Business is booming.

Bintang Emon Trending, Begini Kritikannya Soal Ketum PSSI

Terkait vidio @bintangemon di Somasi, gua mau bantu jawab dan klarifikasi.

Komika Bintang Emon trending. Ia menjadi perbincangan karena penampilannya di Acara Emosi Podcast Deddy Corbuzier.

Komika memiliki nama lengkap Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra banyak didukung netizen karena materi lawakannya.

Diantaranya tentang minyak goreng, korupsi alquran, dan Ketua Umum PSSI.

Khusus tentang Ketua Umum PSSI, Bintang Emon bilang begini.

Kenapa polisi bisa jadi Ketum PSSI? Nggak ada masalah sih, sebelumnya juga ada TNI jadi Ketum PSSI.

Cuma kalau secara logika yang sama, Ismed Sofyan (Persija) bisa jadi Kapolri dong.  Ya kan mirip, bisa tukeran.

Soalnya kalau dilihat mirip juga. Oknum aparat dan pemain bola sama-sama suka nendang.

Yang satu menendang bola, satu lainnya menendang penjahat.

“Maksudku closing sekarang saja, kurasa ini keputusan hidup gue yang salah,”ucap Bintang Emon diakhir materi stand upnya.

Nah akun twitter @MafiaWasit menulis begini:

Terkait vidio @bintangemon di Somasi, gua mau bantu jawab dan klarifikasi. Tapi bukan berarti gua bela pak @iriawan84 (Ketum PSSI Mohammad Iriawan) lho ya!

Dalam statuta atau syarat Kongres, Calon Ketum PSSi ga wajib pernah jadi pemain bola sedangkan utk jadi Kapolri, harus jadi Polisi…

Silakan dikoreksi

@MafiaWasit: Syarat jadi Caketum itu cukup punya Visi – Misi, dan dipilih oleh Voter dalam KLB..

@MafiaWasit: Beda jika Ketum PSSi mau jadi Calon Gubernur, syaratnya lebih SUsah misalnya:

  1. Mendapat SUrat rekomendasi dari Partai Politik
  2. Partai Politik tersebut SUDah memenuhi jumlah kursi di DPRD untuk mengangkat calon Gubernur
  3. Jika jumlah kursi belum cukup, harus kualisi
  4. 0 PSIS
Baca Juga:  Sahur Dimulai Besok, Tak Ada SOTR di Kota Bogor, Walikota Bima Arya Melarangnya

Berikut tanggapan netizen tentang cuitan @MafiaWasit terkait trending Bintang Emon

@nyonyakepiting: Benci polisi sampe segitunya sih … mau ngelawak ga riset dulu. Malu ga mon?

@dpskazuha1: Makin kesini orang ini makin menjadi ya awalnya sih gw seneng skrg kok malah kek berlebihan, ketum pssi itu gak musti pemain bole tapi kalo kapolri ya harus polisi gitu lo, ni komikanya gak ngerti materinya sendiri apa gmna nih ?

@tokionyario: Lu yg tolol. Org si Bintang cuma becanda, jelas-jelas judulnya “Stand-Up Comedy”. Mau sok pinter ya tp goblok.

@angginovita93: ribet banget xianjing, namanya juga komedi. titik beratnya itu di “kenapa yg menjabat ketum PSSI bukan yg berkompeten dibidangnya” . nah perihal “pemain bola kenapa gak bisa jadi kapolri” itu kan punchline-nya. orang goblok juga tau kalo yg bisa jdi kapolri ya cuman anggota polri

Terkait minyak goreng, Bintang Emon menyoroti kelangkaan produk itu yang sempat viral.

Ia menceritakan kelangkaan minyak goreng yang bikin repot ibunya.

“Nyokap gua mau goreng kerupuk. Minyak goreng, emak gua kesulitan goreng untuk kerupuk. Dia mau kritik. Cuma dibilang harus punya solusi dulu,”

“Sebelum ke solusi kita ke akar masalah dulu, akar masalah minyak goreng langkah itu tuh karena kebijakan korup penguasa dan pengusaha terkait ekspor bahan mentah untuk minyak goreng.”

“Yaitu kelapa sawit yang harusnya dijual dalam Indonesia dengan harga yang ditentuin pemerintah ini diekspor dengan harga lebih tinggi oleh pengusaha,” paparnya.

“Nyokap gua cuma mau goreng kerupuk, masa harus tahu segitu banyaknya ya. Harus tahu segitu banyak, harus punya solusinya.”

Profil Bintang Emon

Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra yang dikenal sebagai Bintang Emon lahir 5 Mei 1996.

Ia adalah pelawak tunggal, aktor dan selebriti internet berkebangsaan Indonesia.

Ia pernah menjadi santri di salah satu pesantren yang terletak di Jombang, Jawa Timur.

Baca Juga:  Nenek Asyani Viral Lagi Gara-gara Dibandingkan dengan Hukuman Rachel Vennya

Bintang merupakan didikan komunitas Stand Up Indo Bandung sejak awal 2014.

Mulai dikenal secara nasional setelah berhasil menjuarai Stand Up Comedy Academy 3 yang diadakan oleh Indosiar pada 2017.

Ia pertama kali terjun ke dunia perfilman dengan mendapatkan peran sebagai Somat dalam sebuah film komedi yang disutradarai oleh Ernest Prakasa, yaitu Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga pada 2017.

Pada 2020, ia meluncurkan sebuah segmen baru, yakni Dewan Perwakilan Omel-Omel (DPO) yang berbentuk video dan dibalut dengan komedi di akun Instagram miliknya, dengan durasi antara satu hingga tiga menit.

Tema dari konten tersebut dapat berupa keluh kesah, omelan, peringatan dan keresahan dari orang-orang di sekitarnya yang jarang dibahas ataupun disampaikan secara gamblang.

Tidak hanya sukses melambungkan namanya, video-video tersebut juga berhasil menjadi bahan perbincangan yang kemudian viral di dunia maya.

Pada 12 Juni 2020, Emon mengunggah konten di akun Instagram pribadinya mengenai sindirannya atas ketidakadilan yang terjadi pada kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Ia heran karena pelaku, yang sempat dijadikan tersangka, mengaku “tak sengaja” ketika melakukan aksinya.

Kontennya tersebut sontak menjadi viral di jagat internet masyarakat Indonesia.

Namun, secara tiba–tiba ada beberapa pengguna dari akun Twitter yang menuduhnya sebagai pengguna dan bahkan pecandu narkoba.

Untuk menjawab semua tudingan yang dilontarkan kepadanya tersebut, pada 15 Juni 2020, ia melakukan tes urin di Rumah Sakit Pondok Indah, Puri Indah, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.

Melalui salah satu unggahan di Instagram, diketahui bahwa rumah sakit tersebut mengeluarkan surat keterangan yang berisikan pernyataan bahwa dirinya negatif menggunakan amfetamin, opiates kokain, mariyuana dan benzodiazepin.

Hasil pemeriksaan tertuang dalam surat dengan nomor 1662158-3/3087/PU/06/2020, serta ditandatangani oleh Dokter Alse Kepermunanda pada pukul 21.45 WIB.

Baca Juga:  Profil Anthony Kiedis, Vokalis Red Hot Chili Peppers Trending Lagi Liburan di Pulau Mentawai

Dukungan untuknya pun terus mengalir, ditandai dengan tagar #BINTANGEMONBESTBOY yang juga sempat menjadi tren di lini masa Twitter Indonesia.

Pada 21 Juni 2021, Bintang Emon mengumumkan bahwa dirinya positif terjangkit COVID-19 lewat sebuah video di Instagram pribadinya.

Dalam video tersebut, dia bercanda menyebut seolah-olah dirinya dibayar untuk mengumumkan bahwa dirinya terjangkit penyakit tersebut.

Syaratnya, tinggal napas terengah-engah, mual, batuk, dan sakit kepala berat, serta harus siap dituduh bagian dari konspirasi dan harus siap disumpah.

Dikarenakan angkanya bagus, Bintang akhirnya ‘mengambil’ endorse-nya.

Aksi ini dilakukan Bintang dengan maksud menyentil fenomena orang-orang yang tidak percaya dengan virus dan penyakit ini.

Ia juga menambahkan bahwa begitu banyak orang yang di-endorse COVID-19, jumlahnya hingga 10 ribu lebih.

Hal ini menuai reaksi dari Jerinx, penabuh drum grup band Superman Is Dead yang selama ini aktif menebar teori konspirasi COVID-19 dan menuduh para artis penyintas COVID-19 dibayar untuk mengumumkan penyakit tersebut di sosial media miliknya.

Jerinx menggungah ulang video Bintang dan percaya bahwa Bintang adalah bagian dari artis yang di-endorse COVID-19.

Padahal, Bintang justru menyentil siapa saja yang tidak percaya bahwa COVID-19 itu nyata.

Sayangnya, unggahan ini sudah dihapus oleh Jerinx meski sempat dibuat tangkapan layar oleh Arie Kriting.

Tak ingin memperpanjang urusan, Bintang segera mengonfirmasi bahwa apa yang diucapkannya hanya merupakan sarkasme.

Perihal ia terkena COVID-19 memang betul, tapi endorse dan lainnya yang disebutkannya bohong belaka.

Jerinx kemudian mengedit caption yang ia tulis sebelumnya.

Ia mencantumkan tagar #BoikotSelebKacxngMasukBali dan link teori konspirasi COVID-19 lainnya.

Dalam unggahan selanjutnya, Jerinx juga menuduh Bintang dan selebriti lainnya yang terkena COVID-19 dibayar untuk mengaku terkena COVID-19 dan menyebabkan pariwisata Bali terpuruk lagi.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...