Mako Brimob Trending, Ingatkan Penahanan Ahok dan Kini Ferdy Sambo
Irjen FS diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J
Mako Brimob trending. Hal itu berkaitan dengan penahanan mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo terkait kasus kematian Brigadir J.
Penahanan alumni Akpol 1994 itu bukan saja memunculkan harapan kasus tewasnya sang ajudan menjadi terang, namun juga seperti sebuah cerita runtuhnya seorang jendral polisi yang kuat.
Ferdy Sambo selama ini seolah menjadi salah satu jendral Polri yang ditakuti. Apalagi selain menjabat Kadiv Propam Polri, ia juga menjabat Satgasus Polri.
Selain itu Ferdy Sambo dikenal memiliki hubungan dekat dengan Kapolri Jendral Listyo Prabowo.
Keistimewaan Sambo pun kini seakan luruh setelah menjadi pesakitan dan ditahan diruang khusus Mako Brimob.
Nah nama ruang khusus Mako Brimob pun kembali mengingatkan pada Ahok yang ditahan di lokasi sama kasus penistaan agama.
Ahok ditahan di Mako Brimob tahun 2018 demi keamanan.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo sendiri meluruskan kabar penangkapan Ferdy Sambo.
Menurutnya Ferdy Sambo tidak ditangkap, yang bersangkutan baru ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob Polri.
“Malam ini yang bersangkutan (Ferdiy Sambo) ditempatkan di tempat khusus, yaitu Mako Brimob Polri,” kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri secara daring, Sabtu 6 Agustus 2022 malam.
Dedi menjelaskan bahwa Inspektorat Khusus (Irsus) Polri telah menetapkan Irjen Pol. Ferdy Sambo melanggar aturan tidak profesional dalam menangani olah tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya Brigadir Yosua di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Dedi menyebutkan Timsus sedang mendalami proses penyidikan terkait masalah TKP Duren Tiga, bekerja secara pr justicia.
Selain Timsus juga ada Irsus yang sedang memeriksa 25 orang personel Polri terkait tidak profesional dalam menangangani TKP Duren Tiga.
“Seperti yang disampaikan Bapak Kapolri tadi malam (Jumat) bahwa Irsus sudah melakukan pemeriksaan terhadap 25 orang. Dari 25 orang ini empat sudah ditempatkan di tempat khusus (Pansus),” kata Dedi seperti dilansir Antara.
“Dari hasil kegiatan pemeriksaan tim gabungan Pengawasan Pemeriksaan Khusus terhadap perbuatan Irjen FS yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri,” ujar Dedi.
Dedi menambahkan, dari hasil pemeriksaan Irsus terkait masalah peristiwa tersebut sudah memeriksa kurang lebih 10 saksi.
“Dari keterangan 10 saksi dan bukti yang ada, dari Irsus menetapkan bahwa Irjen FS diduga melakukan pelanggaran terkait ketidakprofesioanalan dalam olah TKP,” kata Dedi.
Tentang Mako Brimob
Korps Brigade Mobil atau sering disingkat Korps Brimob adalah kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Polri.
Korps Brimob juga dikenal sebagai salah satu unit tertua yang ada di dalam organisasi Polri.
Beberapa tugas utamanya adalah penanganan terrorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera, dan penjinakan bom (EOD).
Korps Brigade Mobil juga bersifat sebagai komponen besar didalam Polri yang dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas anti-separatis dan anti-pemberontakan, sering kali bersamaan dengan operasi militer.
Korps Brimob tergolong sebagai “Unit Taktis Polisi” (Police Tactical Unit – PTU) dan secara operasional bersifat kesatuan Senjata dan Taktik Khusus (SWAT) polisi (termasuk Densus 88 dan Gegana Brimob).
Korps Brimob terdiri dari 2 (dua) cabang yaitu Gegana dan Pelopor.
Gegana bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas operasi kepolisian khusus yang lebih spesifik seperti: Penjinakan Bomb (Bomb Disposal), Penanganan KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif), Anti-Terror (Counter Terrorism), dan Inteligensi.
Sementara, Pelopor bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas operasi kepolisian khusus yang lebih luas dan bersifat Paramiliter.
Yakni seperti: Penanganan Kerusuhan/Huru-Hara (Riot control), Pencarian dan Penyelamatan (SAR), Pengamanan instalasi vital, dan operasi Gerilya serta pertempuran hutan terbatas.
Pada umumnya, kedua cabang ini sama-sama mempunyai kemampuan taktikal sebagai unit kepolisian khusus.
Diantaranya; kemampuan dalam tugas-tugas pembebasan sandera di area-area perkotaan (urban setting), Penggerebekan kepada kriminal bersenjata seperti terroris atau seperatis, dan operasi-operasi lainya yang mendukung kinerja kesatuan-kesatuan kepolisian umum. Setiap Polda di Indonesia dan mabes polri terdapat Pasukan Brimob.
Kerusuhan 2018
Secara khusus Wikipedi menulis Kerusuhan Mako Brimob Depok 2018 adalah insiden kerusuhan akibat upaya pemberontakan selama 36 jam
Insiden itu terjadi di tiga blok Lapas Markas Komando (Mako) Korps Brigade Mobil (Brimob) di Kelapa Dua, Depok oleh narapidana terorisme pada Selasa, 8 Mei 2018 pukul 19:30 WIB.
Setidaknya dalam insiden ini, lima polisi dinyatakan gugur dan seorang narapidana tewas.
Kelompok teror ISIS melalui kantor beritanya, Amaq News Agency, mengklaim telah bertanggung jawab atas insiden ini sebagai upaya menduduki markas.
Namun di lain pihak, Kepolisian membantah keterlibatan ISIS dalam upaya perebutan Mako Brimob dan mengatakan bahwa pemberontakan dipicu keterlambatan pasokan makanan dari keluarga narapidana karena prosedur pemeriksaan petugas.