Business is booming.

Wadas Melawan Masih Trending, Ini Kabar 40 Warga Ditangkap dan Sisi Lain Kejadian di Wadas

Ada 30 warga dibawa baik2 ke polsek dan disana diperlakukan baik, dikasih makan juga..

#WadasMelawan masih trending.

Informaasi penangkapan warga dan kejadian pengukuran adalah menjadi salah satu diperbincangkan.

Informasi terbaru dari YLBHI dan LBH Yogyakarta, sebanyak 40 warga ditangkap.

Namun informasi dari pemilik akun Dini PoedjiHardianti yakni @DiniHrdianti memberikan presfektif berbeda tentang apa yang sesungguhnya terjadi di Wadas Purworejo, Jawa Tengah.

“Fakta kejadian hari ini jugag banyak yg terdistorsi atau mungkin sengaja tdk ditampilkan,” tulis @DiniHrdianti.

Rilis YLBHI dan LBH Yogyakarta

Berkaitan update dan informasi yang didapat di lapangan, juga berkaitan dengan pemberitaan berdasarkan klaim sepihak dari Kepolisian dan Gubernur Jawa Tengah.

YLBHI dan LBH Yogyakarta ingin menyampaikan pandangan berdasarkan fakta-fakta sebagai berikut:

1. 40 warga ditangkap secara sewenang-wenang dengan cara disweeping.
Bahwa penangkapan terhadap sekitar 40 warga dilakukan oleh kepolisian pada saat warga sedang melakukan istighosah (doa bersama).

Warga yang sedang melakukan istighosah tiba-tiba dikepung dan ditangkap.

Tidak cukup sampai disitu, Kepolisan juga melakukan sweeping dan penangkapan di rumah-rumah warga.

2. Klaim kepolisian yang menyatakan bahwa warga yang ditangkap dengan alasan membawa senjata tajam adalah penyesatan informasi.

Berdasarkan pernyataan Kabid Humas Polda Jateng yang menyatakan alasan penangkapan warga karena membawa sajam dan parang adalah penyesatan informasi.

Pada faktanya berdasarkan informasi dari warga, polisi mengambil alat-alat tajam seperti arit, serta mengambil pisau yang sedang digunakan oleh ibu-ibu untuk membuat besek (anyaman bambu).

Baca Juga:  Profil Brigjen TNI Ali Akhwan, Alumni Akmil 1999 Ketiga Sandang Bintang Satu

3. Klaim Gubernur Jateng, Ganjar yang menyatakan bahwa tidak ada kekerasan adalah pembohongan publik.

Bahwa pernyataan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di beberap media yang menyatakan tidak ada kekerasandan keberadaan kepolisian untuk melakukan pengamanan dan menjaga kondusifitas adalah pembohongan publik.

Pada faktanya pengerahan ribuan anggota kepolisian masuk ke wadas merupakan bentuk intimidasi serta kekerasan secara psikis yang dapat berakibat lebih panjang daripada kekerasan scara fisik.

4. Pengacara Publik LBH Yogyakarta dihalang-halangi dan mendapatkan pengusiran pada saat melakukan pendampingan hukum di Polsek Bener.
Bahwa pihak kepolisian melakukan intimidasi dan menghalang-halangi tugas Pengacara Publik LBH Yogyakarta yang akan memberikan bantuan hukum terhadap warga yang ditangkap.

Pihak kepolisian beralasan bahwa pendampingan hukum tidak bisa dilakukan karena sedang dilakukan proses interogasi dan berdalih ada satu orang terpapar covid-19.

Namun ketika ditanya terkait informasi lebih lanjut, Kepolisian justru melakukan intimidasi dan pengusiran terhadap Pengacara Publik LBH Yogyakarta.

Selain itu di lapangan juga didapati kekerasan secara fisik yang dialami oleh pengacara LBH Yogyakarta yang mendapatkan penganiayaan berupa pukulan beberapa kali.

Tindakan tersebut jelas melanggar Pasal 28 d ayat 1 UUD 1945, Undang-undang Bantuan Hukum, Undang-undang Advokat, dan KUHAP.

Berdasarkan fakta-fakta di atas, YLBHI dan LBH Yogyakarta menyatakan sikap.

1. Tarik mundur aparat Kepolisian dan TNI dari Desa Wadas.

2. Bebaskan warga yang ditangkap atas konflik di Desa Wadas.

3. Hentikan pengukuran di Desa Wadas.

4. Hentikan rencana penambangan Quary di Desa Wadas untuk pembangunan Bendungan Bener.

Sementara itu Dini PoedjiHardianti yang menulis profilnya sebagai pendukung Jokowi sejak jadi Gubernur DKI tahun 2012 membuat utas sisi berbeda tentang apa yang terjadi di Wadas.

Thread dibuat dengan @DiniHrdianti.

Baca Juga:  Partai Demokrat Tentukan Sikap Malam Ini Setelah Merasa Dikhianati Anies dan Surya Paloh

Pengukuran hari ini hanya untuk bidang tanah yang warga pemilik lahannya sudah menyetujui.
Lho sudah ada yang setuju? Oh ada banyak..

2. Data terakhir Dari 617 bidang yang akan dibebaskan di Desa Wadas.
Warga Setuju = 346 bidang
Masih abu-abu = 173 bidang
Menolak = 98 bidang

3. Ratusan warga yang sudah setuju telah menerima uang ganti untung pada awal November 2021 lalu. Dan proses nya dilaksanakan di Kantor PP Resort Office PT PP, Desa Karangsari, Kecamatan Bener, Purworejo.

4. Fakta kejadian hari ini jg banyak yg terdistorsi atau mungkin sengaja tdk ditampilkan. Bahwa hari ini adlh proses pengukuran bidang lahan utk warga yg setuju.
ULANGI : “hanya di lahan warga yg SUDAH setuju. Sdgkan di lahan warga yg blm setuju TIDAK dilaksanakan pengukuran”

5. Tapi mengapa polisi/TNI banyak sekali ?
Karena pd pengukuran sblmnya selalu dihalang-halangi oleh warga yg kontra. Warga yang sudah setuju jadi takut karena diintimidasi dan diancam macam2.
Makanya, muncul permintaan pengamanan dari warga dan petugas BPN.

6. Ini video rombongan petugas BPN bersama warga pemilik lahan dikawal polisi menuju tanah yg akan diukur. Baik2 saja kan kondisinya ?

Knp aktivis tdk posting video ini ?

Krn tdk mendukung narasi mrk yg menggambarkan situasi panas, bentrok, geger, shg bisa teriak alerta alerta..

7. Kenapa tadi pagi ada yang ditangkap ?
Karena memprovokasi warga. Provokator hrs diamankan dulu dong.. bukan ditangkap. Cuma dibawa ke Polsek aja, dibawa baik2 dan disana diperlakukan baik, dikasih makan juga..

8. Kok katanya ada bentrok ?
Tidak ada bentrok. Hanya saja ketika petugas BPN datang, dihadang 30-an warga kontra. Bahkan polisi yang menengahi malah dilempari batu. Akhirnya 30-an orang itu dibawa ke polsek sekalian. Ketika diperiksa, ada yang bawa sajam..

Baca Juga:  Profil Brigjen Pol Drs Eddy Hermanto, Akpol 1990, Auditor Kepolisian Utama TK II

9. Menjelang siang, situasi di lapangan sdh kondusif. Petugas BPN sdh bisa melaksanakan pengukuran di 5 titik. Aman kok…

10. Bagi yg blm tahu, Desa Wadas ini ceritanya mau diambil quarry nya, mau ditambang bebatuannya utk digunakan pembangunan Bendungan Bener.
Jelas lho, utk bendungan milik Negara yg manfaatnya utk rakyat byk. Jd mohon lah, bagi yg berkepentingan ya damai aja jgn sk manas2i rakyat

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...