Business is booming.

Fakta Presiden Jokowi Stop Ekspor Bahan Mentah dengan Risiko Apa Pun

Setelah nikel, kita akan segera hentikan ekspor bauksit, tembaga, selanjutnya emas

Presiden Jokowi pastikan stop ekspor bahan mentah apapun risikonya.

Ia menghentikan satu per satu ekspor bahan mentah karena dianggap sebagai kegiatan yang cenderung merugikan negara.

Hal itu disampaikan presiden Jokowi dalam sambutan acara pelepasan ekspor perdana 2022 smelter Grade Alumna produksi PT Bintan Alumina Indonesia.

Ekspor dilakukan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintang, Provinsi Kepulauan Riau.

Tentang stop ekspor bahan mentah memang kerap disampaikan Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan.

Bahkan meski dikritik dunia, ia tetap nekat menghadapinya.

Hal itu tercermin dalam berbagai cuitan yang pernah dibagikan seperti di bawah ini.

@jokowi: Jan 26, 2022, Pejabat pemerintah Indonesia. Pelepasan ekspor perdana tahun 2022 smelter grade alumina produksi PT Bintan Alumina Indonesia di KEK Galang Batang, Bintan, kemarin. Saya mengapresiasi perusahaan yang telah berani melakukan hilirisasi industri bahan mineral dan tambang seperti ini.

@jokowi: Jan 17, 2022: Pandemi Covid-19 tidak boleh menghentikan transformasi besar ekonomi oleh pemerintah, yakni ekonomi yang memiliki nilai tambah tinggi. Kita mulai dengan menghentikan ekspor nikel bahan mentah, diganti bahan jadi dan setengah jadi. Setelah nikel, menyusul bauksit, tembaga, dsb.

@jokowi: Jan 3, 2022, Ekspor kita naik setinggi itu salah satunya karena kita menghentikan ekspor bahan mentah dari minerba yaitu nikel. Dulu, ekspor nikel kita hanya 1-2 miliar dolar AS saja. Akhir tahun 2021, ekspor nikel kita USD20,8 miliar. Hilirisasi menjadi kunci dari kenaikan ekspor kita.

Baca Juga:  Hastag Telegram Trending, Aplikasi Itu Sedang Down, Netizen Mengeluh

@jokowi: 27 Desember 2021, Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan hilirisasi industri sektor pertambangan dengan menghentikan ekspor bahan mentah secara bertahap. Setelah nikel, kita akan segera menghentikan ekspor bahan mentah bauksit, lalu tembaga, selanjutnya emas, dan kemudian timah.

@jokowi, Nov 19, 2021: Pemerintah terus mendorong program hilirisasi industri dengan mengurangi ekspor bahan mentah. Kita ingin ada nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja. Selain itu, pengintegrasian bahan mentah penting agar kita mampu membuat barang jadi dengan bahan mentah milik sendiri.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menegaskan bakal terus menghentikan ekspor bahan mentah satu per satu apapun risikonya.

“Dengan risiko apapun, satu per satu (ekspor bahan mentah) akan saya stop,” kata Jokowi dalam pernyataannya pada Selasa (25/1/2022).

Pernyataan itu ia sampaikan dalam sambutannya pada acara pelepasan ekspor perdana 2022 smelter grade alumina produksi PT Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

“(Ekspor) bijih nikel stop, kita digugat WTO, silakan gugat. Nanti stop ekspor bauksit, stop, mesti ada gugatan, silakan gugat. Enggak apa-apa, kita hadapi,” imbuhnya seperti dikutip Kompas TV.

Jokowi mempunyai cukup alasan pemerintah memilih menghentikan ekspor sejumlah bahan mentah ke luar negeri tersebut.

Menurut dia, jika tidak segera dihentikan, maka Indonesia akan menjadi negara pengekspor bahan mentah, di mana hal itu sudah terjadi sejak zaman VOC.

“Kalau enggak, sejak zaman VOC sampai kapanpun, kita akan menjadi pengekspor bahan mentah, bahan mentah, enggak rampung-rampung,” ujarnya.

β€œPala, coklat semuanya. Rempah-rempah semuanya. Yang menikmati yang punya nilai tambah, yang menikmati yang punya industri,” tambahnya.

Ia kembali menyampaikan yang paling penting dari hilirisasi industri adalah tidak lagi mengekspor bahan mentah.

Baca Juga:  Ini Alasan Jokowi Tunjuk Zulhas dan Hadi Tjahjanto dalam Reshuffle Kabinet

Indonesia harus mulai segera mengekspor barang-barang jadi atau setengah jadi.

“Kemarin saya baru saja dari Muara Enim, untuk meletakkan batu pertama pembangunan industuri DME, Dimetil eter, yang itu nanti dipakai untuk LPG,” ujar Jokowi.

β€œIni juga sama, kita ekspor bahan mentah batu bara, mentahan terus, mentahan, mentahan, mentahan, padahal yang namanya batu bara itu bisa menjadi metanol, bisa menjadi DME,” katanya.

Lebih lanjut, Jokowi kembali menegaskan kepada semua pihak untuk mulai berhenti berpikir mengekspor bahan mentah.

“Ini yang dibutuhkan rakyat. Jangan sekali lagi berpikir ekspor bahan mentah, ekspor bahan raw material, ekspor nikel ore, enggak ada,” tutur Jokowi.

“Pola pikir kita harus kita ubah. Ini harus menjadi negara industri kalau kita mau maju. Karena nilai tambahnya ada di situ,” katanya, menegaskan.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...