Business is booming.

Ganjar Trending karena Diserang Petinggi PDIP, Relawan Ingatkan Takkan Pilih Banteng

Kami punya semangat yang gigih memperjuangkan orang baik (Ganjar), itu tak bisa dinilai dari sekadar UANG.

PDIP trending. Serangan petinggi PDIP terhadap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadi salah satu topik yang dibicarakan.

Petinggi PDIP yang menyerang Ganjar adalah pendukung Puan Maharani untuk Pilpres 2024.

Puan dan Ganjar sudah lama bersaing untuk kursi RI 1 atau RI 2 di Pilpres 2024.

Ganjar Pranowo jauh lebih populer dibanding Puan dalam berbagai survei.

Namun Puan tampaknya ngotot menyingkirkan Ganjar dari Pilpres 2024.

Bahkan politisi PDIP Trimadya Panjaitan menganggap Ganjar Pranowo terlalu ambisius dan tak tahu diri.

Mestinya, kata Trimadya, Ganjar fokus dulu sebagai Gubernur Jateng dan komunikasi dengan DPD PDIP setempat.

Petinggi PDIP lainnya Masinton Pasaribu menantang Ganjar untuk maju Pilpres 2024 dari partai lainnya.

Hal itu disampaikan menyusul aksi relawan desa untuk Ganjar atau Des Ganjar menggelar deklarasi pekan lalu.

Serangan terhadap Ganjar tampaknya menjadi angin segar bagi pendukung capres-capres poluler selain Ganjar.

Terutama pendukung Anies Baswedan.

Ganjar memang populer karena pendukung Jokowi di dua kali Pilpres cenderung mengalihkan dukungan kepada Ganjar Pranowo.

Bahkan mereka mengklaim jika PDIP tetap memajukan Puan Maharani sebagai capres di 2024 mereka akan meninggalkan partai banteng tersebut.

Berikut cuitan sejumlah netizen tentang PDIP

@Miduk17: Maaf @PDI_Perjuangan , kami memang tak punya uang sebanyak kalian. Tapi kami punya semangat yang gigih memperjuangkan orang baik, itu tak bisa dinilai dari sekadar UANG. Kami datang dari penjuru desa TANPA DIBAYAR bersatu memastikan @ganjarpranowo bertarung di 2024

@Sigromilir01: Apa prestasi pak Ganjar? Jika pertanyaan tsb. hingga dilontarkan oleh internal kader senior PDIP maka hampir sebangun dng pertanyaan yg ditujukan pada Jokowi menjelang th “elektabilitas” Capres 2012. Dan Megawati merestui gubernur dki Jokowi maju Capres 2012.

Baca Juga:  Luhut dan Haris Azhar Memulai Proses Mediasi

@AgusHamra: Lagi nguji kesetiaan Pak Ganjar terhadap PDIP… Serangan dari dalam dan luar akan semakin gencar mendekati 2024… Tahun 2013 Puan, Taufik kemas, Cahyo kumolo rame2 tak setuju Jokowi jadi Capres PDIP.. Bagaimana kerasnya efendi simbolon saat itu.. Dan Jokowi teruji..

@Pengenketawa21: Jika tak ngusung Pak @ganjarpranowo , saya berhenti memilih PDIP… Akam beralih ke Partai lain… Te tunya bukan PKS juga

@Ch_Soehadha: buka mata mu hai Banteng, tidak ada artinya sebuah partai besar di banding kegigihan para relawanya, ingat pak Jokowi itu jadi Presiden bukan semata

@PDI_Perjuangan, tapi penorbanan para fans Jokowilah kuncinya, sayang klw suara2 itu di kalahkan ego semata.@sebutsajakucing: Rekam jejak Ganjar 1.Terlibt suap e-KTP 2. Jateng jadi provinsi miskin di Jawa 3. Salah satu Provinsi dengan UMP paling rendah di Ind 4. Rajin bikin kebijakan yang merusak lingkungan pabrik semen Rembang, Tambang Batu Wadas, alih fungsi hutan mangrove etc 4. Porn lovers Lnjtkn..

@BambangBwe: Biarpun cocot oknum politisi @PDI_Perjuangan mengatakan @ganjarpranowo tak punya prestasi.tapi saya wong Jawa tengah tetap bangga punya gubernur ndoro Ganjar. Dan saya siap mendukung beliau di pilpres 2024 nanti

Survei Tentang Ganjar

Di tengah tekanan di PDIP, elektabilitas Ganjar tetap moncer.

Hasil survei SMRC menunjukkan nama Ganjar berada di urutan teratas disusul Prabowo dan Anies Baswedan.

Diduga Ganjar popular karena pendukung Jokowi beralih kepadanya.
“Jadi trennya, Ganjar selalu unggul. Kedua Prabowo, sementara Anies cenderung statis,” kata Pendiri SMRC Saiful Mujani dikutip dari Antara di Jakarta, Sabtu (4/6/2022).

Prabowo dan Ganjar memang kerap berada di posisi teratas dalam berbagai jajak pendapat lembaga survei terkait Pilpres 2024.

Baca Juga:  Biodata Emmy Hafild, Aktivis Lingkungan Wafat karena Kanker

Namun belakangan, SMRC mencatat pemilih Jokowi-Ma’ruf banyak yang memutuskan beralih mendukung Menhan Prabowo di Pilpres 2024.

Saiful menjelaskan dalam survei-survei yang dilakukan SMRC selama setahun terakhir, masyarakat yang memilih Jokowi di Pilpres 2019, trennya cenderung memilih Ganjar, meskipun banyak juga yang bergeser ke Prabowo dan Anies Baswedan.

Pada medio Mei 2021 hingga Maret 2022 yaitu selama empat kali survei, Ganjar merebut suara paling banyak dari pemilih Jokowi.

Pergerakannya dari 32,8 persen pada Mei 2021, sempat melonjak 40,6 persen pada Desember 2021, dan terakhir turun jadi 36,9 persen pada Maret 2022.

Sementara, Prabowo meraih 24,6 persen pada Mei 2021, turun 22,4 pada Desember 2021, dan naik lagi menjadi 26,3 persen pada Maret 2022.

Dan, Anies Baswedan sendiri meraih 23,8 pada Mei 2021, dan 20,8 persen pada Maret 2022.
Sementara itu, hasil survei Indikator Politik Indonesia per April lalu menyatakan Ganjar berada di puncak elektabilitas dengan raihan suara 26,7 persen.

Elektabilitas politikus PDIP itu terus menunjukkan tren kenaikan dalam tiga survei terakhir.
Pada Desember 2021, elektabilitas Ganjar 20,8 persen, lalu naik menjadi 22,4 persen pada Februari 2022.

Hasil survei Charta Politika Indonesia juga menempatkan nama Ganjar sebagai tokoh politik dengan elektabilitas tertinggi meninggalkan sejumlah nama lain seperti Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Puan Maharani Kalahkan Ganjar?

Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan hasil agak beda.

Ketua DPR Puan Maharani lebih unggul dibandingkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menganggap hasil survei itu membuat Puan lebih potensial untuk diusung di Pilpres 2024.

Hasil survei IPO menyatakan popularitas Puan Maharani di posisi 5 besar yakni sebesar 69,3 persen.

Baca Juga:  Mengenal MPLS, Salah Satunya Pesta Es Krim di KB-TK Khairunnas Tuban

Lebih tinggi Ganjar yang berada di urutan keenam dengan tingkat popularitas sebesar 61,14 persen.
Ada pun sosok dengan tingkat popularitas tinggi Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, yakni mencapai 96,2 persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di urutan kedua dengan tingkat popularitas sebesar 88,1 persen.

Diikuti Menparekraf Sandiaga Uni 84,0 persen dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 71,3 persen.

Survei IPO bertajuk Persepsi Publik atas Konstelasi Politik Nasional dan Pemilihan Presiden 2024 dilakukan sepanjang 23-28 Mei 2022 dengan melibatkan 1.200 responden.

Wawancara dilakukan dengan hybrid secara tatap muka sebanyak 480 responden dan sambungan telepon.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...