Business is booming.

Puan Maharani Trending, Hastag Leader Under 50 Cocok untuk Puan

Saya FISIP UI, kamu tau siapa lagi yang FISIP UI? Puan Maharani.

Ketua DPR Puan Maharani trending bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Hastag #LeaderUnder50 tampaknya pas untuk Puan Maharani.

Diantara capres 2024 yang beredar Puan memang masih berusia di bawah 50 tahun, persisnya 49 tahun.

Bandingkan dengan Ganjar Pranowo Gubenur Jateng yang ulang tahunnya bertepatan dengan hari sumpah pemuda 53 tahun.

Anies Baswedan (52 tahun), Erick Thohir (51 tahan), Ridwan Kamil (50 tahun) bahkan Prabowo Subianto 70 tahun.

Puan Maharani lahir 6 September 1973 (49 tahun), saat dilantik menjadi Ketua DPR berusia 46 tahun.

Ia menjadi Ketua DPR perempuan pertama dan termasuk termuda dan sebelumnya Menteri Koordinator termuda.

Berikut Cuitan Netizen tentang Puan Maharani

@BL4rrrrr: Peran Pemuda sangat penting dalam mengisi Pembangunan dan mempertahankan Kemerdekaan Bangsa. Generasi Muda hrs mempunyai karakter yg kuat utk membangun Bangsa, memiliki kepribadian dan semangat Nasionalisme yg tinggi. Puan Maharani. Puanesia #LeaderUnder50

@NdoroB31: Bulan Oktober menjadi salah satu bulan istimewa di Indonesia #LeaderUnder50

@fellyn06: Puan Maharani berharap, agar para generasi muda ini berperan aktif menjaga identitas kita sebagai bangsa Indonesia. #LeaderUnder50

@triwul82: “Spirit api Sumpah Pemuda tidak boleh padam, bahkan tdk boleh meredup sedikit pun. Untuk itu, generasi muda penerus masa depan bangsa, jng pernah bosan untuk berbicara ttg kebinekaan dan persatuan,” kata Puan Maharani dalam momen peringatan 93 TH Sumpah Pemuda. #LeaderUnder50

@artemisionne: saya FISIP UI, kamu tau siapa lagi yang FISIP UI? Puan Maharani.

@tr29icha: Puan yakin kita bisa menghadapinya dengan bijak, dengan semangat optimis mampu bangkit. Pemuda Indonesia punya peran. #LeaderUnder50 Puan Maharani Puanesia

Baca Juga:  Pelacur Trending, Netizen Berdebat Soal Pas Tidaknya Istilah Pelacur

Profil Puan Maharani
Dr. (H.C.) Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi, S.Sos lahir 6 September 1973.

Ia adalah seorang politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2019–2024.

Puan merupakan perempuan pertama dan orang termuda ketiga, setelah Achmad Sjaichu dan I Gusti Gde Subamia, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR secara tetap. Ia berusia 46 tahun saat dilantik.

Sebelumnya, ia merupakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia antara 2014 hingga 2019, dalam prosesnya juga menjadi perempuan pertama dan orang termuda yang pernah menjabat sebagai menteri koordinator.

Puan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI pada 2012 hingga 2014.

Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, perdagangan, koperasi, dan usaha kecil menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP DPR.

Sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), ia pertama kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009.

Ia menjabat sebagai ketua fraksi partai dari 2012 hingga terpilih sebagai menteri pada 2014.

Ia adalah satu dari delapan perempuan yang terpilih sebagai menteri dan satu-satunya menteri koordinator perempuan.

Ia kembali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilu 2019.

Puan adalah anak bungsu dan satu-satunya putri mantan presiden dan pemimpin PDI-P saat ini Megawati Sukarnoputri, dan cucu dari presiden pertama Indonesia Sukarno.

Ayahnya, Taufiq Kiemas, adalah seorang politikus yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari 2009 hingga kematiannya pada 2013.

Puan mendompleng nama besar kakeknya Bung Karno dan digadang gadang ibundanya Megawati Sukarnoputri menjadi calon presiden 2024 yang dicalonkan oleh PDIP walaupun tingkat elektabilitasnya sangat jauh berada dibawah tingkat elektabilitas kader PDIP lainnya yaitu Ganjar Pranowo yang sekarang menjabat gubernur Jawa Tengah.

Baca Juga:  15 Agustus HUT Provinsi Jateng, Kepak Sayap Jawa Tengah Trending
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...