Business is booming.

Pertamax Trending, Harganya Disetujui Naik dari Rp 9.000 Jadi Rp 16.000

Selama 2 tahun harga tetap masih tetap walaupun harga minyak dunia meningkat

Pertamax trending. Harga BBM jenis ini rencanannya akan naik hingga Rp 16.000 dari sebelumnya Rp 9.000.

Rencana menaikkan harga Pertamax dan mungkin Pertalite karena menyesuaikan harga minyak dunia.

Harga minyak dunia mengalami kenaikan, salah satu sebabnya karena perang Rusia vs Ukraina.

Pihak DPR telah menyatakan persetujuan akan kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.000.

Pihak DPR setuju bukan saja karena dampak kenaikan harga BBM dunia, pertimbangan lain karena pengguna Pertamax dinilai kecil dibanding Pertalite dan Solar.

Dan pengguna Pertamax pun mengancam akan meninggalkan bahan bakar jenis itu bahkan beralih ke bahan bakar swasta seperti Shell.

Berikut cuitan sejumlah netizen tentang Pertamax

@ndhan_Rom: Pertamax to the moon!!!!

@arieftiroo: Dear motorku: bye bye pertamax, welcome pertalite

@afwanramadan: Bye bye pertamax, welcome shell

@Wiratnoo: Ohh shit, here we go again bye bye pertamax

@akbarokejuga: Pertamax naik = no more with satria. Mio is the best

@zeradotwav: Pertamax 16k what????

@Seputar_Energi_: Pertamax Harus Naik, Pengamat: Tak Perlu Subsidi BBM untuk Orang Kaya

@mediaindonesia: Ketua Komisi VI DPR: Jika Pertamax Naik, Justru Wujudkan Asas Keadilan

@ichaanisa66: Aku juga maklum sih kalau pertamax naik

Alasan Pertamax Naik

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyatakan memahami jika harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, disesuaikan mengikuti harga pasar global,.

Baca Juga:  Bima Arya Praktik Makan Pecel Lele 20 Menit di Warung, Rasanya Seperti Sahur Kesiangan, Imsak Sisa 20 Menit

Sebab harga minyak dunia saat ini sudah melonjak tinggi, terlebih akibat perang Rusia-Ukraina.

Apalagi, lanjut Sugeng dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, sebenarnya volume konsumsi produk tersebut pun sangat kecil.

Volume konsumsi terbesar justru BBM yang disubsidi negara yaitu Pertalite dan Biosolar yang mencapai 83 persen.

“BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, memang sangat kecil konsumsinya. Hanya 17 persen. Dan BBM nonsubsidi tersebut, diperuntukkan bagi kalangan mampu dan sektor industri,” katanya seperti dilansir Antara.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat tak perlu resah karena selain volumenya sangat kecil, BBM nonsubsidi ini pun sebagian besar dikonsumsi segmen masyarakat tertentu.

Pertamax tidak digunakan oleh transportasi umum maupun usaha kecil.

Dengan demikian, tambahnya, jika ke depan Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi hal itu tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat secara umum.

Menurut dia, dari keempat jenis BBM nonsubsidi tersebut, baru tiga jenis yang disesuaikan yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, yang total volume penjualannya hanya tiga persen dari keseluruhan BBM Pertamina.

“Sedangkan Pertamax, yang volumenya sekitar 14 persen, selama 2 tahun harganya masih tetap walaupun harga minyak dunia meningkat,” katanya.

Karena Pertamax bukan produk subsidi, Sugeng juga memahami jika kesenjangan harga menjadi beban Pertamina. Apalagi saat ini, ketika harga minyak dunia juga sangat tinggi, tentu beban BUMN tersebut semakin berat.

“Karena itu sewajarnya, jika Pertamina menyesuaikan harga Pertamax dengan harga pasar,” katanya.

Mekanisme penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut, menurut dia, sudah sejalan dengan aturan Pemerintah, namun demikian Komisi VII DPR akan terus melakukan pengawasan agar ekosistem energi berjalan dengan baik.

“Kami dari Komisi VII juga secara rutin mengawasi produksi dan distribusi BBM, memastikan ketersediaannya cukup untuk masyarakat,” kata Sugeng.

Baca Juga:  Shin Tae-yong Berpeluang Kembali Mainkan Tiga Bek Jangkung untuk Meredam Agresivitas Yordania di Kualifikasi Piala Asia

DAFTAR HARGA BBM PERTAMINA SAAT INI

Pertamax

  • Rp 9.000: Lokasi: Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
  1. Rp 9.200: Lokasi: Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
  2. Rp 9.400: Lokasi: Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Kodya Batam.

Pertamax Turbo

  1. Rp 14.500: Lokasi: Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
  2. Rp 14.800: Lokasi: Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua.
  3. Rp 15.100: Lokasi: Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Kodya Batam.

Pertalite

  1. Rp 7.650: Lokasi: Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
  2. Rp 7.850: Lokasi: Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
  3. Rp 8.000: Lokasi: Provinsi Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Kodya Batam.
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...