Demo Trending, Netizen Nyinyir Kena Semprot
empat aksi demo tolak kenaikan harga BBM berlangsung di Jakarta
Tagar Demo trending di media sosial pada Selasa (6/9/2022), menyusul empat aksi demo tolak kenaikan harga BBM berlangsung di Jakarta.
Netizen pun bersikap, menanggapi tagar Demo hingga tercatat 74.400 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.
Seperti pemilik akun Twitter @chatyresta menulis, “Semangat yg demo tapi kalo bisa jangan anarki jagain temen2 karena kalo demo yg kena itu pasti ada. Jangan mau terpancing jadi topik demo nya kabur gajelas. Terutama jangan merusak karena itulah jadi ladang koruptor buat panen saat agenda perbaikan.
Lalu akun Twitter @Mahatirrizki menulis, “HIDUP MAHASISWA INDONESIA BERTANAH AIR SATU TANAH AIR TANPA PENINDASAN”
@DhimasAM menulis, “Semangaattt… Selalu berhati hati, dan semoga selalu dalam perlindungan-Nya.”
@PallakaGO menulis, “Senoga semua sehat dan tiba dgn selamat dirumah masing2”
@Ilhamrezky__ menulis, “Semangat kawan-kawan!”
@RezaDaryana menulis, “mahasiswa emang paling keren!”
@JS_jojo05 menulis, “Ini yg demo pada gak mikir apa ya,masyrakat lain yg mau beraktivitas seperti biasa nya jadi terganggu gara2 macet yg di buat”. Mending belajar sono yg lebih giat lagi biar kelak bisa mewakili negara ini kedepan nya.. Kerja yg rajin cari uang buat biaya hidup sendiri/keluarga. Bbm Naik 10rb doank panik nya ampe kebakaran jenggot,,dasar mental tempe lu org”
@atikaarrr menulis, “Jokowi aja kangen didemo, kok. Kenapa kamu yg larang?”
@dezkoto2 menulis, “Yang gak ikut demo gak usah bacot ya, ntar kalo BBM turun lagi lu tinggal terima bersih, gak usah pura-pura bahagia dalam keadaan ekonomi spt skrg ini, kalo gak ikut berjuang, tutup tu mulut! Berhenti menjadi benalu”
@erond_02 menulis, “gak setiap hari juga kan ya jadi jangan disalahkan pendapatmu itu.”
@AbdulAz26083069 menulis, “Weh…lu g ngerasain gimana jadi sopir angkot, ojek online, nelayan, buruh g usah ngebacot lu…. Gara-gara BBM naik semua kebutuhan pokok naik, lu yg punya gajih di atas 5 juta mah enak… Mengidolakan seseorang boleh tapi jgn buta!”
@zahudahlah menulis, “Masalahnye bukan cuma BBM doang yg naik, yg lain bakal ikutan naik, misal Sembako”
@SaibatulIslami7 menulis, “Masnya yang gapernah naik angkot mana merasakan harga angkot aja naik”
@rea96440047 menulis, “efeknya bnyk, penumpang pelajar ribut sama supir di Medan,harga2 naik,gw yg ngojek sepi juga mau bensin murah malah di naikin…otak klo kosong susah”
@SitiNur75635623 menulis, “Yg gaji nya sudah besar di rumah aja jgn sok ngatur orang demo kalu berhasil kan anda juga tambah kaya lah kita yg ekonomi sulit jadi lega jadi bisa beli beras sama bisa buat jjn bocil.”
Massa buruh datangi gedung DPR
Massa yang tergabung dalam beberapa kelompok buruh terlihat sudah mendatangi pintu masuk atau gerbang utama Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa.
Pada pukul 10.40 WIB, terlihat buruh yang menggunakan seragam berwarna hitam nuansa merah itu berjalan kaki dari arah jalan layang (fly over) Senayan Jakarta Pusat ke arah pintu utama Gedung DPR RI.
Mereka berjalan hingga menutupi hampir seluruh sisi Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi. Alhasil, sebagian kendaraan yang melintas dialihkan ke jalur paling kanan hingga ke jalur bus TransJakarta.
Di saat yang sama, petugas lalu lintas tengah mengawasi ratusan buruh yang sedang berjalan itu.
Hingga berita ini dilaporkan Antaranews.com, mereka berjalan kaki dengan tertib dan kondusif.
Di saat yang sama, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan gedung DPR akan menjadi pusat demo para buruh yang ada di Jabodetabek.
“Diperkirakan ada 2.000 buruh yang akan hadir,” kata dia saat ditemui di depan gedung DPR RI.
Aksi yang sama juga digelar para buruh yang berdomisili di 20 provinsi. Mereka menggelar aksi di setiap gedung Pemerintahan Provinsi Selasa ini.
Untuk diketahui, beberapa elemen buruh dan massa lain membawakan beberapa tuntutan dalam demonstrasi Selasa ini.
Tuntutan yang dibawa massa di antaranya menolak kenaikan harga BBM yang baru saja diumumkan pemerintah.
Direktorat Intelpam Polda Metro Jaya, di Jakarta, Selasa dinihari menyebutkan, dari lima aksi unjuk rasa yang akan digelar di Jakarta, empat di antaranya menuntut pemerintah agar tidak menaikkan BBM.
Pemuda Demokrat Indonesia, pada pukul 07.00 WIB menggelar orasi di tiga lokasi yaitu di Tugu Proklamasi, Bundaran HI dan Istana Negara. Unjuk rasa yang dipimpin Haryanto Taslam tersebut, diikuti 500 orang dengan tuntutan menolak kenaikan harga BBM.
Sekitar 10.00 WIB, Dewan Pimpinan Nasional Komite Advokasi Penyandang Cacat Indonesia memilih lokasi di Bundaran HI untuk berunjuk rasa yang dihadiri sekitar 150 orang.
Unjuk rasa dengan sasaran Istana Negara juga digelar oleh sekitar 100 orang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.
Selanjutnya, massa dari Front Rakyat Menggugat/Komite Indonesia Bangkit sekitar pukul 13.00 WIB berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia dan Depan Istana Negara.
Selain menolak menaikkan harga BBM, aksi pimpinan Ferry J Juliantono ini juga menuntut menurunkan harga sembako, dan usir “antek-antek neoliberal”.
Aksi ini diperkirakan akan diikuti sekitar 3.000 orang, dan setelah menggelar unjuk rasa, massa akan menginap di Tugu Proklamasi untuk mempersiapkan aksi pada hari berikutnya (Rabu, 21/5)
Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter sejak Sabtu 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.
3.000 personel polisi jaga demo
Sebanyak 3.000 personel polisi gabungan akan menjaga jalannya demonstrasi untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Selasa siang.
“Untuk di DPR, sekitar 3.000 personel,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin di Jakarta.
Komarudin menjelaskan 3.000 personel itu merupakan anggota gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat.
Ribuan personel akan mengawal 11 elemen massa yang akan menggelar demo.
Sebagian dari elemen massa itu menggelar demonstrasi dengan tuntutan tolak kenaikan harga BBM.
“Sementara di Jakarta Pusat ada beberapa elemen. Jika tidak salah sekitar 11 elemen tapi yang menyuarakan tolak kenaikan BBM hanya empat,” jelas Komarudin.
Dia berharap demonstrasi Selasa ini bisa berjalan dengan kondusif sehingga aspirasi yang dibawa massa bisa tersampaikan dengan baik.
Untuk pengalihan arus di depan gedung DPR sendiri, Komarudin masih menunggu situasi massa di lapangan.
“Rekayasa lalin kita tentatif kita, liat situasional. Jika tidak diperlukan, ya tidak akan kita tutup. Tapi jika memang jumlah massanya diperkirakan bisa menutup Jalan Gatot Subroto, ya (kita tutup),” jelasnya.
Beberapa elemen massa, salah satunya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia bersama Partai Buruh dijadwalkan menggelar demonstrasi di depan gedung DPR RI Selasa ini.
Beberapa tuntutan yang dibawa massa di antaranya menolak kenaikan harga BBM yang baru saja diumumkan pemerintah.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo meminta pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi dengan baik.
“Sampaikan dengan cara-cara yang baik. Ya, ini kan negara demokrasi,” ujarnya.
Demo in indonesia because increase fuel price https://t.co/HAVr0y1u18
— Nugra Ze (@nugrazee) September 4, 2022