Business is booming.

Klitih Kembali Trending, Seorang Remaja Meninggal Dunia karena Diserang Klitih, Benarkah?

tips kalo kepepet keluar malem di atas jam 12 usahakan bawa temen minimal ber 2 ,

Klitih kembali trending. Kelompok remaja yang kerap berkeliaran di malam hari bahkan menelan korban jiwa.

Korbannya adalah seorang remaja berinisial D asal Kebumen, Jawa Tengah.

Ia diserang Klitih pada Minggu (3/4/2022) dini hari sekitar pukul 02.10 WIB.

Penyerangan dilakukan di Jalan Gedingkuning oleh pelaku berjumlah 3 orang.

Mereka menggunakan dua sepeda motor, satu sendirian, yang lain berboncengan.

Diduga korban mengalami penganiayaan berupa sabetan gir oleh pelaku.

Sebelumnya Klitih trending pada pertengahan Desember 2021.

Kala itu netizen mengingatkan bahwa Klitih membuat Yogyakarta Tidak Aman.

Sekarang kian terbukti, warga diminta berhati-hati saat melintas di Yogyakarta dini hari.

Dan dilaporkan netizen beberapa pelakuknya tertangkap.

Berikut cuitan sejumlah netizen tentang Klitih

@AdnanAnindhita: Ohiya paling penting dicatat, Klitih di jogja itu bukan hoax ya.

@diffanyaaa: info dari teman adik saya, pelaku tdk di kenal pakai motor nmax (cenglu) dan vario (2 orang) mengejar, melakukan aksi biadab dan lgsg kabur melarikan diri. mohon doanya semoga pelaku cepat tertangkap. stay safe ya temen” semua

@Danachdan_: ahahay, dejavu keno klitih 2 tahun yang lau

@Upil_Jaran2: mohon doa baiknya untuk almarhum adek saya. dia anak baik, kuat, tulus, sholeh, insyaAllah khusnul khotimah, aamin. mohon untuk dimaafkan dan ikhlaskan semua salahnya. terimakasih buat temen-temen yg udah jadi bagian dr bahagianya dafa/alba

@pandega__:tips kalo kepepet keluar malem di atas jam 12 usahakan bawa temen minimal ber 2 , jangan banyak² takutnya malah di sangka anda yg klitih , usahakan lewat jalan yg rame (ngalang sitik rapopo) sebernya pelaku klitih kalo kita berani sekalian dia malah takut

Baca Juga:  Lato-Lato Viral di Indonesia Dilarang di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris

@ferillsetiawann: Kalo penjelasan temen ku yg lbh mudah kupahami, Klitih itu begal tapi dia gak ngambil barang, cuman melukai (ngebacok) demi kepuasan tersendiri..

@Azharceria10: Sebenernya kalau klitih itu meregenerasi atau bahasa nya turun temurun, sudah menjadi kebiasaan unjuk kemampuan tetapi semakin kesini semakin tidak terkontrol, banyak hal yang bisa menyebabkan orang melakukan klitih.

@_ehaokto: Keknya kalo dari jaringan emang gak bisa massZeh , setauku sih kalo klitih meregenerasi dan kek turun temurun begitu , jadi setiap tahun pasti ada aja mas , maaf kalo salah hehe

Hasil Olah TKP

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi, mengatakan, Senin (4/4/2022) siang adalah olah TKP yang ke tiga kalinya pasca kejadian mengerikan itu berlangsung.

Dia menjelaskan, pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.10 WIB tim patroli Sabhara Polda DIY dan Polsek Kotagede menemukan seorang remaja laki-laki mengalami luka-luka.

“Kajadian di Jalan Gedongkuning, pelaku diduga menggunakan kendaraan roda dua. Satu motor dikendarai dua orang, satu kendaraan lagi dikendarai tiga orang,” katanya, seusai olah TKP, Senin (4/4/2022).

Dari pendalaman kasus saat ini, korban kala itu sedang beraktivitas pada Minggu dini hari.

Mereka kemudian dibuntuti oleh sejumlah orang tak dikenal.

Ketika sampai di TKP, korban mengalami penganiayaan berupa sabetan gir oleh pelaku.

“Dugaan pelaku menggunakan gir. Perkiraan luka korban di bagian wajah karena sabetan gir,” jelasnya seperti dilansir TribunYogya.

Saat kejadian, lanjut Ade, korban dibonceng oleh seorang temannya.

Menurut saksi mata, di tengah pengejaran oleh pelaku, korban sempat terjatuh dan terseret hingga tidak sadarkan diri.

Anggota kepolisian masih mendalami kasus ini.

Sejumlah barang bukti dan keterangan saksi-saksi masih terus dikumpulkan.

Korban sudah dipulangkan ke rumah duka pada Minggu siang.

Trending Sebelumnya

Tagar Yogya Tidak Aman atau #YogyaTidakAman trending sebelumnya.

Baca Juga:  Link Live Streaming Korsel vs Jepang, Calon Lawan Timnas Indonesia

Hal itu terkait merajalelanya klitih, kelompok remaja, yang kerap berkeliaran di malam hari.

Awalnya fenomena Klitih hanya persaingan antar geng remaja, belakangan dianggap mengincar siapa saja di malam hari.

Karena itu membuat Yogya tidak aman.

Menjelang libur Natal dan Tahun baru (Nataru), Yogya dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit.

Merajalelanya Klitih dan #YogyaTidakAman menjadi salah satu hal yang diperdebatkan.

Sesuai faktakah atau ada kelompok tertentu yang ingin membuat Yogya bercitra buruk.

Fenomena Klitih

Menurut Wikipedia, Klitih merupakan salah satu fenomena sosial yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan daerah sekitarnya (terutama Klaten dan Magelang).

Fenomena ini terjadi pada umumnya terhadap anak muda usia 14-19 tahun yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

Pada umumnya, pelaku klitih akan mengincar target, merupakan siswa SMA pesaing atau anggota geng pesaing di daerah yang dianggap sepi kemudian pelaku melakukan perundungan (bullying) secara fisik terhadap pelaku.

Terkadang pelaku juga mengambil barang milik korban bahkan termasuk harta benda sehingga terkadang kejahatan ini termasuk perampokan.

Tidak jarang juga korban klitih juga meninggal dunia akibat menderita siksaan fisik yang cukup parah.

Klitih berasal dari bahasa Jawa yang berarti suatu aktivitas mencari angin di luar rumah atau keluyuran.

Ada juga yang menyebut klitih merupakan penyebutan terhadap Pasar Klitikan Yogyakarta di mana artinya adalah melakukan aktivitas yang tidak jelas dan bersifat santai sambil mencari barang bekas dan Klitikan.

Menurut sosiolog kriminal Universitas Gadjah Mada (UGM) Suprapto, klitih sebenarnya mempunyai makna yang positif.

Klitih merupakan kegiatan untuk mengisi waktu luang.

Namun, makna itu kemudian menjadi negatif ketika kegiatan mengisi waktu luang itu diisi dengan melakukan tindak kejahatan di jalan, menyerang orang lain secara acak tanpa motif yang jelas.

Sementara istilah nglitih digunakan untuk menggambarkan kegiatan jalan-jalan santai.

Baca Juga:  Gagal Kalahkan Verona, Peluang Scudetto Juventus Menjauh

Akan tetapi, makna klitih kemudian mengalami pergeseran (peyorasi) menjadi aksi kekerasan dengan senjata tajam atau kegiatan kriminalitas anak di bawah umur di luar kelaziman.

Dimulai dari keributan satu remaja berbeda sekolah dengan remaja yang lain kemudian berlanjut dengan melibatkan komunitas masing-masing.

Aksi saling membalas terus terjadi dan menjadi bagian dari budaya urban. Motif klitih bisa sangat beragam dan korban mereka adalah orang yang ditemui secara acak dijalan.

Klitih terkadang juga dipicu oleh permusuhan antar geng.

Semakin lama, klitih berkembang menjadi kegiatan perampokan yang dilakukan oleh sekelompok geng (premanisme) yang targetnya berkembang dari geng musuh menjadi masyarakat awam.

Yang paling umum, klitih dilakukan di tempat sepi dan terjadi pada malam hari.

Faktor Politik

Selain itu, Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya merupakan daerah yang merupakan basis persaingan politik yang penting di Indonesia, terutama oleh aliran politik nasionalis dan agamais.

Budaya kekerasan yang dilakukan oleh pelajar di Yogyakarta sudah ada sejak era 1980-an dan 1990-an.

Kekerasan yang dilakukan pelajar pada masa itu dilakukan oleh dua geng besar yang legendaris yaitu QZRUH dan JOXZIN.

QZRUH sendiri merupakan kepanjangan dari “Q-ta Zuka Ribut Untuk Tawuran (atau Hiburan) “.
QZRUH sendiri memiliki daerah kekuasaan di Kota Yogyakarta bagian utara terutama di kawasan Terban dan sekitar Jalan Magelang.

Sementara JOXZIN merupakan singkatan dari Joxo Zinthing atau Pojox Benzin (pojokan SPBU Kantor Pos Besar) atau Jogja Zindikat.

Geng ini “menguasai” kawasan Jalan Malioboro hingga Yogyakarta bagian selatan.

Qzruh sendiri dalam sejarahnya selalu didukung oleh kelompok politik yang cenderung nasionalis (dahulu diasosiasikan sebagai pendukung PDI atau Golkar) sedangkan Joxzin sendiri didukung oleh kelompok politik yang cenderung bernuansa agamis (dahulu diasosiasikan sebagai pendukung PPP atau PDI).

Tidak jarang pula, kedua kelompok ini memiliki afiliasi dengan beberapa geng sekolah yang ada di kawasan kekuasaan mereka.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...