Harun Masiku Trending, Netizen: Sekolam Separtai Masa Gak Kenal?
rekaman video raker Komisi III DPR dengan Menteri Hukum dan HAM viral
Tagar Harun Masiku trending di media sosial Twitter pada Jumat (23/9/2022), menyusul rekaman video raker Komisi III DPR dengan Menteri Hukum dan HAM viral karena Yasonna Laoly tak kenal Harun Masiku.
Sampai saat ini sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 7 Januari 2020, mantan calon anggota legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan, Harun Masiku, borunan KPK, dalam perkara dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih tahun 2019-2024.
Netizen pun sontak menanggapi tagar Harun Masiku tersebut hingga tercatat 2.090 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut ciutan mereka.
Saya Kristen
Saya Bersumpah
Saya Tidak Kenal Harun Masiku
Saya Yasonna Laoly (Menkumham)
.https://t.co/yGWp6GkR9w pic.twitter.com/zaqxsHgDhy— Agus Susanto III (@cobeh2021) September 22, 2022
Seperti pemilik akun Twitter @Dulalim8 menulis, “Sakin lamanya Buron jadi pejabat setingkat mentri lupa Harun masiku, semoga anak dan istri Harun masiku tidak lupa.”
Lalu akun Twitter @RickyFight menulis, “Masa iya sesama petugas Partai tidak saling kenal. Padahal jelas kasuss cctv bandara ada perannya jg. HARUN MASIKU adalah simbol kecurangan Pemilu.”
@ridanulantary27 menulis, “Sampe rela bersumpah ngaku ga mengenal tp mati”an membela& melindungi keberadaan Harun masiku🤔”
@abdulra84804284 menulis, “Tunggu saja bakalan ada foto atau video bahw beliau sdg bersalaman, berdekatan atau bercengkrama dg Harun Masiku di suatu acara”
@Sasha40504469 menulis, “Beginilah jika menteri diambil dari Parpol dan mereka satu parpol dengan terduga kejahatan.”
@AshhabulYamin4 menulis, “Didunia aja kalo jadi kasus temen bilangnya ga kenal, pada cuci tangan….masing2 cari selamat, apalagi nanti dineraka pasti mereka saling tuduh2an, saling nyalah2in…masing2 cari selamat sendiri2.”
@Alfa0178 menulis, “Kok semua kelakuannya kaya ODGJ ya..pura2 ga kenal padahal sekolam seperjuangan”
@widy1892 menulis, “Sekolam separtai masa gak kenal…. hadeeuuuhhh ari sia teh rek naon sih beul!!!”
@ridanulantary27 menulis, “Sampe rela bersumpah ngaku ga mengenal tp mati”an membela& melindungi keberadaan Harun masiku🤔”
@cobeh2021 menulis, “Saya Kristen Saya Bersumpah Saya Tidak Kenal Harun Masiku Saya Yasonna Laoly (Menkumham)”
@Priagarislurus menulis, “Bukankah sesama kader PDIP itu menteri YL dan HM?”
@akmeil menulis, “Kejar terus sampai Harun masiku di temukan….yang lari keluar negri bisa di tangkap,knp Harun masiku tak bisa di temukan.
@PETUALANGBORNE4 menulis, “Masiku ngak dikenal🤣🤣🤣
Padahal se INDONESIA kenal dia lho pak🤣🤣🤣
Dia itu orang yg berprestasi di tingkat NASIONAL pak mentri #yasonnalauli nyesel lho pak bila ngak kenal dia🤣🤣🤣🤣🤣”
@KanRempah menulis, “Rezim pembohong ….dari atas sampai bawah tukang kibul”
@zoelabdi79 menulis, “Petinggi partai cenah,satu kader masa gak kenal,kader terbaik partai gak kenal orang separtai ,di pecat ibu lho🤣”
@BujangWiryaatm1 menulis, “Harun Masiku nggak punya keluarga kah?? .. kok nggak ada keluarganya yg mencari?? … jgn2 dia itu tdk hilang .. tapi ada di tengah2 keluarga nya”
@AmarMak02901806 menulis, “Seluruh Rakyat gk percaya bos 😄”
KPK Beberkan Lima Tersangka Buron
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan lima tersangka yang masih dalam status daftar pencarian orang (DPO) atau buron.
“Kami tidak akan secara detail mengatakan kami sedang mencari ini di mana, di mana; yang jelas kami tetap berupaya untuk melakukan penangkapan,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto dikutip Antaranews.com saat jumpa pers “Kinerja KPK Bidang Penindakan Semester I 2022” di Gedung KPK, Jakarta, Senin.
Dia meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan lima DPO itu untuk segara melapor ke KPK.
“Kami juga sampai saat ini mengharap kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mengetahui atau mendengar atau ada informasi keberadaan orang-orang yang menjadi daftar pencarian orang kami, kami mohon memberikan kepada kami informasinya,” jelasnya.
Lima orang buron KPK tersebut adalah pertama, Kirana Kotama, dalam perkara tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji terkait penunjukan Ashanti Sales Inc. sebagai agen eksklusif PT PAL Indonesia (Persero) untuk pengadaan Kapal SSV bagi Pemerintah Filipina tahun 2014-2017.
Kedua, Izil Azhar, dalam perkara bersama Irwandi Yusuf selaku Gubernur Provinsi Aceh periode 2007-2012 menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.
Buron ketiga ialah mantan calon anggota legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan, Harun Masiku, dalam perkara dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih tahun 2019-2024.
Keempat, Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak, terkait perkara dugaan korupsi berupa pemberian dan penerimaan suap serta gratifikasi pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah, Papua.
Kelima adalah Paulus Tannos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra dalam perkara dugaan korupsi pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP-el).
Terkait dugaan Paulus Tannos berada di Singapura, Karyoto mengatakan KPK selalu berkoordinasi dengan Biro Penyelidikan Praktik Korupsi atau Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) di Singapura.
“Walaupun dikatakan perjanjian ekstradisi antarkedua negara sudah ditandatangani, namun demikian peraturan pelaksanaan yang di kami, Pak Ali (Ali Fikri) kemarin sudah koordinasi, belum dilaksanakan peraturan turunannya,” jelas Karyoto.
Menurut dia, jika regulasi turunannya sudah siap, maka KPK akan bekerja sama dengan otoritas pusat atau central authority terkait upaya ekstradisi Paulus Tannos yang diduga berada di Singapura tersebut.
“Nanti kalau peraturan turunannya sudah siap, siapa yang menjadi central authority di situ, kami akan melapor kepada central authority untuk mengadakan kerja sama secara bilateral dalam hal upaya untuk melakukan penangkapan dan ekstradisi terhadap DPO-DPO yang diduga mungkin ada di Singapura,” ujar Karyoto.