Business is booming.

Gibran dan Rachmat Kaimuddin Sama-sama Trending, Terkait Bukalapak dan Teguran Ongkir Gojek

Gibran Mengingatkan Ongkir Gojek Jangan Memberatkan UMKM

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengundurkan diri dari jabatannya menjadi salah satu berita populer sepanjang Rabu (29/12).

Selain itu, ada juga berita soal Wali Kota Solo Gibran Rakabuming yang menegur Gojek lantaran tarif ongkir yang mahal. Berikut adalah rangkuman berita trending yang dilakukan oleh Kumparan,Com.

Pengunduran diri Rachmat Kaimuddin terbilang sangat mendadak karena pada Kamis (9/12) dia baru saja menggelar temu media.

Adapun pengunduran diri tersebut disampaikan Corporate Secretary PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Perdana A Saputro.

Menurutnya, surat pengunduran diri Rachmat Kaimuddin diterima Perseroan pada Selasa, 28 Desember 2021.

“Pengunduran diri tersebut akan ditindaklanjuti dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” demikian dinyatakan Perdana dalam surat ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/12).

Dalam keterbukaan tersebut, Perdana tidak menjelaskan alasan mundurnya Rachmat Kaimuddin dari posisi CEO Bukalapak. Namun belakangan, Perdana menjelaskan bahwa Rachmat berencana akan bekerja untuk pemerintah.

“Segenap Dewan Komisaris dan Manajemen Bukalapak menyatakan penghargaan tertinggi serta apresiasi atas kontribusi Rachmat selama 2 tahun ini. Berdasarkan informasi dari surat pengunduran diri, Rachmat berencana akan melakukan pengabdian negara dengan bekerja untuk pemerintah,” ujarnya.

Gibran Protes Ongkir Gojek

Sementara Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengaku menegur Gojek baru-baru ini. Ia meminta Gojek menurunkan ongkos kirim (ongkir) agar UMKM terbantu, terutama yang bergerak di bidang usaha makanan dan minuman.

Baca Juga:  Persija Day Berkumandang, Jak, Anggap Semua Lawan Adalah Persib

“Kemarin saya tegur itu Gojek, delivery fee jangan kemahalan. Kalau kemahalan lama-lama mematikan UMKM kita terutama yang F&B (food and beverage),” begitu keluh kesah Gibran.

Gibran berbicara seperti itu dalam Seminar Nasional bertajuk Tantangan Milenial Merebut Peluang Akses Pembiayaan Dalam Ekosistem UMKM dan Ekonomi Hijau yang disiarkan secara virtual, Selasa (28/12).

“Kemarin saya tekankan seperti itu. Kita mau bekerja sama tapi jangan memberatkan kita,” kata Gibran.

Gibran juga mengatakan, Pemerintah Kota Solo tak takut ditinggal Gojek. Pihaknya mengaku bisa saja membuat aplikasi serupa. Ia ingin kolaborasi Pemkot Solo dengan Gojek berdampak positif untuk UMKM.

“Pemkot Solo ini punya kekuatan untuk membuat aplikasi serupa sendiri. Jadi saya enggak takut ditinggal mereka, tapi tidak menutup kemungkinan kolaborasi dengan mereka,” ujarnya.

Menanggapi protes Gibran, Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, menyampaikan tanggapannya. Nila mengatakan pihaknya memiliki komitmen kuat untuk memajukan usaha lokal, termasuk para merchant, yang 90 persen merupakan UMKM.

Gojek mengeklaim memiliki Delivery Fee (ongkos kirim/ongkir) yang kompetitif. Tarif tersebut tidak hanya terjangkau bagi konsumen, tetapi juga mampu memberikan peluang peningkatan order bagi mitra driver dan mitra UMKM, terutama untuk pemesanan kuliner dalam jarak dekat.

“Prioritas kami adalah untuk dapat memberikan manfaat terbaik bagi seluruh pihak di seluruh ekosistem Gojek di seluruh daerah kami beroperasi,” ujarnya.

Nila menegaskan Gojek selalu terbuka dan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya mendukung kemajuan UMKM di daerah setempat termasuk perkembangan startup lokal. “Kami juga senantiasa taat, berkoordinasi, dan bekerja sama dengan instansi pemerintah dalam menjalankan kebijakan yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...