Business is booming.

Arab Saudi Merencanakan Bangunan Pencakar Langit Setinggi 500 Meter, Biayanya Rp 725 Triliun

Dana sebesar Rp 727 triliun ini setara dengan seperempat dari APBN Indonesia tahun 2022

Arab Saudi sedang merencanakan bangunan terbesar di dunia bernama Neom dengan biaya mencapai 500 miliar dolar AS atau sekitar Rp 727 triliun.

Dana sebesar Rp 727 triliun ini setara dengan seperempat dari APBN Indonesia tahun 2022.
Arab Saudi memilih lokasi di bagian tengah wilayahnya untuk area Neom. Sebagian besar wilayah bagian tengah ini tidak berpenghuni.

Laman bloomberg.com melaporkan bahwa pembangunan kawasan Neom dengan gedung berpencakar langit tertinggi merupakan gagasan Putra Mahkota Saudi dan penguasa de facto Mohammed bin Salman.

Mereka berencana untuk membangun gedung pencakar langit kembar setinggi sekitar 500 meter atau 1.640 kaki. Gedung ini membentang secara horizontal sejauh puluhan km..

Gedung-gedung pencakar langit akan menampung campuran ruang perumahan, ritel, dan kantor yang membentang dari pantai Laut Merah ke padang pasir.

Informasi ini diperioleh Bloomberg lewat sumber yang meminta jati dirinya dirahasiakan.

Rencana tersebut merupakan pergeseran dari konsep yang diumumkan tahun lalu untuk membangun serangkaian perkembangan yang dihubungkan oleh kereta api berkecepatan tinggi bawah tanah, menjadi struktur panjang yang berkesinambungan.

Desainer diinstruksikan untuk mengerjakan prototipe sepanjang setengah mil.

Setiap struktur akan lebih besar dari bangunan terbesar di dunia saat ini, yang sebagian besar merupakan pabrik atau mal sekaligus komunitas perumahan.

Sebenarnya gelagat program ini pernah diumumkan pada tahun 2017.

Neom merupakan rencana Pangeran Mohammed untuk mengubah daerah terpencil di negara itu menjadi negara semi-otonom berteknologi tinggi yang akan menarik investasi asing dan membantu mendiversifikasi ekonomi Saudi dari ketergantungan pada penjualan minyak.

Baca Juga:  Inul Trending, Pebisnis Karaoke Keluhkan Pajak Hiburan hingga 75 Persen

Program ini diumumkan oleh Raja Salman lewat narasi The Line sebagai kota linier bebas mobil yang akan membentuk tulang punggung Neom.

Kala itu, biayanya diproyeksikan mencapai 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp 300 triliun.
Konsep Neom berubah total memadukan konsep vertikal sekaligus bangunan horizontal raksasa dengan biaya dua kali lipat lebih.

“The Line adalah ide yang out of the box,” kata Kepala Eksekutif Neom, Nadhmi Al-Nasr dalam sebuah wawancara.

Bangunan-bangunan itu akan berbeda ketinggiannya, beradaptasi dengan lanskap.
Timur Tengah sudah menjadi rumah bagi gedung tertinggi di dunia. Ini bisa dilihat dari Burj Khalifa Dubai.

Jauh sebelum itu, munculnya Pangeran Mohammed telah mengumumkan rencana untuk membangun gedung tertinggi di dunia di dekat Jeddah. Pencakar langit hanya sebagian yang selesai.

Arab Saudi mulai memproyeksikan ekonomi yang bersumber dari pemasukan di luar minyak.

Terbentuknya Dana Investasi Publik Arab Saudi yang kuat menjadi salah satu energi ekonomi Arab Saudi. Lembaga ini diketuai oleh Pangeran Mohammed dan pemilik Neom.

Dana Investasi Publik Arab Saudi sedang mencoba untuk mengubah sebagian besar klaster perkantoran di Riyadh bagian utara yang menghabiskan biaya miliaran dolar AS.

Dengan harapan menghindari nasib serupa dari program sebelumnya, The Line akan dibangun secara bertahap.

“Ketika orang berbicara tentang The Line, mereka melihat Hyperloop futuristik, jenis entitas Star Wars,” kata Ali Shihabi, anggota dewan penasihat Neom.

“Tetapi ketika The Line disajikan kepada dewan, saya melihat kota modern berkelanjutan yang sangat cerdas,” kata Ali.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...