Business is booming.

Panik Ya Min Trending, Muhaimin Iskandar Dinilai Panik Takut Ditinggalkan Warga NU?

Kharisma mudah didapatkan, tp karakterlah yg mampu mempertahankan  itu. "Panik Ya Min"

Panik Ya Min trending. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar diduga panik terkait persiapan Pilpres 2024.

Kepanikan Cak Imin disebut netizen terkait pamer kaos yang dibagikannya di akun Instagram @cakiminow.

Cak Imin membagikan dua gambar terkait kaos bertuliskan “Warga NU Kultural wajib ber-PKB, strukural Sakarepmu.”

Gambar pertama lima remaja cantik mengenakan kaos tersebut, gambar lainnya terkait penonjolan tulisan “Warga NU Kultural wajib ber-PKB, strukural Sakarepmu.”

Dalam captionnya Cak Imin menulis foto kiriman Kyai Imam Jazuli Cirebon, keren banget kaosnya, maturnuwun Kyai @imamjazuli76

Imam Jazuli adalah kyai muda NU kelahiran Cirebon, 17 November 1976.

Ia merupakan generasi ketiga pengasuh pesantren yang dulu bernama Pondok Pesantren Al Ikhlas Tegal Koneng.

Yang jadi masalah tulisan dalam kaos tersebut seolah mempertegas adanya pertentangan politik NU dan PKB.

Selain itu netizen menganggap sebagai bentuk kepanikan Cak Imin.

Sebab basis pendukung PKB selama ini adalah warga NU.

Berikut cuitan sejumlah netizen terkait Panik ya Min.

@Sayap_Tengah: Kharisma mudah didapatkan, tp karakterlah yg mampu mempertahankan  itu. “Panik Ya Min”

@JalanAnOnym7: ada trending Panik Ya Min, padahal udah pasang Spanduk di beberapa kota di banyak titik. Seruput lagi secangkir #KopiSusi

@Cikrakpring: Pemirsa ada yg mulai #PanikNihYee Panik Ya Min sampe bikin pengalihan isu gitu

@TolakBigotRI_: Demi ambisi, apapun ditabrak. Sampe ada kader PKB jalur naturalisasi. Wkwkwk. Panik ya min? #PanikNihYee

@TolakBigotRI_: Yang jelas NU Kultural manut dawuh Gus Dur. Selama Gak Imin masih tunggangi NU untuk PKB, males coblos PKB. Panik ya min?

Baca Juga:  Denmark Lebih Banyak Dijagokan Dibanding Wales di Laga 16 Besar Euro 2020, Gareth Bale Cuek

@Hiijaudaun1: Wahh #PanikNihYee kalau gak korupsi ngapain Panik Ya Min ?

Seperti diketahui, postingan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di akun Instagram jadi bahan pergunjingan.

Postingan tersebut terkait desain kaos rancangan Kiai Imam Jazuli bertuliskan “NU Kultural Wajib Ber-PKB, Struktural Sakarepmu!”.

Kiai Imam Jazuli dikenal merupakan pendukung berat PKB.

Ada pun hubungan NU dan PKB memanas setelah Cak Imin mengatakan PKB memiliki sekitar 13 juta pendukung solid.

Menurut Cak Imin, belasan juta pendukung itu tidak terpengaruh siapapun, termasuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Gus Yahya sendiri pernah menyatakan tak mau lagi PBNU menjadi alat politik PKB.

Tentang Muhaimin Iskandar

Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. lahir 24 September 1966 (55 tahun).

Cak Imin, panggilannya, adalah seorang politisi Indonesia yang sejak 2005 menjadi Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ayahnya, Muhammad Iskandar, adalah dzurriyah (keluarga) Pondok Pesantren Manbaul Ma’arif, Jombang, Jawa Timur.

Muhaimin Iskandar adalah keturunan KH Bisri Syamsuri, salah seorang ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama

Pendidikan pria yang beristri Rustini Murtadho serta ayah 3 (tiga) anak tersebut dimulai di Madrasah Tsanawiyah Negeri Jombang dan Madrasah Aliyah (MA) Negeri 1 Yogyakarta.

Setelah lulus dari Aliyah tahun 1985, Muhaimin Iskandar melanjutkan pendidikan sarjananya di FISIP Universitas Gadjah Mada (UGM) dan selesai pada usia 26 tahun.

Ia melanjutkan masternya 10 tahun kemudian di Universitas Indonesia (UI) bidang komunikasi dan lulus pada tahun 2001.

Pada tahun 2017, Muhaimin Iskandar memperoleh doctor honoris causa dari Universitas Airlangga Surabaya.

Ia memulai dengan menjadi aktivis, pengurus partai, anggota dewan, hingga menjadi menteri.

Sejak duduk dibangku kuliah, Muhaimin Iskandar aktif di tempat-tempat diskusi dan juga aktif di pergerakan mahasiswa.

Baca Juga:  Lettu Anumerta Marinir Muhammad Iqbal Ternyata Mau Lamaran Usai Lebaran

Dia bergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan terpilih menjadi ketua cabang PMII Yogyakarta pada 1994-1997.

Selain itu, dia juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Muhaimin Iskandar juga aktif di Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) Yogyakarta, sebuah Lembaga yang merupakan rujukan pemikiran Islam progresif saat itu bahkan sampai saat ini.

Karier politik Muhaimin dimulai bersamaan lahirnya Era Reformasi.

Pada tahun 1998, ia bersama tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama termasuk Aburrahman Wahid mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan ia ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend).

Pada pemilu 1999, Muhaimin terpilih sebagai anggota DPR RI dari partai PKB.

Di lembaga legislatif tersebut, pada usia 33 tahun, Muhaimin menjadi Wakil Ketua DPR RI 1999-2004.

Dia termasuk pimpinan termuda di DPR yang pernah ada saat itu.

Muhaimin juga pernah menjabat Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sejak 26 Maret 2018 hingga 30 September 2019.

Ia bersama Ahmad Basarah dan Ahmad Muzani didapuk jadi Wakil Ketua MPR berdasarkan revisi Undang-undang tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3).

Di parlemen saat ini Muhaimin mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bidang Kesejahteraan Rakyat untuk periode 2019-2024.

Di pemerintahan, ia juga penah dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi periode 2009-2014.

Kariernya terus meroket, seiring menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Muhaimin menjabat Ketua Umum Partai yang dibidani NU itu sejak 2005 hingga pada Muktamar Bali 1 September 2014.

Ia secara aklamasi terpilih kembali sebagai Ketua Umum PKB untuk periode 2019-2024 karena dianggap berhasil menaikkan suara pemilu 2014 menjadi 9,04

Baca Juga:  Kabar Duka, Prof Dr JE Sahetapy Meninggal Dunia dalam Usia 89 Tahun
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...