Business is booming.

Kuat Trending, Netizen: Untung Ada Susi, ART Keluarga Sambo

Susi memberikan kesaksian kasus pembunuhan berencana Brigadir J

Tagar Kuat trending di media sosial Twitter pada Selasa (1/11/2022), menyusul asisten rumah tangga (ART) keluarga mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Susi memberikan kesaksian kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang berubah-ubah hingga majelis hakim mengancam akan dipidanakan.

Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Kuat yang trending hingga tercatat 24.200 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @as7rophilia menulis, “Terima kasih Susi, berkatmu.. hari ini kami satu nusantara tertawa terbahak-bahak.. 😆 bahkan ini pertama kalinya gw melihat Bharada E, tersenyum. 🙏🏽 😇”

Lalu akun Twitter @pipopurplecake menulis, “Si eliezer aja ikutan geleng-geleng dengarnya, apalagi kita yang orang awam. Ngakak brutal juga dengar kesaksian ini orang.”

@huruFf122 menulis, “Untung ada susi 🤣🤣”

@ad_arini menulis, “Baru lihat cuplikan susi dengan hakim. Entah kenapa kalau lihat cara jawab pertanyaan yg sangat lama responnya. Kyk lg nunggu loading sinyal… kok jadi mikir, jgn2 dia pakai earphone atau semacamnya lah…”

@lelevalyn menulis, “paham sih susi art maybe blm terbiasa dg memberikan keterangan spt itu dr tutur bahasa atau yg lain. klo pun gugup/takut salah bicara wajar. tp yg gawajar itu sampe keterangan yg dia berikan itu dijawab cpt dg bbrpa jawaban spt “tidak tahu, lupa” wkwk gc bgt anj.”

@Michael85017625 menulis, “Bisa sih bilang gak terbiasa, tapi kan kalau dia jujur, jawaban nya bakalan konsisten, ini nampak dia tidak mengatakan sebenarnya atau sengaja menutupi yang dia tau. Mungkin sudah di briefing sebelum sidang, dikasih skenario biar sama kek yang lain”

@RizkyRamdaniRo1 menulis, “Ingin kali ku tumbuk pala nya”

@restuuuk menulis, “Susi adalah kita semua ketika harusnya ujian tulis malah diganti ujian lisan🤯”

@sadan_kanisius menulis, “Bharada sudah tak ada beban dalam hatinya, dia sekarang tidak tertekan, dia plong, dia akan menyampaikan apa adanya, si Sambo pasti tambah tidak buat apa2”

@Cinggggggg_ menulis, “Apa cuma gw yg merhatiin BE makin kesini makin glowing 🤣”

@getamako menulis, “Kalo gk salah yg kyk gini ada nama penyakitnya.”

@avinamunawati menulis, “Ini aku lihatnya kasihan sih. ART dari kampung, nggak tahu apa kejadian aslinya, terus disidang. Pasti gugup dan takut… Dia cuma cerita yg dilihat dan dialaminya aja”

@indicasahfitri menulis, “iya sumpah, yg namanya susi emg bikin sebelnya ampe ubun ubun ya gila bener”

@bebektoo menulis, “Temen temen harus pahami sih, dia itu posisinya ART. Pasti ga bisa jawab kayak yg diharapkan. Bisa jadi salah atau gugup pas persidangan.. nanti kan bisa dikroscek ama keterangan lain”

@27kinkin menulis, “Misalnya aku jadi hakim pun.. greget sama keterangan si Susi..tensi tmbh naik 😂”

@dayu_swantari menulis, “Dia itu mungkin tahunya Kuat orang lama aja. Klo posisi sbg apa, gue rasa, ngiranya ART ditanya soal jabatan, ya pantes dia ga tahu sih. Paling tahunya sbg orang suruhan yg sering kesana kesini di rumah jendral.”

@Kartasuteja menulis, “Ada yang bisa nebak mba ini dapet uang saku berapa?”

@hmdriq menulis, “Jawaban susi malah ngang ngong ngang ngong. Hadeuh 😫😮”

@yourpurpleneeds menulis, “Hakimnya pun ketawa😭”

@Nurlail70285861 menulis, “Pak hakim sampe nadanya ngegas, ditanya jawabnya muter muter”

@_atikaanrull menulis, “Sdh di atur tuh kayaknya😌”

@gadingkelapa2 menulis, “Kyknya rekayasanya krng canggih,pemain sinetronnya amatiran bnget.”

@alieeffputra menulis, “apalagi tadi pas nntn ‘Live’ nya, keliatan banget si susi ini uda diarahin utk ngomong apa & jawabnya apa, kaget si susi karena Pak Hakim Ketua cecar dia krn kesaksiannya gak masuk akal, Giillaaa ya, perempuan bodoh dari kampung, bersaksi dusta dibawah sumpah”

Majelis Hakim Sebut Keterangan ART Sambo Berubah-ubah Bisa Dipidanakan

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mencecar Susi, asisten rumah tangga (ART) keluarga mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo, yang dinilai keterangannya berubah-ubah sehingga dapat terancam pidana.

Baca Juga:  KPU RI Trending, Anies-Muhaimin Pasangan Pertama Daftar Pilpres 2024

Susi dihadirkan dalam sidang pemeriksaan keterangan saksi terhadap terdakwa Bharada Richard E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Kalau keterangan saudara berbeda dengan yang lain saudara bisa dipidanakan, lho! Pikirkan dulu jangan jawab cepat-cepat, saya enggak nanya langsung buru-buru jawab,” kata hakim ketua Wahyu Iman Santosa dikutip Antaranews.com di ruang sidang PN Jaksel, Jakarta, Senin (31/10/2022).

Majelis hakim menilai jawaban Susi berubah-ubah ketika ditanyakan terkait beberapa peristiwa. Ia menyebut keterangan Susi di persidangan berbeda dengan keterangan yang ada di berita acara pemeriksaan (BAP).

Di antaranya peristiwa pada 4 Juli lalu, di mana Brigadir J disebutkan mengangkat Putri Candrawathi dalam posisi tengah rebahan di sofa ruang keluarga rumah di Magelang untuk diangkat ke lantai dua.

“Ini saudara mengatakan, ‘Setelah kami melihat saudara Nofriansyah Yosua Hutabarat mengangkat badan Ibu Putri Candrawathi, Kuat dan Richard serta saya kaget, kemudian Richard, terdakwa saat ini mengatakan, ‘Jangan gitu lah, bang’. Kuat bilang, ‘Yos, jangan gitu,'” kata hakim anggota Morgan Simanjuntak membacakan keterangan Susi dalam BAP.

Sementara dalam kesaksian di persidangan, Susi menyebut bahwa Brigadir J belum sempat mengangkat Putri. “Belum, sempat mau ngangkat, tapi sama Om Kuat dipenging (dilarang), ‘Om, jangan ngangkat-ngangkat Ibu (Putri Candrawathi),” kata Susi.

Karena keterangannya yang berubah-ubah dan berbeda dari BAP tersebut, hakim pun sampai berulang kali menanyakan kepada Susi keterangan manakah yang benar. “Di BAP bohong?” tanya Wahyu.

“Tidak (bohong), karena pikiran saya kacau,” jawab Susi.

Susi menyebut bahwa keterangannya yang betul adalah yang diberikan di persidangan. Ia menyebut dirinya berada dalam kondisi takut ketika memberikan keterangan untuk BAP sehingga terjadi perbedaan keterangan dengan di persidangan.

Baca Juga:  Link Live Streaming AC Milan-AS Roma, Tuan Rumah Siap Tempur

“Takutan di BAP, soalnya saya tidak tahu apa-apa, pertama kejadian saya panik juga,” ujarnya.

Bahkan jaksa penuntut umum (JPU) Agus Kurniawan menuding Susi memakai alat bantu handsfree yang menuntun nya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di persidangan lantaran keterangannya yang diberikannya janggal, seperti terdiam sesaat ketika ingin menjawab.

“Saudara jujur saja, saudara saksi di dalam memberikan keterangan apakah saudara saksi ada menggunakan handsfree? Ada yang mengajari saudara?” tanya JPU. “Tidak ada,” jawab Susi.

Adapun penasihat hukum Bharada E Ronny Talapessy meminta majelis hakim agar menjatuhkan Susi dengan ancaman pidana karena dianggapnya memberikan kesaksian palsu.

“Izin majelis, ini kan terkait aturan main persidangan sesuai Pasal 3 KUHAP, kami memohon agar saksi dikenakan Pasal 174 tentang Kesaksian Palsu dengan ancaman 242 KUHP dengan 7 tahun,” ujarnya.

Mendengar cecaran pertanyaan yang dilontarkan JPU kepada Susi, Wahyu pun kemudian mengatakan bila keterangan Susi akan dikonfrontir dengan keterangan saksi lainnya.

“Saudara penuntut umum, besok dia akan diproses dengan saudara Kuat (Kuat Ma’ruf), besok Rabu. Nanti kita lihat sendiri. Sudah biarin saja, nanti pada saat dia berubah baru kita tetapkan tersangka di situ,” ucap Wahyu.

Untuk itu, majelis hakim pun mengatakan agar Susi dihadirkan terus sebagai saksi pada persidangan-persidangan selanjutnya untuk mengungkap motif sesungguhnya terkait pembunuhan Brigadir J.

“Saudara saksi ini tolong dipisahkan dengan saksi yang lain nanti kita ‘kroscek’ dengan saksi yang lain sejauh mana dia berbohong,” kata Wahyu.

Sidang pemeriksaan saksi Bharada Richard Eliezer alias Bharada E dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J menghadirkan belasan saksi yang terdiri dari ART, ajudan, serta sopir yang bekerja untuk Ferdy Sambo.

Baca Juga:  Lirik dan Terjemahan Lagu Understand yang Dibawakan Penyanyi Keshi

Bharada E merupakan satu dari lima terdakwa dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf. Ia didakwa primer Pasal 340 KUHPidana juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHPidana dan subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHPidana.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...