Business is booming.

Polisi Pastikan Tidak Lepaskan Pelaku Pencabulan di Polres Pamekasan

Pelaku Ditangkap Saat Hendak Menghadiri Undangan Pengajian

Polres Pamekasan, Madura, trending.

Satuan kepolisian tingkat polres itu memang digeruduk massa menyusul penangkapan seorang habib yang juga tokoh agama berinisial YA.

YA diduga melakukan pencabulan terhadap dua anak di bawah umur di Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Sempat berkembang isu pelaku dibebaskan, namun hal itu dibantah pihak kepolisian Pamekasan.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Tomy Prambana menjelaskan bahwa kasus pencabulan diduga terjadi pada September 2021 silam.

Kala itu, pelaku menyuruh korban untuk dipijat.

Setelah itu korban dirayu lalu dicabuli dengan diiming-imingi akan memdapatkan barokah serta awet muda.

Korban melaporkn peristiea itu ke orangtuan. Orangtua korban lantas melapor polisi.

Kepolisian lalu memeriksa sejumlah saksi ketika laporan diterima.

YA sempat dipanggil untuk diperiksa, namun dua kali mangkir alias tidak memenuhi panggilan.

Saat itu dia diketahui pergi ke Jakarta.

Nah, polisi mencium kabar YA datang kembali ke Pamekasan pada 31 Januari lalu.

Saat hendak mengisi ceramah dalam acara pengajian di daerah Sampang, polisi segera menangkapnya.

AKP Tomy Prambana mengungkapkan bahwa pencabulan tidak membuat korban hamil.

Namun para korban menyatakan bahwa pencabulan dilakukan YA lebih dari 1 kali, 2 hingga 3 kali.

Saat ini, katanya seperti dukutip dari youtube offical Inwes, yang bersangkutan, yakni YA ditahan di Mapolres Pamekasan.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Tommy Prambana bantah pencabulan dilakukan YA sampai membuat korban hamil (youtube offical Inwes)

Sebelumnya berkembang isu polisi takkan menangkap pelaku karena dua kali pemanggilan tak juga datang.

Bahkan sempat berkembang isu, korban telah melahirkan seorang anak pada awal November 2021 lalu.

Korban bersama keluarganya sudah melaporkan kasus tersebut Ke Unit PPA Polres Pamekasan, pada 25 November 2021.

Meski begitu pelaku yang kala itu namanya masing simpang siur belum juga ditangkap.

Baca Juga:  Selena Gomez Bintangi Komedi Misteri Only Murders

Kapolres Pamekasan AKBP Rogyb Triyanto sempat diisukan melakukan intervensi.

Ia membantah pihaknya telah melakukan intervensi penyidikan pada kasus dugaan kekerasan seksual pada anak di bawah umur.

Kasus itu diusut Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pamekasan.

Sebelumnya, pengakuan keluarga korban yang disiarkan sejumlah media di Pamekasan.

Kabar yang beredar di kalangan keluarga korban dan masyarakat sekitar lokasi korban menyebutkan, bahwa terlapor pelaku kekerasan seksual pada anak yang korbannya masih berumur 14 tahun tersebut tidak akan ditangkap petugas.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...