Business is booming.

SPBU Trending, Pertamina Akan Monopoli Impor BBM ke SPBU Swasta

Kekosongan BBM terjadi di sejumlah SPBU swasta dalam beberapa waktu terakhir.

SPBU trending. Persisnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum  (SPBU) milik PT Pertamina.

Hal itu terkait kekosongan BBM yang terjadi di sejumlah SPBU swasta.

Untuk mengatasinya Kementerian ESDM bakal menetapkan impor BBM satu pintu melalui PT Pertamina.

Nah kebijakan ini dinilai tidak bijak oleh netizen.

Pertamina dianggap melaksanakan kebijakan sepihak bukan memperbaiki diri.

Sejak kasus Pertamina oplos Pertamax, konsumen jadi tak percaya dengan SPBU pemerintah.

Pengguna pertamax pun lari ke Shell, Vivo, Exxon Mobil, dan BP-AKR.

Dan yang paling berat bagi Pertamina saat ini adalah memperbaiki kepercayaan pblik.

“Dear @Shell Indonesia dan @bp_Indonesia dan SPBU swasta lainnya. Jangan mau tunduk kebijakan bahlul, jaga kualitas produk kalian. Kami para produsen setia menunggu… Jangan dukung kebijakan malas dan dungu,” @dewawisana

“Semoga bahlil dan segenap karyawan pertamina yang ngedukung kebijakan tolol jadinya spbu swasta gak punya stock gw doain muntaber berminggu2 biar pada dehidrasi…”@idrakid_

“Konsumennya juga merugi dengan adanya aturan ini. Di daerah rumah gue gak ada SPBU Pertamina, harus jalan lebih jauh lagi, buang lebih banyak bahan bakar sebelum dan sesudah mengisi. Pertamina udah dibackup sama negara pun tetep aja mainnya monopoli gini.” @olivinemay

“Ya dagingnya bukan di SPBU tapi di bisnis hulu migasnya. Mana ada perusahaan migas jadi raksasa karena bisnis SPBU. Exxon, Chevron, Total, BP, Eni, Aramco, Qatar Energy semua besar dari hulu migasnya. Cuma BUMN kita tercinta yang 50% laba dateng dari bisnis BBMnya,” @SarjanaEksu

Baca Juga:  Facuindo Pellistri Jadi Perbincangan Saat MU vs Derby County 2-1

SPBU Shell Indonesia meminta maaf karena kekosongan sejmlah jenis BBM.

Saat ini, beberapa produk BBM Shell jenis bensin tidak tersedia di beberapa jaringan SPBU Shell hingga waktu yang belum dapat dipastikan.

“Anda bisa menemukan informasi ketersediaan produk BBM di SPBU Shell melalui tautan www.shell.co.id/Ketersediaan-BBM (dapat diakses melalui aplikasi Shell Asia dan di bio akun Instagram ini),” tulisnya.

Seperti diketahui kekosongan BBM terjadi di sejumlah SPBU swasta dalam beberapa waktu terakhir.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membantah pemerintah tidak memberikan kuota impor untuk SPBU swasta.

Bahlil bahkan mengaku telah menambah kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk SPBU swasta menjadi 110% dari total kuota impor BBM tahun 2024.

Namun kabar terbar, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan akan membat kebijakan impor sat pint SPB Swasta dari Pertamnina.

Saat ini pihaknya masih menunggu data dari pihak-pihak SPBU swasta, guna memastikan bahwa impor yang akan dilakukan bisa benar-benar mencukupi kebutuhan mereka.

Dia menyebut, data sementara yang diperoleh dari hasil konsolidasi beberapa waktu lalu menunjukkan, total jumlah impor BBM yang dibutuhkan mencapai sebanyak 1,4 juta kiloliter (KL).

Isu Pertamina menjual Pertamax oplosan mencuat setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap tujuh orang terkait kasus korupsi.

Empat di antaranya adalah pertinggi anak usaha Pertamina.
Yakni Riva Siahaan (Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga). Yoki Firnandi (Direktur Utama PT Pertamina International Shipping)

Sani Dinar Saifuddin (Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional)

Dan Agus Purwono (VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional).
Tiga tersangka lainnya merupakan pihak swasta atau broker yang bekerja sama dengan Pertamina.

Diduga, PT Pertamina Patra Niaga mengoplos bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan menjualnya dengan harga Pertamax.

Baca Juga:  Aiman Trending Lagi, Resmi Pamit dari Kompas TV, Netizen Mendoakan Tetap Kritis

Sejak kasus it mencuat pengguna pertamax paling dirugikan. Mereka beralih ke SPBU Swasta.

Kerugian negara akibat kasus itu periode 2018-2023 mencapai trilunan rupiah.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...