Business is booming.

Tagar PDIP Trending, Netizen Bela Ganjar Pranowo

Tagar #PDIP trending di media sosial Twitter pada Sabtu (23/7/2022) pagi.

Sedikitnya 3.988 ciutan (Tweets) soal larangan Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP keluar kota disampaikan netizen.

Sebagian netizen memberi kritik dan yang lainnya memberi dukungan atas kebijakan PDIP melarang Gubernur Jawa Tengah itu keluar kota karena tidak lewat penugas.

Berikut ciutan yang disampaikan netizen dengan berbagai alasannya.

Seperti akun @Miduk17 menulis, “Makin berkurang respect saya kpd @PDI_Perjuangan Ganjar Pranowo itu seorang Gubernur berhaluan kpd konstitusi NKRI bukan kepada Partai Makin kelihatan jika @PDI_Perjuangan sedang berupaya MENGGEMBOSI pak Ganjar Tidak pernah dlm sejarah ada partai MENGEKANG kadernya sendiri”

Lalu akun @Pemersa790 menulis, “Sya bukannya tdak mendukung cuitannmu sodara. Tpi saya masih percya akan ada kejutan yg disiapkan @PDI_Perjuangan disaat trkhir menjelang pertempuran 2024.. Yg jelas bagi hati nurani saya,ttap pak @ganjarpranowo sellu dihati.”

Akun @ChBdmn menulis, “Wah jadi bingung nih mau pilih yg mana? Nasdem aku sudah buang PDIP ? apa harus dibuang juga? Habis pilih partai apa dong? Bisa2 jadi golput nih.”

@Miduk17 menulis, “@PDI_Perjuangan mungkin takut jika Ganjar bertemu rakyat setiap hari maka elektabilitasnya makin naik. Sedangkan Puan Maharani yg dipaksa2 tetap tak terdongkrak elektabilitasnya. Memalukan sekali cara2 begini. Presiden saja tak pernah melakukan PENGEKANGAN kpd gubernur/bupati

@KicauSunyi menulis, “Ga apa Golput tapi khan masih bisa coblos Capres… Asal jangan coblos bajingan aja kayak Jakarta yang udah bikin pilihan yang fatal..”

@Cahndes54010084 menulis, “Apa pun partai nya tetep PK Ganjar Pranowo Pilihan Qu”

@AdiAdimsamin menulis, “dnanya pdip ya seperti itu, tudak ada yg salah….. Pertanyaan besarnya adalah : “berani nggak ganjar menjadi anak durhaka??”. Pak Jokowi tempo hari saat menjadi capres juga hasil penunjukan dari partaikan?? Hal yg tak bisa diabaikan??”

@FukusimaX menulis, “bisa jadi ini juga strategi menaikkan suara pak ganjar. politik banyak strategi yg bisa dipakai,dan semua masih cair jadi mari kita tunggu saja para kandidat sampai solid seutuhnya .. untuk sekarang biarin aja,Indonesia masih melihat pemimpin dari tokohnya bukan dari partainya.”

@de_sinner menulis, “meski Puan dipaksa terkenal, ttp aja ga akan bisa. Kl dipaksakan Puan akan bnasib spt AHY.”

@valennels menulis, “Apakah ada kemungkinan ini parte mencalonkan wan got sampai² kadernya yg diidolakan banyak orang, dikekang?”

@Call_Nixon menulis, “Santai aja Lae, itu hanya sebuah trik politik”

@yambekoyam menulis, “makin kebangetan dan seperti disengaja dibikin tidak enak, seperti kalau karyawan dibuat tidak nyaman agar mengajukan resign, preseden buruk”

@UripSmuliajaya menulis, “Opo manehhhhhh iki. Harusnya bangga punya kader sekelas GP.”

Dilarang kampanye pribadi

Baca Juga:  Setelah Datangkan Giroud, AC Milan Incar Nikola Vlasic

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan setiap kader dilarang kampanye untuk perorangan, apalagi sampai keluar kota.

Hal ini juga terkait isu PDIP melarang Gubernur Jateng Ganjar Pranowo keluar kota terkait Pilpres 2024.

Hasto mengaku pihaknya pernah memberikan kritik kepada salah satu kader partainya yang menjadi kepala daerah karena kerap melakukan kunjungan ke Jakarta.

Teguran disampaikan secara tertulis. Sebab menurut dia, setiap kepala daerah harus fokus membangun daerahnya.

“Kami pernah kritik kepala daerah yang lebih sering ke Jakarta dengan memberi teguran tertulis. Karena tugas utama kepala daerah membangun kemajuan daerahnya,” ucap Hasto kepada wartawan, Kamis (21/7).

Menurut Hasto , PDIP tak pernah melarang kader untuk melakukan kampanye.

Ketua Umum Megawati Soekarnoputri bahkan menginstruksikan agar seluruh kader melakukan soft campaign.

Namun, soft campaign dilakukan untuk kepentingan partai. Bukan untuk kepentingan pribadi.

Begitu pula bagi Ganjar sebagai kepala daerah yang harus mengakar di tengah masyarakat.

“Kita tidak melarang tetapi soft campaign itu untuk kepentingan partai bukan untuk pencitraan orang per orang,” katanya.

Sementara itu, terkait kunjungan ke luar daerah, Hasto menyebut setiap kader sesuai dengan penugasan atau undangan.
Menurutnya, partai telah mengatur komunikasi sesama kader PDIP di setiap daerah.

“Kalau kader partai bertemu dengan struktur partai, kan, melalui penugasan atau surat undangan,” kata dia.

Kendati demikian ia membantah bahwa pihaknya telah melarang salah satu kadernya, Ganjar Pranowo untuk berkampanye keluar daerah Jawa Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Hasto sekaligus membantah kabar pertemuannya dengan Ganjar usai Rakernas relawan Jokowi, Projo, akhir Mei lalu.

Dalam pertemuan yang ikut dihadiri Ketua Fraksi PDIP di DPR, Urut Adianto itu, Hasto konon meminta Ganjar tak keluar kandang.

Baca Juga:  Meninggal Dunia Karena Covid-19 Masih Tinggi, 1.280 Orang

“Tidak, saya sudah bilang pertemuannya tidak ada. Pertemuan yang ada hanya di sekolah partai, itu yang terjadi,” kata dia

Hasto mengatakan pertemuan antara dirinya dengan Ganjar usai Rakernas Projo hanya terjadi di Sekolah Partai.

Itu pun terjadi sebulan kemudian atau bersamaan dengan pelaksanaan Rakernas II PDIP 21-23 Juni.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...