Business is booming.

Heboh Mayat Wanita Bergambar Logo Swastika di Ukraina, Tentara Rusia Pelakunya?

"Prajurit Rusia merampok, memerkosa, dan membunun, " kata Lesia Vasylenko

Seorang Wanita ditemukan dengan logo Swastika dianggap di bukti terbaru dari kejahatan perang oleh pasukan Russia.

Lesia Vasylenko, seorang anggota parlemen partai liberal Holos, membagikan gambar di Twitternya yang dia sebutkan adalah gambar dari ‘tubuh seorang Wanita yang di perkosa dan di bunuh’.

Gambar yang di twit oleh anggota parlemen partai liberal Holos tersebut menunjukkan badan yang terkuka, dengan logo Swastika di cap ke kulitnya dengan cara dibakar.

Belum jelas tepatnya kapan atau di mana gambar dari tubuh Wanita dengan cap Swastika di badannya itu di ambil.

Tetapi dari penulusuran di social media menemukan akun Pro-Rusia sebelumnya mengklaim bahwa yang melakukan hal itu adalah pasukan Azov Ukraina di dekat Marupol.

Pasukan itu dikenal dengan kaitannya dengan Neo-Nazisme dan telah mempertahankan kota itu – namun versi dari kejadian ini yang dibantah oleh akun Ukraina yang mengklaim bahwa prajurit Rusia yang dengan sengaja memutilasi tubuh Wanita tersebut.

Twit Nona Vasilenko diposting pada saat pasukan Ukraina mengambil kembali wilayah dari pasukan Putin, mengungkap bukti dari kejahtan perang yang tertinggal di belakang mereka.

“Prajurit Rusia merampok, memerkosa, dan membunuh… Wanita dengan cap bakar swastika. Rusia. Pria Rusia yang melakukan ini,’ tambah Vasylenko seperti dilansir Daily Mail.

Gambar mengerikan dari kota Bucha dan Irpin menunjukan ratusan jasad warga berserakan begitu saja di jalanan dan dikubur di kuburan massal.

Sebuah telusuran di media social menunjukkan gambar pertama yang diposting berasal dari akun pro-Rusia, yang mengklaim jasadnya ditemukan di dekat kota Mariupol.

Baca Juga:  Update Banjir Bandang Sumbar, Jumlah Korban Meninggal Terus Bertambah

Menurut akun-akun tersebut, tubuhnya ditemukan di basement sebuah bangunan yang telah digunakan sebagai markas pasukan Azov yang selama ini mempertahankan kota.

Mereka mengklaim logo swastika tersebut merupakan ulah dari anggota pasukan Azov, yang terkenal karena hubungannya dengan neo-Nazisme.

Pada waktu postingan asli tersebut di bagikan – sekitar 27 Maret – akun pro-Ukraina telah memberikan baasan, mereka mengklaim pasukan Rusia secara sengaja memutilasi tubuh Wanita tersebut sebagai bagian dari ‘operasi kambing hitam’ untuk membenarkan invasi mereka.

Putin telah lama menyatakan bahwa salah satu dari tujuan ‘operasi militer khusus’ nya ini adalah untuk ‘membersihkan ideogi Nazisme’ di Ukraina, setelah membohongi prajuritnya bahwa Ukraina diperintah oleh rezim fasis.

MailOnline belum bisa untuk memverifikasi klaim-klaim tersebut.

Gambar tersebut muncul ditengah seruan untuk penyelidikan kejahatan perang yang dipimpin oleh jaksa untuk Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, setelah bukti mengerikan pembantaian warga muncul dari daerah yang direbut oleh Rusia.

Di Bucha, jasad dari 410 warga telah ditemukan oleh militer Ukraina – 57 dari mereka dikubur di kuburan masal yang terletak di tanah dari sebuah gereja.

Sisanya ditemukan terlantar di jalanan, beberapa ditembak mati dengan tangan terikat di belakang mereka dan beberapa ditembaki saat sedang menaiki sepeda mereka.

Beberapa ditumpuk diatas ban, seolah-olah akan dibakar, sementara kendaraan dengan tanda bertuliskan ‘anak-anak’ di bagian depan dan samping ditemukan hancur berkeping-keping.

Kuburan kedua, yang ditemukan di kota Motyzhyn, berisi jasad dari 20 orang sipil termasuk walikota setemat Olga Sukhenko, suaminya, dan putra mereka.

Olexander Scherba, mantan duta besar Ukraina untuk Austria yang mengutip pernyataan pejabat loka lainnya, mengatakan jasad-jasad tersebut menunjukkan bekas penyiksaan – dengan jari dan tangan mereka dalam kondisi buruk.

Baca Juga:  Alejandro Garnacho Trending Saat MU Lolos Semifinal Piala Carabao, Apa Hebatnya?

Rekaman yang dirilis oleh militer Ukraina menunjukkan apa yang tampak seperti ‘ruang penyiksaan’ di dalam sebuah bangunan yang digunakan sebagai markas oleh pasukan Rusia di Bucha.

Ditemukan jasad warga yang dibunuh dengan posisi berlutut dibariskan di dinding di dalam ruang bawah tanah. Setidaknya lutut mereka di tembak satu kali sebelum di bunuh, kata militer Ukraina.

Warga yang selamat mengatakan beberapa jasad yang dibiarkan di jalan telah dilindas oleh tank Rusia sehingga ‘gepeng seperti karpet kulit binatang’. Beberapa mengatakan telah melihat prajurit menembak mati orang tua di depan keluarganya.

Dmytro Kuleba, Menteri Luar Negeri Ukraina, mengatakan pasukan Rusia telah melakukan ‘pembunuhan masal yang direncanakan’ di Bucha dan mengecap mereka ‘lebih buruk dari ISIS’.

Perdana Menteri Boris Johnson memimpin pemimpin dunia mengecam kebrutalan pada akhir pekan, berjanji untuk mengirim dana dan penyelidik spesialis untuk membantu penyelidikan kejahatan perang. ‘Kami tidak akan beristirahat sampai keadilan ditegakkan,” sumpahnya.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borell mengatakan ‘pihak Rusia bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan ini, yang dilakukan sementara mereka memiliki kontrol yang efektif atas area tersebut.

“Para pelaku kejahatan erang dan pelanggaran serius lainnya serta pejabat pemerintah dan pemimpin militer yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban,” tambahnya.

Presiden Perancis, Emmannuel Macron mengatakan Senin adanya ‘bukti jelas kejahatan perang’ di Bucha yang membutuhkan tindakkan baru.

“Saya mendukung adanya sanksi-sanksi baru dan khususnya pada batu bara dan bensin. Kita perlu bertindak,’ katanya di radio France-Inter.

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki menggambarkan Rusia sebagai ‘negara fasis totaliter’, dengan mengatakan ‘pembantaian berdarah yang dilakukan oleh tentara Rusia pantas disebut dengan namanya: Ini genosida.’

Baca Juga:  Jejak Karier Kombes Pol Budi Hermanto, Akpol 2000, Kapolresta Malang

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga menggunakan kata ‘genosida’, mengatakan mereka yang bertanggung jawab harus bertanggung jawab atas kejahatan mereka.

Sebelum Revolusi Rusia, lambang swastika muncul dalam berbagai ikon (lukisan yang digunakan dalam kebaktian gereja Kristen Ortodoks), pakaian dan piring makan, bahkan mobil-mobil dinasti Romanov.

Pada zaman kuno, simbol ini kerap muncul dalam budaya Kaukasus. Pada 1917, Rusia Soviet pun masih menggunakan simbol tersebut.

Ketika revolusi pada Februari 1917 menggulingkan monarki, salah satu keputusan pertama Pemerintahan Sementara adalah mencetak uang baru.

Simbol swastika lagi-lagi muncul menghiasai uang kertas tersebut.

Namun, rezim yang baru dijatuhkan pada tahun yang sama. Alhasil, Revolusi Oktober mengantarkan Vladimir Lenin dan kaum Bolshevik ke puncak kekuasaan. Kekacauan tak selesai sampai situ. Rusia memasuki babak perselisihan yang baru.

Setelah Revolusi Oktober, meletuslah Perang Saudara.

Di tengah kekacauan ini, pemerintah komunis tak punya waktu atau bahkan kemampuan teknis untuk merancang dan mencetak uang kertas yang baru sehingga uang Pemerintah Sementara terus digunakan.

Dengan demikian, uang kertas dengan lambang swastika beredar selama hampir lima tahun hingga 1922.

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...