Business is booming.

KRMT Trending, Netizen Minta Gelar Kebangsawanan Roy Suryo Dicabut karena Dianggap Hina Simbol Agama Budha

Anda pasti marah jika simbol2 agama anda dihina, jadi jangan menghina simbol2 agama lain

KRMT trending. Kata yang dimaksud adalah @KRMTRoySuryo2 mantan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Melalui akun twitternya, Roy Suryo yang menjadi menteri era Presiden SBY itu aktif membagikan kicauannya.

Kicauan Roy Suryo lazimnya mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi dan para menterinya.

Namun cuitan kali ini dianggap berlebihan hingga menjadi bahan pergunjingan netizen.

Apalagi kenaikan tarif ke Borobudur sudah ditunda.

Persisnya cuitan @KRMTRoySuryo2 yang menjadi bahan obrolan itu begini bunyinya.

Mumpung akhir pekan, ringan2 saja Twit-nya. Sejalan dgn Protes Rencana Kenaikan Harga Tiket naik ke Candi Borobudur (dari 50rb) ke 750rb yg (sdh sewarasnya) DITUNDA itu, Banyak Kreativitas Netizen mengubah Salah satu Stupa terbuka yg Ikonik di Borobudur itu, LUCU, he-3x. AMBYAR.

Cuitan itu memperoleh reaksi beragam, namun sebagian besar menganggapnya tak pantas.

Bahkan ada yang meminta gelar KMRT di depan nama Roy Suryo dihapus.

KRMT adalah gelar kebangsawanan di Jawa dengan kepanjangan Kanjeng Raden Mas Tumenggung

Hingga berita ini diturunkan, cuitan roy suryo memperoleh 1.326 komentar, 737 retweet dan 671 like. Dan Roy Suryo tak menghapus cuitannya.

Berikut komentar netizen terkait cuiran KMRT Roy Suryo soal Borobudur

@SutamaRahmat: Pak dengan tidak mengurangi rasa hormat akan lebih baik postingan ini dihapus. Bagaimana pun juga kita harus hormati teman2 pemeluk agama Budha. @SBYudhoyono  mohon kader nya ditegur , Bapak sebagai negarawan sejati tentu setuju dgn pendapat saya

Baca Juga:  Faradina Trending Usai Tereliminasi dari Top 3 Indonesia Next Top Model, Mengapa Netizen Kecewa?

@AnggraNing: Saya muslim pak, tapi saya malu lihat postingan ini. Apalagi anda mantan menteri, gelarnya KRMT, unggah ungguhnya itu loh mana? Anda pasti marah jika simbol2 agama anda dihina, jadi jangan menghina simbol2 agama lain juga, jangan egois pak. Menurut anda ini lucu? Bagi saya miris

@it_hardjo: Kowe malah ikut menghina …Keraton Jogja mohon bisa mempertimbangkan gelar yang disandangnya

@hkushardanto: Sebagai orang terdidik seharusnya anda bisa menahan diri untuk tidak menyebarkan “kreativitas” kebablasan seperti ini. Untuk ummat Buddha figur Sidharta Gautama itu sangat dihormati dan sakral. Anda spt orang yang tidak punya kecerdasan spiritual

@wpudyantoro69: Mas njenengan itu KRMT mantan menteri tp adab dan budipekerti spt blm pernah makan sekolahan, sakit apa njenengan?

@maulidia_yang: KRMT ??? Gelar nya jd gak guna, melecehkan gelar bangsawan dgn adab yg minus anda. Adab politik anda sangat buruk.

Drs. Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo, M. Kes lahir 18 Juli 1968.

Ia adalah seorang pakar telematika asal Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kabinet Indonesia Bersatu II.

Roy merupakan mantan politisi Partai Demokrat dan pernah menduduki kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Roy Suryo sering menjadi narasumber di berbagai media massa Indonesia untuk bidang teknologi informasi, fotografi, dan multimedia.

Ia pernah menjadi pembawa acara e-Lifestyle di Metro TV selama delapan tahun dan acara Orbit di TVRI selama tiga tahun .

Ia diakui sebagai pakar informatika dan sering memberi Seminar, Workshop dan Kuliah Umum dibidang Informatika, multimedia, dan telematika.

Roy Suryo menyelesaikan kuliah pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (1986-1991), kemudian mengajar di Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia tahun 1994-2004.

Ia juga pernah tercatat sebagai pengajar di Program S-1 dan D-3 Komunikasi UGM, mengajar fotografi (SPC-212P) selama delapan semester namun berstatus sebagai dosen tetap di ISI.

Baca Juga:  Kombes Pol Hengki Haryadi Ungkap Fenomena Baru Penjualan Senjata Api Ilegal, Disamarkan Jadi Air Gun dan Dijual di Marketplace
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...