Business is booming.

Profil AKBP Moh Nurhidayat, Kapolres Jombang Alumni Akpol 2002 dan Pendekatannya Kasus Bechi

Upaya penggeledahan area pesantren seluas 5 hektare itu dilakukan untuk menemukan MSAT alias Bechi

AKBP Moh Nurhidayat, Kapolres Jombang dalam sorotan.

Upayanya melakukan penangkapan terhadap pelaku pencabulan di area Pesantren Shiddiqiyah Ploso, Kabupaten Jombang, memperoleh pujian.

AKBP Moh Nurhidayat menemui Kyai pemilik pesantren yang juga orangtua pelaku pencabulan berinisial MSAT alias Mas Bechi (42).

Sang kyai berjanji mengantar anaknya ke kantor polisi dan tak perlu ditangkap paksa.

Sang Kapolres pun memberikan hormat dan menyalami sang kyai, dengan menegaskan diantar sendiri di hadapan para jamaah ya?

AKBP Moh Nurhidayat menemui Kyai pemilik pesantren yang juga orangtua pelaku pencabulan berinisial MSAT alias Mas Bechi (42). Pendekatan kultural yang dilakukannya memperoleh pujian meski hasilnya tak sesuai harapan. (Capture video detik.com)

Namun hingga Kamis (7/7/2022) sore janji tinggal janji, sang Kyai tak juga mengantar anaknya ke kantor polisi.

Polda Jawa Timur pun turun tangan, mereka menyisir area Pesantren Shiddiqiyah Ploso, Kabupaten Jombang, mencari Mas Bechi, tersangka pencabulan santriwati.

“Kami masih lakukan penggeledahan di beberapa gedung, kamar-kamar kami periksa semua. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami temukan tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto di Jombang.

Pihaknya menegaskan upaya penggeledahan area pesantren seluas 5 hektare itu dilakukan untuk menemukan MSAT, 42 tahun, yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Penjemputan paksa ini merupakan upaya memastikan perkara pidana ditangani secara serius.

“Polda Jatim sudah cukup lama tangani kasus ini secara humanis, kami sudah ingatkan, juga beri masukan ke keluarga, pengacara, namun yang bersangkutan bersikukuh belum mau untuk hadir di polda. Kami terbitkan DPO hari ini upaya paksa ditangkap,” kata dia seperti dikutip Antara.

Dalam video yang beredar, ayah tersangka, K.H Muhammad Mukhtar Mukthi, di hadapan polisi berjanji menyerahkan MSAT ke Polda Jatim, Kamis (7/7) sore ini.

Baca Juga:  Lagi-Lagi Malang di Guncang Gempa, Juga Wilayah Jawa Timur

Selain mencari pelaku kasus asusila yang juga anak pengasuh pesantren tersebut, polisi juga mengamankan puluhan orang yang menghalang-halangi langkah polisi untuk melakukan pencarian tersangka.

Mereka bukan santri melainkan sukarelawan pendukung MSAT. Saat ini mereka masih diperiksa di Polres Jombang terkait dengan keterlibatannya.

Kasus yang diduga melibatkan MSAT itu terjadi pada 2017 dengan melakukan perbuatan asusila pada lima santri putri di kawasan pesantren Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

MSAT sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun 2020, namun yang bersangkutan terus mangkir dari panggilan pemeriksaan di Polda Jatim. Ia menjadi tersangka kasus asusila kepada para santri di pesantren yang dipimpin ayahnya tersebut.

MSAT bertugas sebagai pengurus pesantren yang dipimpin ayahnya itu. Ia juga sebagai guru di Pesantren Shiddiqiyah Ploso, Kabupaten Jombang, tersebut.

Selama ini MSAT juga dikenal sebagai pengusaha rokok jenama ST.

Profil AKBP Moh Nurhidayat

AKBP Moh Nurhidayat menjadi Kapolres Jombang menggantikan AKBP Agung Setyo Nugroho yang dimutasi menjadi Kapolre Kediri, Rabu (17/11/2021).

Sebelum menjabat Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat menduduki jabatan sebagai Kasubdit II Ditreskrimum Polda Jatim.

AKBP Nurhidayat yang alumni Akpol 2002 juga pernah menjabat sebagai Kabagops dan Wakapolres Jombang.

Sedangkan AKBP Agung Setyo Nugroho menjabat sebagai Kapolres Jombang kurang lebih selama 18 bulan.

AKBP Moh Nurhidayat bukan orang baru di Jombang, ia sempat menduduki jabatan penting di Polres Jombang.

Sebelum menjadi Wakapolres Jombang pada Mei 2015, AKBP Nurhidayat terlebih dahulu menjadi Kabag Ops Polres Jombang.

Saat masih berpangkat Kompol, AKBP Nurhidayat diangkat menjadi Wakapolres Jombang menggantikan Kompol Sumardji, yang kini berpangkat Kombes.

Usai menjalani posisinya sebagai orang nomor dua di Polres Jombang, ia kemudian pindah tugas menjadi Wakapolres Gresik.

Baca Juga:  Upacara Kenaikan Bendera Merah Putih HUT RI Mulai Pukul 10.00 WIB, Penurunan Bendera Pukul 17.00 WIB

Tuntutan karir membuatnya lolos menempuh Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri.

Setelah berpangkat AKBP, Nurhidayat menjabat sebagai Kasubdit Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jatim.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri 31 Oktober 2021, AKBP Nurhidayat akhirnya menjabat sebagai Kapolres Jombang.

AKBP Nurhidayat menyebut peran orang tua sangat besar dalam mendidik dan membentuk karakternya.

Didikan orang tua itu lah yang menjadi bekal dirinya dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum.

“Didikan ayah saat saya kecil itu membentuk karakter saya. Beliau mendidik saya dengan memberi contoh yang baik,” kata AKBP Mohammad Nurhidayat dikutip dari channel youtube Jurnalis Nahdliyin Official, Senin (25/04/2022).

Hidayat mengungkapkan ia berasal dari keluarga sederhana, ayahnya seorang guru agama Islam di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Ia mengakui ayahnya bukan orang yang punya ilmu agama tinggi.

Ia melanjutkan, ayahnya bukan lulusan pondok pesantren. Ia hanya lulusan Sekolah Guru Agama. Namun, ayahnya itu tak pernah melalaikan kewajiban ibadah.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...