Business is booming.

Sukses Paksa Anggota Paspampres Minta Maaf, Tapi Cara Gibran Cabut Masker Paspampres Dikritik

api caranya melepas masker Paspampres menurut saya kurang sopan pak wali  @gibran_tweet

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berhasil memaksa anggota Paspampres meminta maaf karena telah memukul seorang warga.

Hanya saja cara Gibran memaksa mencopot masker satu dari dua anggota Paspampres sesaat sebelum meminta maaf memperoleh kritik netizen.

Saat  itu Gibran yang mengawasi Paspampres muncul dari belakang dan memaksa menarik masker salah satu anggota Paspampres.

Anggota itu tampak terkejut, namun tak bisa berbuat banyak. Ia terlihat fokus untuk membuat pernyataan minta maaf.

“Tapi caranya melepas masker Paspampres menurut saya kurang sopan pak wali  @gibran_tweet, marah boleh, tapi  ingat mereka itu tentara loh, harus tetap di jaga wibawanya,” tulis akun @rudisarupa

Cara Gibran melepas Masker Paspampres pun memang mengundang perdebatan. Para pendukung Gibran menyatakan bahwa itu simbol ketegasan pimpinan.

Bahkan Gibran sendiri menjawab kritikan akun @rudisarupa.

@gibran_tweet: Maaf. Justru wibawa korban yg harus saya jaga

Seperti diketahui, seorang anggota meminta maaf usai kejadian pemukulan terhadap warga Solo beberapa waktu lalu.

Usai menemui Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di ruang kerjanya di Balai Kota Surakarta, Jumat, anggota Paspampres bernama Hari Misbah juga menyampaikan permintaan maaf-nya terhadap keluarga korban.

“Saya minta maaf kepada bapak yang saya pukul dan keluarganya. Mungkin saya sudah menyakiti hati dan keluarganya. Kepada keluarga Solo saya minta maaf,” katanya seperti dikutip Antara.

Baca Juga:  Sidang DPRD Solok Ricuh, Lempar Asbak Hingga Nyaris Adu Jotos

Terkait dengan kronologi pemukulan, Hari mengatakan pada saat itu ia merasa kendaraan yang ditumpangi oleh warga Solo tersebut menghambat perjalanannya.

“Posisi (lampu menyala) merah, kami masih maksain maju. Dari depan mobil sudah ditutup (oleh truk yang dikendarai korban),” ucap salah satu anggota tim advan tersebut.

Ia mengatakan pada saat itu tidak sedang menjalankan tugas, sehingga tidak dalam posisi terburu-buru.

Sementara itu, Gibran mengaku tidak senang dengan perlakuan yang diterima oleh salah satu warganya.

“Ya kalau bagi saya ini belum selesai. Mereka minta maaf karena beritanya viral, kalau nggak viral nggak mungkin minta maaf. Saya nggak terima warga saya digituin, dia nggak salah kok. Dia juga nggak lagi mengawal siapa-siapa kok,” tuturnya.

Sebelumnya, beredar keluhan dari salah satu warga melalui twitter dengan nama akun @txtdrberseragam.

Akun tersebut menceritakan adanya curahan hati seorang anak yang ayahnya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari salah satu anggota Paspampres.

“Tanggung jawab saya melindungi warga saya yang dipukul. Jangan didatangi (korban), saya takut bapak-nya terintimidasi,” ujarnya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...