Business is booming.

Profil Prof Anwar Sanusi Phd, Sekjen Kemenaker Sejak 2020

tahun 2014 hingga 2020, kajian kebijakan publik membahas tentang kebijakan perdesaan sangat minim

Lengkap sudah gelar sekjen yang disandang Anwar Sanusi yang kini menjabat Sekjen Kemenaker.

Pria kelahiran 17 November 1968 dikukuhkan sebagai professor Ilmu Kebijakan Publik FISIP Universitas Brawijaya, Sabtu (19/3/2022).

Dalam pidato pengukuhannya yang mengangkat tema “Multi-level Collaborative Governance: Sebuah Pendekatan Baru dalam Mewujudkan Desa Mandiri di Era Digital”.

Tema desa yang ia sampaikan karena Anwar Sanusi sebelumnya lama berkarier di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal , Dan Transmigrasi RI.

Bahkan lima tahun ia menjabat Sekretaris Jenderal Kemendes PDT yakni sejak 29 Mei 2015 – 28 Agustus 2020.

Sekjen Anwar menjelaskan bahwa perkembangan era digital menyebabkan ekonomi dunia sedang mengalami transformasi besar ke arah _knowledge economy_.

Menurutnya, dinamika perkembangan desa juga tidak lepas dari arus besar tersebut.

“Desa tidak hanya mengalami digitisasi, namun juga digitalisasi yang nantinya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di perdesaan,” ucap Sekjen Anwar seperti dilansir Situs Kemenaker RI.

Namun demikian, ia menilai hingga saat ini masih sangat sedikit studi kebijakan publik yang menyentuh tentang kebijakan perdesaan.

Menurutnya, dari tahun 2014 hingga 2020, kajian kebijakan publik yang membahas tentang kebijakan perdesaan sangat minim, sedangkan di tahun  yang sama, kajian tentang kebijakan perkotaan mendapatkan porsi yang cukup besar.

Adapun permasalahan kedua, yaitu terjadinya stagnasi pendekatan pembangunan perdesaan.

Menurutnya, permasalahan pertama dan kedua bermuara pada permasalahan ketiga, yaitu minimnya fokus tata kelola pembangunan perdesaan pada tataran level meso-institusional.

Dalam menjawab ketiga permasalahan tersebut, ia menawarkan pendekatan baru yang disebut dengan Multi-level Collaborative Governance (MLCG).

Pendekatan MLCG merupakan pendekatan yang dinilai cukup relevan dalam upaya pengembangan desa dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan multi-level pemerintah dalam kerja sama yang sistematis dan terstruktur dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, hingga sektor swasta.

Baca Juga:  Profil Laksda TNI Anwar Saadi, Jampidmil yang Tetapkan WNA Amerika Tersangka Korupsi Satelit Kemhan

Selain itu, sambungnya, pendekatan MLCG juga mendorong pengembangan desa berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Dengan demikian, pendekatan MLCG mempercepat pencapaian desa mandiri melalui tiga keluaran utamanya, yaitu manajemen pengetahuan, kepemimpinan transformatif, dan rekognisi kearifan lokal.

Adapun keunggulan dari pendekatan MLCG adalah adanya keterlibatan berbagai multi-level sektor, pengembangan desa yang berbasis potensi lokal desa dan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal, serta memanfaatkan teknologi dalam upaya pengembangan desa.

“Dalam hal ini, seluruh pemangku kepentingan merupakan objek sekaligus subjek pembangunan perdesaan,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut akan mendorong _sense of belonging_ yang kuat akan tanggung jawab pembangunan perdesaan. Pembangunan perdesaan pun akan lebih bersifat dinamis dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis dan mampu meminimalisasi risiko yang muncul dari proses pembangunan tersebut.

Salah satu contoh penerapan terbaik dari pendekatan MLCG, yaitu program Desa Migran Produktif (desmigratif). Program Desmigratif disebutnya mampu menangani permasalahan pekerja migran di desa-desa yang relatif memiliki kemiskinan tinggi secara komprehensif.

“Jika model program Desmigratif ini diaplikasikan secara luas dan dikontekstualisasi dengan nilai-nilai kearifan lokal setempat, niscaya desa mandiri bukanlah suatu mimpi yang terlalu jauh,” ucapnya.

Dalam instagram pribadinya, Anwar Sanusi mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak.

“Utamanya saya sampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi besar untuk pencapaian ini..guru2ku, dosen, sensei, kolega akademik adalah mereka yang mengajari untuk berpikir kritis dan memperkenalkan berbagai metode untuk menganalisis…”

Kesempatan bekerja di birokrasi telah mengajarkan untuk bisa menerjemahkan teori menjadi praktisi, karenanya terima kasih untuk semua mentor2ku mulai saat mengabdi di LAN, Kemendesa PDTT, dan Kemnaker..semua pengalaman menjadi terapan ilmu yang sangat bermakna.

Untuk keluargaku tercinta, tiada katapun yg bisa menggambarkan besarnya terimakasihku atas cinta dan kasih sayang sehingga selalu menjadi energi untuk terus mengasah ilmu dan meluaskan amalku…

Saya ingin menyampaikan terima kasih untuk semua pihak dan kolega yang telah memberikan dukungan dalam kata selamat yang disertai harapan dan doa. Baik yang hadir langsung di kampus Brawijaya, lewat daring ataupun yang disampaikan dalam media2 sosial…

Baca Juga:  Profil Shinta Kamdani, Ketum Apindo, Tolak Iuran Tapera untuk Pekerja

Mohon maaf apabila ada banyak kekurangan dalam kami berusaha melayani….

Para pimpinanan Kementerian Desa PDTT, Kemnaker, para pegawai, pendamping desa, aktifis, para kerabat dan saudara….

Profil Anwa Sanusi

Anwar Sanusi, Ph.D. (lahir 17 November 1968) adalah Sekretaris Jenderal untuk Kementerian Ketenagakerjaan, Republik Indonesia yang mulai menjabat sejak, 28 Agustus 2020 hingga sekarang.

Beberapa posisi yang pernah dijabatnya antara lain adalah sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian, Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Sekretaris Jenderal, Kepala Pusat Pembinaan Analisis Kebijakan, dan Kepala Pusat Inovasi Kelembagaan Sumber Daya Aparatur Kelembagaan LAN.

Sebagai birokrat, Anwar Sanusi telah menempuh berbagai pelatihan dan kursus diantaranya adalah, peningkatan Integritas untuk Pemberantasan Korupsi Integrity Training for Corruption Eradication (2012), Country Focus Training Program in Knowledge Based Management Phase I (2013), Diklatpim II (2014).

Riwayat Pendidikan

Setelah lulus dari Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Gadjah Mada pada tahun 1993, Anwar sanusi memulai karier sebagai Aparatur Sipil Negara (1994) di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi – Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN).

Pada tahun 1996, ia memperoleh beasiswa pemerintah Jepang untuk belajar di Universitas Saitama Jepang (1996).

Ketika kembali dari Jepang pada tahun 1998, Anwar Sanusi kembali ke LAN, dan diangkat sebagai Wakil Direktur di pusat penelitian dan pelatihannya.

Tahun 2003, Anwar Sanusi kembali mendapat beasiswa ke Jepang untuk mengambil gelar Ph.D. di National Graduate Institute for Policy Studies (2003), berfokus pada penelitian bidang kebijakan pendidikan, di bawah pengawasan Prof. Tatsuo Oyama.

Setelah menyelesaikan gelar doktor pada tahun 2007, ia kembali ke Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN), dimana ia ditugaskan sebagai Wakil Direktur Pusat Studi Kinerja Kelembagaan, dan dipromosikan menjadi Direktur pada tahun 2012.

Baca Juga:  Profil Brigjen TNI Endro Satoto, Alumni Akmil 1991, Kasdam V/Brawijaya

Ia menjabat beberapa posisi tingkat direktur hingga Mei 2015, dan melalui “sistem rekrutmen terbuka” yang sangat kompetitif, Anwar Sanusi bersaing untuk menjadi Sekretaris Jenderal Pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Setelah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Anwar Sanusi saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan.

Riwayat Pekerjaan

  • Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan sejak 28 Agustus 2020 sampai sekarang
  • Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal , Dan Transmigrasi Republik Indonesia – Sekretaris Jenderal (29 Mei 2015 – 28 Agustus 2020)
  • Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal , Dan Transmigrasi Republik Indonesia – Plt. Kepala Balilatfo (27 April 2017 – Juli 2019)
  • Pusat Pembinaan Analisis Kebijakan Lembaga Administrasi Negara – Kepala Pusat (24 Mei 2014 – 29 Mei 2015)
  • Pusat Inovasi Kelembagaan Sumber Daya Aparatur Lembaga Administrasi Negara – Kepala Pusat (9 Januari 2014 – 24 Mei 2014)
  • Pusat Kajian Kinerja Kelembagaan Lembaga Administrasi Negara – Kepala Pusat (13 Maret 2013 – 9 Januari 2014)
  • Pusat Kajian Kinerja Kelembagaan Lembaga Administrasi Negara – Kepala Bagian ( 9 April 2007 – 13 Maret 2013)
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...