Business is booming.

Kisah Otori Efendi, Pembunuh 5 Warga, Ternyata Tak Gila dan Divonis Mati

Jaksa: "Ini putusan maksimal dan tidak ada lagi putusan yang paling berat selain vonis mati,"

Nama Otori Efendi (25 tahun) sempat mendadak heboh karena membunuh lima orang pada Nopember 2021.

Ia melakukan pembunuhan secara berantai hingga akhirnya ditangkap polisi di Desa Sungai Bunglai, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Jumat (26/11/2021).

Setelah ditangkap dan menjalani pemeriksaan, Otori terbukti melakukannya secara sadar karena sakit hati.

Dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, menjatuhkan vonis mati kepada Otori Efendi.

Sidang putusan itu digelar di Ruang Cakra dipimpin Ketua Majelis Hakim Hendri Agustian dengan hakim anggota Teddy Hendrawan dan Arie Septi Zahara, serta dihadiri Jaksa Penuntut umum (JPU) Armein Ramdhani, Selasa.

Dalam persidangan tersebut, Ketua Majelis Hakim Hendri Agustian mengatakan putusan vonis ini sesuai dengan tuntutan JPU sebelumnya yang menuntut hukuman mati terhadap terdakwa.

Majelis Hakim menimbang hal yang memberatkan terdakwa dalam putusan yang dibacakan itu di antaranya perbuatan terdakwa sangat keji, menimbulkan banyak korban jiwa, menyebabkan anak korban menjadi yatim piatu, dan terdakwa tidak menyesali perbuatannya.

“Sementara hal yang meringankan terdakwa tidak ada,” katanya seperti dilansir Antara.

Berdasarkan fakta persidangan terdakwa dinyatakan bersalah karena terbukti melakukan pembunuhan berencana dan juga dinyatakan dalam keadaan sehat saat melakukan aksinya.

“Mengadili menyatakan terdakwa Otori Efendi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tidak pidana pembunuhan berencana dan menjatuhkan hukuman pidana mati,” tegas Ketua Majelis Hakim seraya mengetuk palu sidang.

Pada akhir sidang, Majelis Hakim memberikan waktu 7 hari kepada terdakwa untuk menerima atau melakukan upaya hukum terhadap putusan itu.

Baca Juga:  Mahfud MD Cawapres Pilihan Netizen, Diharapkan Berpasangan dengan Ganjar Pranowo

Sementara itu, JPU Kejaksaan Negeri Kabupaten OKU, Armein Ramdhani, mengaku menerima putusan majelis hakim tersebut karena sesuai dengan tuntutan yang disampaikan pihaknya sebelumnya.

“Ini putusan maksimal dan tidak ada lagi putusan yang paling berat selain vonis mati,” kata Armein.

Armein juga menyampaikan apresiasi terhadap Polres OKU dengan cepat membuka titik terang dalam mengungkap kasus pembunuhan keji yang dilakukan oleh terdakwa.

“Untuk pemindahan tahanan kami masih menunggu upaya dari pihak terdakwa. Jika lewat dari 7 hari tidak ada upaya maka terdakwa akan kami pindahkan ke Lapas Mata Merah,” tegasnya.

Hasil tes kejiwaan menunjukkan Otori Efendi alias OF tidak gila alias normal.

Semula Disebut Kisah ODGJ

Seperti diketahui, Otori Effendi ditangkap usai membunuh lima orang di Kampung I, Desa Sungai Bunglai, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Nopember 2021.

Kelima korban tewas, yakni Sari (45), Ikrom (48), Endang (40), Hendri Jaya (33), dan Erni (35).

Mulanya, pelaku Otori keluar dari rumah menggunakan sepeda motor dan makan siomai di sebuah warung pukul 16.30 WIB.

Kala itu berita yang beredar seorang ODGJ (Orang dengan gangguan jiwa) mengamuk setelah setahun tak keluar rumah.

Kala itu Otori kemudian bertemu korban pertama bernama Hendri.

Tanpa sebab, Otori langsung menusuk Hendri dengan menggunakan sebilah pisau sampai korban tersungkur.

Kemudian terjadi keributan sehingga korban kedua bernama Ikhrom yang sedang melintas di lokasi berhenti bermaksud hendak melihat.

Namun, pelaku malah menusuk Ikhrom. Usai menusuk kedua korban, Otori masuk ke belakang rumah warga menuju ke arah sumur.

Di sana, dia bertemu korban ketiga yakni Erni yang sedang mengambil air.

Baca Juga:  Survei Indikator: Ganjar-Erick Kalahkan Prabowo-Puan, Anies-Sandiaga

Erni pun langsung roboh usai ditikam pelaku.

Endang, suami dari Erni yang melihat istrinya menjerit kesakitan, langsung keluar rumah bermaksud hendak menolong.

Namun, Endang pun ternyata ikut ditusuk oleh pelaku.

Adapun korban kelima bernama Sari yang mendengar keributan langsung keluar rumah.

Dia juga ikut diserang oleh pelaku hingga tewas.

Setelah ditangkap dan diperiksa secara intensif, Otori ditetapkan sebagai tersangka.

Hasil pemeriksaan menunjukkan ia tak mengalami gangguan jiwa.

Polisi menyebut Otori nekat melakukan pembunuhan itu diduga karena sakit hati kepada korban.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...