menganggap gajinya sebagai bupati terlalu kecil. Ia mengatakan, nominal gaji yang kecil tersebut justru malah berisiko membuat para bupati untuk berbuat nakal. Ia minta gaji dinaikan 20 kali lipat.

Biodata

Tempat/Tgl. Lahir : Banjarnegara, 27 November 1962

Nama Orang Tua : Soegeng Boedhiarto dan Bunda Karolinna alm

Nama Istri : Marwi

Anak :

1. Lasmi Indaryani, SE

2. Dr. Amalia Desiana

Riwayat Pendidikan :

SD : SD NEGERI II KRANDEGAN
SMP : SMP COKROAMINOTO
SMA : SMA COKROAMINOTO

Riwayat Pekerjaan :
Direktur Utama PT Bumirejo Banjarnegara

Riwayat Organisasi

Ketua Umum AABI
Dewan Penasehat GAPENSI BANJARNEGARA
Ketua DPP PITI INDONESIA

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...