Profil Bintang Emon, Trending Lagi, Kritik Tragedi Kanjuruhan Via Kapolres Kyoto
“Bintang Emon pedes nih kek seblak… Halo kapolres Kyoto,” tulis @Febree17_ sambil membagikan video Bintang Emon
Komika Bintang Emon trending lagi. Diduga ia tengah mengkritik pejabat yang tak mau mundur dalam kasus tragedi penjuruhan.
Dua video beredar di twitter tentang Bintang Emon dan pejabat tak mau mundur.
Video pertama soal pejabat ogah mundur di Kyoto Jepang, yang kedua soal tutorial pejabat mundur.
Video pertama tentang berita-berita pejabat di Jepang mengundurkan diri terkait kasus-kasus yang menjadi tanggungjawabnya.
Misal pimpinan polisi Jepang yang mengundurkan diri kasus pembunuhan mantan PM Shinzo Abe.
Gubernur Tokyo mengundurkan diri karena terkait skandal korupsi.
Ada juga Menteri ekonomi Jepang mengundurkan diri karena anak buahnya korupsi.
“Bintang Emon pedes nih kek seblak… Halo kapolres Kyoto,” tulis @Febree17_ sambil membagikan video Bintang Emon soal pejabat mundur di Kyoto.
Video itu berasal dari akun Instagramnya @bintangemon pada Sabtu, (9/10/2022).
“Langsung undurin diri, lu terlalu cepet ngambil keputusan. Harusnya lu tuh bikin aturan yang membebaskan lu dari tanggung jawab,” sindir bintang Emon.
“Bikin aja, jadi peserta yang gak setuju dengan itu nggak bisa partisipasi. Lu bisa bikin kan otoritas tertinggi,” ucapnya.
“Salahin dulu pihak lain, kalau gak potong buntut, kan bawahan lu banyak. Panpel Olimpiade Tokyo ada, Kapolres Kyoto, bisa itu dibuang semuanya.” Bintang Emon nyerocos terus.
Saksikan lengkapnya di video ini.
Bintang Emon pedes nih kek seblak…
Halo kapolres Kyoto 😂 pic.twitter.com/lxiLu3Oz9V— Riri (@Febree17_) October 8, 2022
Tanpa menyebutkan secara jelas, netizen sudah tahu arah sindiran Bintang Emon.
Yakni kasus tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang usai laga pertandingan antara Persebaya dengan Arema.
Publik lalu menuntut pertanggungjawaban PSSI.
Beberapa pihak lalu mengajukan petisi agar Ketum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule mundur sebagai tanggung jawab mental kepada korban dan dunia sepak bola.
Namun mantan Kapolda Metro Jaya itu cenderung menyalahkan pihak lain, diantaranya Panpel.
Trending Sebelumnya
Komika Bintang Emon sebelumnya trending. Namun saat itu saat ia tampil di Acara Emosi Podcast Deddy Corbuzier.
Komika memiliki nama lengkap Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra banyak didukung netizen karena materi lawakannya.
Diantaranya tentang minyak goreng, korupsi alquran, dan Ketua Umum PSSI.
Khusus tentang Ketua Umum PSSI, Bintang Emon bilang begini.
Kenapa polisi bisa jadi Ketum PSSI? Nggak ada masalah sih, sebelumnya juga ada TNI jadi Ketum PSSI.
Cuma kalau secara logika yang sama, Ismed Sofyan (Persija) bisa jadi Kapolri dong. Ya kan mirip, bisa tukeran.
Soalnya kalau dilihat mirip juga. Oknum aparat dan pemain bola sama-sama suka nendang.
Yang satu menendang bola, satu lainnya menendang penjahat.
“Maksudku closing sekarang saja, kurasa ini keputusan hidup gue yang salah,”ucap Bintang Emon diakhir materi stand upnya.
Nah akun twitter @MafiaWasit menulis begini:
Terkait vidio @bintangemon di Somasi, gua mau bantu jawab dan klarifikasi. Tapi bukan berarti gua bela pak @iriawan84 (Ketum PSSI Mohammad Iriawan) lho ya!
Dalam statuta atau syarat Kongres, Calon Ketum PSSi ga wajib pernah jadi pemain bola sedangkan utk jadi Kapolri, harus jadi Polisi…
Silakan dikoreksi
@MafiaWasit: Syarat jadi Caketum itu cukup punya Visi – Misi, dan dipilih oleh Voter dalam KLB..
@MafiaWasit: Beda jika Ketum PSSi mau jadi Calon Gubernur, syaratnya lebih SUsah misalnya:
- Mendapat SUrat rekomendasi dari Partai Politik
- Partai Politik tersebut SUDah memenuhi jumlah kursi di DPRD untuk mengangkat calon Gubernur
- Jika jumlah kursi belum cukup, harus kualisi
- 0 PSIS
Profil Bintang Emon
Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra yang dikenal sebagai Bintang Emon lahir 5 Mei 1996.
Ia adalah pelawak tunggal, aktor dan selebriti internet berkebangsaan Indonesia.
Ia pernah menjadi santri di salah satu pesantren yang terletak di Jombang, Jawa Timur.
Bintang merupakan didikan komunitas Stand Up Indo Bandung sejak awal 2014.
Mulai dikenal secara nasional setelah berhasil menjuarai Stand Up Comedy Academy 3 yang diadakan oleh Indosiar pada 2017.
Ia pertama kali terjun ke dunia perfilman dengan mendapatkan peran sebagai Somat dalam sebuah film komedi yang disutradarai oleh Ernest Prakasa, yaitu Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga pada 2017.
Pada 2020, ia meluncurkan sebuah segmen baru, yakni Dewan Perwakilan Omel-Omel (DPO) yang berbentuk video dan dibalut dengan komedi di akun Instagram miliknya, dengan durasi antara satu hingga tiga menit.
Tema dari konten tersebut dapat berupa keluh kesah, omelan, peringatan dan keresahan dari orang-orang di sekitarnya yang jarang dibahas ataupun disampaikan secara gamblang.
Tidak hanya sukses melambungkan namanya, video-video tersebut juga berhasil menjadi bahan perbincangan yang kemudian viral di dunia maya.
Pada 12 Juni 2020, Emon mengunggah konten di akun Instagram pribadinya mengenai sindirannya atas ketidakadilan yang terjadi pada kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
Ia heran karena pelaku, yang sempat dijadikan tersangka, mengaku “tak sengaja” ketika melakukan aksinya.
Kontennya tersebut sontak menjadi viral di jagat internet masyarakat Indonesia.
Namun, secara tiba–tiba ada beberapa pengguna dari akun Twitter yang menuduhnya sebagai pengguna dan bahkan pecandu narkoba.
Untuk menjawab semua tudingan yang dilontarkan kepadanya tersebut, pada 15 Juni 2020, ia melakukan tes urin di Rumah Sakit Pondok Indah, Puri Indah, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.
Melalui salah satu unggahan di Instagram, diketahui bahwa rumah sakit tersebut mengeluarkan surat keterangan yang berisikan pernyataan bahwa dirinya negatif menggunakan amfetamin, opiates kokain, mariyuana dan benzodiazepin.
Hasil pemeriksaan tertuang dalam surat dengan nomor 1662158-3/3087/PU/06/2020, serta ditandatangani oleh Dokter Alse Kepermunanda pada pukul 21.45 WIB.
Dukungan untuknya pun terus mengalir, ditandai dengan tagar #BINTANGEMONBESTBOY yang juga sempat menjadi tren di lini masa Twitter Indonesia.
Pada 21 Juni 2021, Bintang Emon mengumumkan bahwa dirinya positif terjangkit COVID-19 lewat sebuah video di Instagram pribadinya.
Dalam video tersebut, dia bercanda menyebut seolah-olah dirinya dibayar untuk mengumumkan bahwa dirinya terjangkit penyakit tersebut.
Syaratnya, tinggal napas terengah-engah, mual, batuk, dan sakit kepala berat, serta harus siap dituduh bagian dari konspirasi dan harus siap disumpah.
Dikarenakan angkanya bagus, Bintang akhirnya ‘mengambil’ endorse-nya.
Aksi ini dilakukan Bintang dengan maksud menyentil fenomena orang-orang yang tidak percaya dengan virus dan penyakit ini.
Ia juga menambahkan bahwa begitu banyak orang yang di-endorse COVID-19, jumlahnya hingga 10 ribu lebih.
Hal ini menuai reaksi dari Jerinx, penabuh drum grup band Superman Is Dead yang selama ini aktif menebar teori konspirasi COVID-19 dan menuduh para artis penyintas COVID-19 dibayar untuk mengumumkan penyakit tersebut di sosial media miliknya.
Jerinx menggungah ulang video Bintang dan percaya bahwa Bintang adalah bagian dari artis yang di-endorse COVID-19.
Padahal, Bintang justru menyentil siapa saja yang tidak percaya bahwa COVID-19 itu nyata.
Sayangnya, unggahan ini sudah dihapus oleh Jerinx meski sempat dibuat tangkapan layar oleh Arie Kriting.
Tak ingin memperpanjang urusan, Bintang segera mengonfirmasi bahwa apa yang diucapkannya hanya merupakan sarkasme.
Perihal ia terkena COVID-19 memang betul, tapi endorse dan lainnya yang disebutkannya bohong belaka.
Jerinx kemudian mengedit caption yang ia tulis sebelumnya.
Ia mencantumkan tagar #BoikotSelebKacxngMasukBali dan link teori konspirasi COVID-19 lainnya.
Dalam unggahan selanjutnya, Jerinx juga menuduh Bintang dan selebriti lainnya yang terkena COVID-19 dibayar untuk mengaku terkena COVID-19 dan menyebabkan pariwisata Bali terpuruk lagi.