Business is booming.

Bikin Nirina Zubir Walk Out, Netizen Usul TV One Kembali ke Lativi

Mending TV one balik lagi dah jadi lativi kids,lebih bermartabat. LOL!

TV One bermasalah dengan artis Nirina Zubir. Netizen pun cenderung membela sang artis.

Mereka lalu mengusulkan TVOne kembali ke Lativi saja sebagai bahan candaan.

Betapa tidak, Nirina Zubir sedang ditimpa masalah kasus tanah dimana sertifikat tanah milik ibunya dibikin balik nama tanpa izin oleh mantan pembantunya Riri Khasmita.

TVone pun mengundang Nirina untuk membahas kasusnya.

Nirina meluangkan waktu dan tenaga untuk acara tersebut.

Ternyata Nirina merasa dijebak dengan hadirnya pengacara Riri yang diklaim tak sesuai kesepakatan.

Meski pun membantah tak menjebak dan atas nama demi kaidan pemberitaan hingga praduga tak bersalah, netizen merasa TVone mau menang sendiri.

Karena itu mereka mengusulkan TV One kembali ke asalnya yakni Lativi.

Salah satu acara Latvi pada masanya
@FriendlyFrost

Berikut cuitan sejumlah netizen terkait Lativi.

@MadSapu1: Lah aneh TV one mau menang nya sendiri Secara gak jelas juga pengacara tersangka ngomong apa? Di tanya apa? Jawab nya apa? TV ONE balik jadi Lativi aja dah tayangin sponge bob paling aman dah itu

@sinematografis: TVOne udah kataku kamu balik Lativi aja muterin kartun Nickelodeon kayak Spongebob, Dora, The Wild Thornberrys, Chalkzone, Rugrats dan Fairy Odd Parents. MrFrost Mikrofon studioTelevisi podcast

@NafaApriliyanto: Dear TV ONE kalian ini sebuah stasiun tv besar dan media media besar, kenapa kalian seperti mengadu domba ? Narasumber yg katanya pengacara tersangka ditanya apa malah jawab kemana. Mending kalian balik jadi Lativi lagi, tanyangin acara kartun + smack down kaya dulu lagi #TVOne

@manmusic_store: Mending TV one balik lagi dah jadi lativi kids,lebih bermartabat. LOL!

@ArezaGilang: Nirina Zubir itu orang TV udah lama, lamaan dia daripada umur stasiun TV anda halo TV one, tuaan kalian kalo digabung sama lativi dengan program andalan smackdown dan komedi tengah malam

@sapiginuk: Mulai dari yang bersmasalah dengan bonek, disemprot ahok, sampai Puncaknya adalah ketika menayangan hasil quick count dari lembaga survei ghoib 2014. Tv ex Lativi ini memang selalu merasa paling bener dalam menyajikan berita.

Baca Juga:  Lapor Pak Trending, Anies Baswedan Kena Roasting Telak Kiky Saputri

@termewdinamika: tv one mending balik jadi lativi aja dah

@__Uchup: Mungkin program tv one “apa kabar malam” ini, regenerasi dari program lativi “komedi tengah malam”. Wajah dengan mata berputar

TV One Trending

Seperti diberitakan sebelumnya TV One trending. Walk outnya artis Nirina Zubir menjadi pangkal pembicaraan trending TVone.

Nirina yang sedang ditimpa kasus penjualan sertifikat tanah milik ibunya oleh mantan pembantu, diundang TVOne dalam Program Apa Kabar Indonesia Malam untuk membahas kasusnya.

Mantan pembantu ibunya tersebut bernama Riri Khasmita kini ditangkap polisi.

Adapun tema di TV One adalah Rumah Ditilap Mafia Tanah, Nirina Menggugat.

Ternyata dalam perjalanan acara, Nirina memilih Walk Out karena merasa tak cocok dengan pengacara Riri yang dianggap tak sesuai kesepakatan awal.

Kekecewaan Nirina pun disampaikan melalui akun Instagram @nirinazubir_

Nirina mengaku kecewa karena merasa dijebak TV One untuk tampil bersama pengacara yang tak jelas dan mengaku sebagai kuasa hukum dari Riri.

“Nirina nggak mengerti, maksudnya Nirina udah memberikan waktu banyak untuk TV ONE dari jam 5.30 WIB pagi, untuk memberikan wawancara dan juga semua pikiran serta pengalaman Nirina di TV ONE,” ungkap Nirina di Instagram Stori, Kamis (18/11).

“Tapi apa yang terjadi, TV One menjebak Nirina, live bersama seseorang yang mengaku kuasa hukum dari tersangka, Riri Khasmita, dan yang kita ketahui itu bukan dia,” sambung Nirina.

Ia juga heran karena stasiun TV sebesar TV One bisa memberikan panggung untuk pengacara yang tidak jelas.

“Kalau dia itu pengacara baru, ayo lah pasti banyak pengacara-pengacara yang bermunculan di saat seperti ini, tapi masa dikasih panggung sih sama TV One?,” kata Nirina.

Dalam acara diskusi tersebut pengacara Riri bernama Syahruddin memang tampaia k tak terlalu menguasai masalah.

Misal saat menyebut ada dua orang dari pihak keluarga yang ikut menandatangani kasus sertifikat tanah.

Namun begitu ditanya Syahruddin mengaku lupa dan tak membawa data.

Baca Juga:  Daftar Ucapan HUT RI di Masa Pandemi dan Kutipan dari Para Tokoh RI

Akhirnya kekecewaan Nirina memuncak, bersama pengacaranya ia meninggalkan acara diskusi.

TV One melakukan klarifikasi atas kekecewaan Nirina sehingga melakukan Walkout.

Juga melalui akun istagram @tvonenews, penanggung jawab Program Apa Kabar Indonesia Malam Eduardus Karel Dewanto membantah telah menjebak Nirina.

Alasan menghadirkan pengacara tersangka, semata mata untuk memenuhi kaidah pemberitaan yang seimbang dan menghormati asas praduga tak bersalah.

Sejak awal dialog, sebut Eduardus, seluruh narasumber sudah diperkenalkan presenter.

“Saat itu, Mbak Nirina juga bersedia berdialog dengan pengacara tersebut.”

Tentang Lativi

PT Lativi Media Karya beroperasi sebagai tvOne adalah sebelumnya bernama Lativi.

Latvi adalah jaringan televisi ini didirikan pada tanggal 30 Juli 2002 pukul 16:00 WIB oleh Abdul Latief dan dimiliki oleh ALatief Corporation.

Pada saat itu, konsep penyusunan acaranya banyak menonjolkan masalah yang berbau klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya.

Sejak tahun 2007, saham mayoritasnya dimiliki oleh Grup Bakrie (melalui PT Visi Media Asia) yang juga memiliki stasiun televisi antv, dan Abdul Latief tidak lagi berada dalam kepemilikan sahamnya.

Pada tanggal 14 Februari 2008 pukul 19:30 WIB, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne, dengan komposisi 70 persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan. Direktur Utama tvOne saat ini adalah Ahmad R. Widarmana.

Siaran percobaannya mulai berlangsung sejak Januari 2002 di DKI Jakarta, dan resmi diluncurkan pada 30 Juli 2002.

Siaran Lativi awalnya dapat dinikmati di tujuh kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan dari petang hingga malam hari.

Untuk menyukseskan stasiun televisi baru ini, Latief sebelumnya sudah merekrut bekas orang-orang yang pernah terlibat dalam dunia penyiaran seperti Chrys Kelana dari RCTI.

Latief sendiri awalnya cukup optimis dengan kehadiran Lativi: pada 2003, ia mengklaim bahwa Lativi akan menjadi stasiun televisi swasta pertama (dari 5 televisi baru) yang mencapai titik impas-nya di akhir tahun tersebut.

Awalnya, Lativi tidak dimaksudkan sebagai stasiun televisi yang cenderung pada kelas bawah dan menyiarkan program-program agak keras (lebih bersifat umum layaknya stasiun televisi lain) seperti menayangkan sinetron film Barat atau film Mandarin, dan bahkan sempat mencoba dengan tayangan edukatif dokumenter berbahasa Inggris.

Baca Juga:  Chen EXO Tengah Menantikan Anak Kedua, yang Trending Istrinya

Lativi juga sempat menggandeng Nickelodeon untuk menyiarkan acara kartun darinya seperti Dora The Explorer, SpongeBob SquarePants, dan Blue’s Clues (kemudian pindah ke Global TV) pada tahun 2004.

Di bulan Ramadan, Lativi juga dikenal dengan acara Pildacil (Pemilihan Da’i Cilik) yang cukup populer dan ditayangkan beberapa kali.Lativi juga menyiarkan Liga Italia Serie A pada tahun 2004 hingga 2005.

Namun, seiring dengan sulitnya mencari keuntungan dan terus merugi (Rp 10-20 miliar/bulan), maka stasiun ini pun sejak 2004 mulai mencoba menyiarkan acara-acara yang kontroversial (terutama pada malam hari).

Acara tersebut banyak yang berbau erotisme (seperti Layar Tancap, Bisikan Nafsu, acara dangdut dan Komedi Tengah Malam) kekerasan (seperti WWE SmackDown yang pernah memakan korban dari anak-anak), mistis (seperti Pemburu Hantu dan Rahasia Alam Gaib), dan berita kriminalitas yang vulgar seperti Brutal dan Tikam.

Tidak pelak, hal itu menimbulkan polemik dan kontroversi di berbagai kalangan masyarakat.

Setelah diakuisisi Bakrie, pada 2007 Lativi mulai mengurangi acaranya yang kontroversial, namun masih tetap menayangkan acara hiburan seperti drama Asia, kartun dan lainnya.

Pada September 2007, Lativi berhasil mendapatkan hak siar Liga Utama Inggris 2007-2008.

Salah satu bentuk perubahan pasca beralih kepemilikan ada pada logo Lativi, dimana logo rajawali ALatief Corporation dihilangkan dan hanya menjadi tulisan “Lativi” saja.

Mulai Kamis, 14 Februari 2008 pukul 19:30 WIB, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne.

Kepastian peresmian nama baru ini disampaikan Direktur utama dari tvOne, Erick Thohir, dalam jumpa pers Rabu, 13 Februari 2008.

Perubahan nama ini adalah upaya strategi manajemen untuk memberikan sesuatu yang berbeda di industri pertelevisian Indonesia.

Peresmian tvOne akan dilaksanakan di Plenary Hall, Gedung Jakarta Convention Center, dan ditayangkan secara langsung di tvOne mulai pukul 19:30 WIB.

Peresmian tvOne juga dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...