Business is booming.

SPBU Trending, Harga BBM di Sorong Mahal, Satu Harga Hanya di SPBU

BBMnya sih satu harga, tp apa gunanya satu harga kalau pertalitenya tidak ada di SPBU

SPBU trending, salah satunya diduga karena berita CNN Indonesia dengan judul Harga BBM Pertalite Rp 50.000 per Liter di Sorong.

Nah, oleh Muhammad Said Didu judul itu langsung disimpulkan bahwa naraso harga BBM satu harga di Jawa dan Papua kini ternyata berbeda.

Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Sudirman Said itu langsung membuat cuitan, melalui akun @msaid_didu

“Selamat menikmati BBM satu harga Harga.”

Seorang netizen @Havidz73 membalas cuitan @msaid_didu ketika ada yang mengkritik bisa aja narasi ente … kl penjual bensin eceran sih se enak udelnya aja mau naikin harga

Namun @msaid_didu langsung membalasnya “Dari dulu juga begitu. Makanya kalau jujur bhw BBM satu harga itu di SPBU. Dan itu sejak orde baru. Makanya jangan suka buat janji ngibul.”

Maka SPBU pun trending, berikut cuitan netizen

@hipohan: BBMnya sih satu harga, tp apa gunanya satu harga kalau pertalitenya tidak ada di semua SPBU Sorong ? Alhasil masyarakat beli di pengecer 30K/ltr.

@doelpaten: Sejak jaman Soeharto, harga bensin memang sudah 1 harga di SPBU…

@herlinarina842: Nah ini dia vidionya..HARGA BBM dr jaman ORBA klo beli di SPBU HARGA SAMA SELURUHNYA DIMANAPUN.. jangan samakan SPBU dengan eceran diluar atau pertamini PEMBODOHAN PUBLIK BILA MULAI JAMAN JKW HARGA BBM SATU HARGA

@saidi_sudarsono: Orang yang berdebat tentang harga bbm di SPBU antara Papua dan Jawa itu sebenarnya tidak tahu Papua. Hanya tahu krn katanya. Dianggap Papua itu hanya Jayapura, Sorong, atau Manokwari. Bbm di SPBU di Jayapura, Sorong, dan Manokwari dg jawa ya sama saja. Sejak dulu sama dg Jawa.

@masHar_Sorong: sampai hari ini masih antre di semua SPBU Kota dan Kabupaten Sorong… sejak tahun 1980 bermukim di sini, saya baru mengalami kelangkaan BBM separah ini.

Baca Juga:  Netizen Ajak Ozil Mampir Usai Beri Ucapkan Selamat HUT Indonesia

@Irwan2yah: Kelangkaan BBM (bensin, premium) di kota Sorong membuat orang yang mau isi BBM di SPBU harus rela mengantri panjang karena di eceran pun harganya juga terlihat mahal, yang biasanya dijual Rp 15.000 per botol kini dijual Rp 50.000 per botol. Semoga cepat normal kembali.

Tentang Kelangkaan BBM di Sorong

Harga BBM jenis Pertalite tembus Rp50 ribu per liter di Sorong, Papua Barat. Kenaikan harga BBM oleh pengecer di sepanjang jalan di Kota Sorong terjadi karena kelangkaan di sejumlah SPBU sejak Jumat (5/11).

Semula harga Pertalite di tingkat pengecer dibanderol Rp30 ribu per liter. Namun, harganya terus bergerak naik menyentuh Rp50 ribu per liter pada Sabtu (6/11) sore.

Hamid Amaro, salah satu pengecer BBM di Jalan Malanu, Sorong, mengaku memanfaatkan momen tersebut untuk mencari keuntungan, mengingat antrean panjang di seluruh SPBU Sorong, termasuk semakin banyak orang yang memilih membeli eceran.

Untuk mendapatkan Pertalite, Hamid menuturkan rela mengantre sejak pagi hari hingga menjelang siang hari bersama konsumen lainnya. Kemudian, pasokan yang didapatnya itu dijual kembali.

Unit Manager Communication, Relations, dan CSR Regional Papua Maluku PT Pertamina Sub Holding Commercial Trading Edi Mangun menegaskan bahwa saat ini pasokan BBM di Sorong sudah kembali normal melayani masyarakat.

Kelangkaan pasokan sempat terjadi karena rotasi kapal tanker pengangkut BBM milik Pertamina untuk wilayah Papua, Papua Barat, dan Maluku. “Ini akibat cuaca buruk,” ujarnya, dilansir Antara, Minggu (7/11).

Pergerakan kapal dari satu titik ke titik lainnya, Edi melanjutkan terkendala cuaca, sehingga mengakibatkan keterlambatan pendistribusian. Oleh karena itu, tim terminal pengisian BBM mengendalikan pasokan.

Namun, ia mengklaim pengisian BBM di Jayapura, Wayame, dan Sorong, serta depot lainnya telah dikoordinasikan agar situasi kelangkaan yang terjadi dapat kembali normal.

Baca Juga:  SPBU Trending, Kenapa Toilet SPBU Shell Gratis, Bersih, Pertamina Tidak?

“Kami meminta maaf atas terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak di wilayah Sorong,” terang dia.

Terkait penjualan eceran yang mencapai Rp50 ribu per liter, Edi menambahkan bahwa kewenangan untuk menindak dan memproses hukum tidak berada di pihaknya. Tetapi, kepolisian dan penegak hukum lainnya sesuai peraturan yang berlaku.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...