Business is booming.

Lukas Enembe Dilaporkan Stroke dan Tak Bisa Bicara, Takkan Hadiri Panggilan KPK

Ia memastikan pasiennya sedang menderita sakit stroke dan tidak bisa bicara.

Kondisi Gubernur Papua Lukas Enembe simpang siur menjelang pemeriksaan di KPK, Senin (26/9/2022) besok.

Kuasa hukum Lukas Enembe bahkan memastikan kliennya takkan memenuhi panggilan KPK.

Alasannya, kondisi Gubernur Papua yang ketahuan gemar berjudi itu dalam kondisi sakit parah.

“Beliau dalam keadaan sakit yang sangat berat, beliau jalan sudah tidak kuat lima meter, sesak napas, kakinya juga bengkak,” ungkap Aloysius dalam Kompas Petang KOMPAS TV, Minggu (25/9/2022).

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah membuat laporan yang menyatakan kondisi kesehatan Lukas Enembe sejak Jumat (23/9) lalu.

Adalah Dokter pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe, Anton Monte yang membuat laporan ke KPK. Ia memastikan pasiennya sedang menderita sakit stroke. Anton menyebut, Lukas sampai tidak bisa bicara.

“(Lukas sakit) stroke, tidak bisa bicara,” kata Anton di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Menurut Anton, Lukas sudah sakit sejak tahun 2015. Namun, saat ini kondisinya semakin memburuk.

Lukas harus segera berobat ke Singapura. Sebab, Lukas selalu berobat di sana dan kondisinya bisa membaik setelah mendapatkan perawatan medis.

Anton pun memastikan bahwa Lukas tidak akan melarikan diri. “Beliau ke Singapura bukan baru. Sudah selalu beliau terus ke sana. Jadi bukan baru, beliau mau ke sana bukan karena lari dari persoalan. Enggak. Berobat murni. Sering hampir tiap bulan (ke Singapura),” tegas dia.

Baca Juga:  Jokowi Sebut TNI Ikut Sukseskan Penanganan Covid-19 di Indonesia

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendorong keterbukaan dari Lukas Enembe dan KPK.

“Mudah-mudahan nanti ada keterbukaan, misalnya KPK akan mengirim dokter independen, maka Pak Lukas Enembe menyambut dengan gembira,” ucap Boyamin dalam kesempatan yang sama.

“Jangan sampai ini nanti saling berbantah-bantahan yang menjadikan masyarakat semakin bingung,” imbuhnya.

Untuk memastikan kondisi kesehatan Lukas, Boyamin menyarankan KPK mengirimkan dokter independen.

“Saya kira ada solusi, dikirim dokter independen misalnya,” ungkapnya.

“Kalau memang sakit ya sudah, artinya ini bisa dirawat oleh negara atau dipercayakan untuk berobat sendiri secara mandiri.”

Upaya tersebut, kata Boyamin, akan menunjukkan keteladanan dari pemerintah kepada masyarakat terkait perilaku patuh hukum.

“Ini hal-hal yang mestinya oleh pemimpin kita itu ada titik-titik kompromis, supaya masyarakat diberi teladan yang baik, bahwa cara melakukan pemerintah dan perilaku patuh hukum ini bisa kita rasakan,” tuturnya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...