Business is booming.

Hastag Save Kurma Trending, karena Bisnis Kurma Dikaitkan Teroris?

Kasihan kurma dan kotak amal, dosa apa mereka ya sampai dijadikan teroris?

Hastag Save Kurma atau #SaveKurma trending menyusul tuduhan bisnis kurma digunakan oleh terduga teroris untuk membiayai misinya.

Kelompok yang dimaksud adalaj Jaringan Islamiyah (JI) yang disebut mendanai aktivitasnya melalui bisnis kurma.

Dan pernyataan tersebut keluar dari Densus 88 yang sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan bahwa jaringan teroris di Indonesia menggunakan Kotak Amal untuk membiayai aktivitasnya.

Julukan IslamPhobia kepada lembaga antitror Polri tersebut seolah menjadi lengkap.

Ada pun berita yang banyak dikaitkan dengan trending #SaveKurma adalah berita yang dibagikan @CNNIndonesia

Judulnya” Densus Sebut Jamaah Islamiyah Cari Dana Lewat Bisnis Kurma

Berikut cuitan balasan netizen terhadap berita @CNNIndonesia dan #SaveKurma

@AD1T_RG: Ada2 aja ini densus, sblm lebaran gw bisnis kurma dan alhamdulillah keuntungan buat makan sehari2. Krn gw nganggur sejak awal pandemi, tp knp skr bisnis kurma dikaitkan dgn terorisme.

@PetaniNgaji: Kurma, kotak amal, bhs Arab, tahfidz, Al Quran, Tafsir Ibnu Katsir, Ndak sekalian saja : shalat, puasa, zakat, haji, … nanggung. Sementara yg jual senjata ke OPM, yg menyerang puskesmas dan nakes secara brutal, yg membantai TNI, lolos dari ciri2 teroris versi densus.

@boedi0n0: Kurma sekarang yg kena. Besok2 bisnis jual beli pasir nih.

@haidarmumtaz1: Kotak amal..jual kurma …besok kira2 apalagi yak..?

@amelkoto: Jangan2..air zamzam sebentar lagi..aduuuh..syapek deh..

@rohfakboi: kalo investasi dari arab itu dana teroris bukan ?

@zeirosyada: Kasihan kurma dan kotak amal, dosa apa mereka ya sampai dijadikan teroris. #SaveKurma

@kasamago: Fix.. mereka bukan pemberantas teroris. Tapi mereka lah teroris itu sendiri. Wahai masyarakat Nusantara,Sadarlah dan kritislah. Jangan tertipu framing media yg kian usang.. Fakta adalah Musuh Kebenaran. #SaveKurma


Tentang Tudingan Bisnis Kurma

Baca Juga:  Persija Coreng Rekor Tak Terkalahkan Persib, Maung Kurang Beruntung?

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebut jaringan Jamaah Islamiyah (JI) turut menggunakan bisnis kurma untuk mendanai aktivitas terorisme.

Pendapatan dari bisnis kurma dialirkan ke Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

“Seperti wakaf produktif kebun kurma seluas kurang lebih 4 hektare di lampung yang dikelola S, hasil panen dimasukkan dalam hasil pendapatan ABA pusat,” kata Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88, Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, Senin (8/11).

Aswin mengatakan bahwa tanah yang dipakai sebagai kebun kurma berasal dari hibah perorangan. Pemberi hibah juga merupakan anggota JI.

Aswin mengatakan JI juga memiliki sejumlah donatur tetap yang membantu pembiayaan lembaganya. Mereka juga mengirimkan proposal program kepada tokoh-tokoh masyarakat.

LAZ BM ABA, kata Aswin, turut menghimpun dana via internet dengan mencantumkan nomor rekening di website dan blogspot yayasan.

Mereka mempromosikan program bantuan masyarakat seperti ke Palestina hingga donasi bencana alam agar masyarakat tergerak hatinya untuk menyumbang.

Melalui BM ABA, mereka menyebarkan 13 ribu kotak amal serta 19 ribu kaleng sumbangan bertajuk Gerakan Sehari Seribu ke seluruh Indonesia.

Menurut Densus, Yayasan ini tercatat memiliki 13 cabang kantor perwakilan yang tersebar di sejumlah kota-kota besar di Indonesia. Yayasan ini, kata Aswin, telah berdiri sejak 2004 lalu dan disahkan melalui SK Menteri Kemenhukam RI NO C-701.HT.01.02 TH 2005.

“Jumlah pengurus inti Yayasan Abdurhaman bin Auf yang merupakan anggota Jamaah Islamiah JI berjumlah sekitar 81 orang dengan jabatan struktural wajib merupakan anggota Jamaah Islamiah (JI),” kata Aswin.

Dana yang terkumpul digunakan untuk mengirim kader-kader JI ke sejumlah negara syam atau konflik untuk melakukan agenda yang diberi nama Jihad Global. Misalnya negara yang dituju seperti Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Baca Juga:  Sirkuit Mandalika dengan 17 Tikungan Tajam, Jokowi: Semuanya Sulit

Di sana, kader-kader akan dilatih untuk meningkatkan kemampuan militernya ataupun menjalin komunikasi dan berdiplomasi dengan kelompok-kelompok radikal lainnya.

Staf Khusus Menteri Agama, Nuruzzaman memastikan bahwa Lembaga Amil Zakat Abdurrohman bin Auf (LAZ ABA) yang diduga menghimpun dana terkait dengan tindakan pidana teroris sebagai lembaga zakat ilegal.

Nuruzzaman memastikan bahwa perizinan LAZ ABA sudah dicabut sejak Januari 2021 lalu. Sebab, lembaga itu tidak memiliki izin operasional.

Ia mengatakan bahwa LAZ ABA memiliki kantor pusat di DKI Jakarta. Karenanya, pencabutan izin diterbitkan oleh Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...