Business is booming.

Usut Skandal Buku Merah Trending, Netizen: Ada yg Lebih Hebat dari si Sambo?

buku merah yang dirusak penyidik KPK seret nama Tito Karnavian

Tagar Usut Skandal Buku Merah trending di media sosial Twitter pada Kamis (17/11/2022), menyusul barang bukti buku merah yang dirusak penyidik KPK seret nama Tito Karnavian di tengah perang bintang Polri.

Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Usut Skandal Buku Merah yang trending hingga tercatat 5.488 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

 

Video diatas adalah rekaman CCTV detik detik dimana “buku merah” yang dimaksud dirusak oleh penyidik KPK sendiri, di Ruang Kolaborasi lantai 9 gedung KPK. Insiden perusakan barang bukti “buku merah” tersebut dilakukan oleh dua penyidik KPK dari kepolisian, yakni Harun dan Roland Ronaldy.

Sekali lagi, PENYIDIK KPK DARI KEPOLISIAN. Hal ini terjadi empat hari sebelum Novel Baswedan diserang dengan air keras. (Klik baca lengkapnya di sini)

Seperti pemilik akun Twitter @RizalSa19562574 menulis, “Ada Rahasia Besar dibalik itu hrs di usut.ini lah masalah nya pemegang kekuasaan melindungi nya,anya pengganti rezim lah bisa di adili”

Lalu akun Twitter @PekPekok menulis, “#UsutSkandalBukuMerah semoga Allah menunjukan kebenaran Nya, dan ia yang berniat jahat mendapatkan karma Nya”

@AjaDamanik menulis, “Mereka melakukan fasad?!? Pasti Allah akan membalasnya”

@RDjafis menulis, “Rusak negeri ini kalau penegak hukum dan keadilan adalah pelaku kriminal.”

@takedown007 menulis, “Apakah pak @ListyoSigitP berani sama kakak seniornya”

@MikaelAthas menulis, “Semoga bisa diusut tuntas walaupun agak ragu.. karena yang tersangkut nama besar mantan kapolri dan sekarang menjabat sebagai menteri dalam negeri.”

@m_kamzi menulis, “Apakah ada yang berani mengusut nya ??? Kecuali rezim berganti.”

@creamwaffer69 menulis, “Di gedung kpk ajh masih bisa di ubek ubek gila.. Itu barsng bukti loh..”

@HakamRayhan menulis, “Tito biang kerok nya?”

@asep_ibrahim201 menulis, “usut tuntas juga penyiksaan novel baswedan ke pencari sarang burung walet”

@bambatri menulis, “Adili dikemudian hari….”

@antonsujarno25 menulis, “hehee prilaku2 sambo masih subur. ygy
@DivHumas_Polri @ListyoSigitP”

@Muhamma40430375 menulis, “Usut setuntas tuntasnya……”

@czxtrem menulis, “Yang bikin heran ini kasus udah lumayan agak lama, tapi kok sekarang jadi up lagi, apakah jenderal vs jenderal is real?”

@HakamRayhan menulis, “mereka coba selamatkan sang jendral,dan mereka dapat jabatan basah sebagai gantinya?inilah wajah para pengkhianat bangsa”

@cocomel33350737 menulis, “hehe jangan terlalu berharap lebih lah, ntar aja kita nonton bareng2 di mahsyar😂🙏🙏”

@auliamed menulis, “Harus di usut tuntas , tdk ada yg boleh kebal hukum , jgn terlihat spt taat hukum tapi malah mempermainkan hukum.”

@abeeml menulis, “Nanti kalo ganti rezim, mungkin bisa diusut ya…?”

@MawarSolitaire menulis, “ber arti BUKU MERAH itu kunci dr smua rhs keuangan jendr2 yg mm pnyai duit yg ga wajar sbg alat ngr yg di gaji.. heran nya penguasa PURA2 GA TAU..”

@budimandelvin0 menulis, “Wakanda.. yg kuliat setiap hari yg kayak gini … Ngeri sekalii”

@bambu_bukit menulis, “Pantesan novel baswedan masuk tim tipikor polri lagi.. semoga yg merah2 segera diungkap”

@anchabaranca menulis, “yah, dari mereka dan untuk mereka, siapa yg berani ngusut Tito???”

@Priyo__Muhammad menulis, “Rejim penuh para bajingan ya apa bisa diharapkan”

@wirahagi menulis, “Yg ngrusak yg dapet promosi..yg begian rakyat dilarang curiga?”

@Roastery_expert menulis, “Polisi perusaknya malah naik pangkat.. Owalah en ma er ii…”

@H2fHans menulis, “Mantan kapolri ini baiknya diudit menyeluruh, termasuk anak buahnya, tapi apa ada yg berani sama beliau dll??? Kekuatan dan kekuasaan dia kayaknya lebih hebat dari si Sambo”

@Jeza74422125 menulis, “Geng sambo, idam azis, tito karnavian dan fadil imron .orang yg penuh dg teka teki”

@AntonWahab menulis, “Wajah2 yg dalemannya kek monster..”

@MocangTian menuli, “Polisi tak akan bisa sadar diri ,jika Polisi masih di jadikan kaki tangan Oligarki.”

@Kakoya69 menulis, “Antri panjang menunggu giliran”

@BaasithIbnu menulis, “Seru nih tapi nanti kita simpan saja dulu setelah era renaisans ini tumbang”

@jati_ramadani menulis, “Ada scnd psw lagi, jangan pilih parte pudidi lagi karna pro sekali dengan Pulisi”

@vaginarooms menulis, “Nggak punya malu ya sama seragam, sama sumpah jabatan, sama pangkat tinggi tapi kelakuan minus. #UsutSkandalBukuMerah”

@BaasithIbnu menulis, “lembaga yudikatif sdh kluar jalur”

@Dicky57447524 menulis, “Satu lagi Tito ( mendgri ) 4 pnjahat”

@BO2129 menulis, “Trio dajjal”

@akunkeenam212 menulis, “4,satu lagi tito”

@anasismail_90 menulis, “Usut tuntas.”

@Putraserawai1 menulis, “wajah2 bengis”

@Y07d1_40s1H menulis, “Perusak Negri‼️”

@akunkeenam212 menulis, “Pemecah belah #UsutSkandalBukuMerah”

@akunkeenam212 menulis, “Emangnya dengan dibubarin gampang melupakan😂”

@Kakoya69 menulis, “Penghancur NKRI”

@cahhaya24434 menulis, “BegInikah cara rezim ini kaya???
#politikpencitraan
Halalkan segala cara ???
#oligarkirusakgenerasi
Yang terencana secara sestematis, masif dan membuat
#rakyatberduka
#hilangkejujuran
CC @jokowi @mohmahfudmd @Andikaperkasa17 @ListyoSigitP @prabowo”

Buku Merah Seret Nama Tito Karnavian Ditengah Perang Bintang Polri?

Seiring perang bintang Polri, kabar buku merah ikut bergema yang menyeret nama Tito Karnavian.

Baca Juga:  PT Konimex Siap Tarik Termorex Terkait Temuan Gagal Ginjal pada Anak

Buku merah tersebut juga terkait dengan kasus yang pernah ditangani oleh mantan anggota KPK, Novel Baswedan.

Seperti diketahui, Novel Baswedan menjadi korban penyiraman air keras yang menciderai matanya dan kasus ini tdak tuntas di masa menjabatnya Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Salah satu kasus yang di tangani oleh Novel adalah terkait dengan kasus impor daging sapi.

Kasus Novel ini telah ditangani oleh tim TGPF yang saat itu bawah pengawasan Kabareskrim Idham Azis yang juga mengantikan Tito sebagai Kapolri berikutnya.

Zaenur Rahman selaku dari Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gajah Mada Yogyakarta dikutip disway.id mengatakan dari hasil kerja tim TGPF tentang kasus yang ditangani oleh Novel, justru tidak menyebutkan kasus penting.

Salah satunya adalah kasus impor daging sapi dan dugaan penghilangan catatan dalam buku merah.

Buku merah merupakan alat bukti penting dalam kasus suap uji materi undang-undang peternakan dan kesehatan hewan yang pernah di tangani oleh KPK.

Akan tetapi terdapat halaman dari buku merah tersebut yang dirusak oleh dua penyidik KPK dari unsur Polisi yang diduga berikan nama kapolri Tito Karnavian.

Buku merah tersebut berisikan catatan keuangan dari perusahaan Basuki Hariman yang merupakan bos dari CV Laut Perkasa.

Dalam sebuah tayangan di channel Pesantren Ojolali, menyebutkan diduga dalam catat buku merah tersebut terdapat aliran dana ke Tito Karnavian sebanyak empat kali yang mencapai miliaran rupiah yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pada 2016.

Nama Tito Karnavian ikut terseret dalam lingkaran perang bintang setelah 7 mantan kapolri menghadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Saat menghadap Kapolri, ternyata ada dua mantan Kapolri yang tidak diajak yaitu Tito Karnavian dan Idham Azis.

Baca Juga:  LPDP Trending, Netizen Usul yang Tak Pulang Cabut Kewarganegaraannya?

Desmond J Mahesa selaku Wakil Ketua Komisi III DPR RI mengatakan bahwa mereka datang menemui Kapolri tidak mengajak dua mantan Kapolri lainya.

Menurut Desmond hal ini menimbulkan tanda tanya ada apa di Polri, dari kejadian ini dapat dilihat bahwa ada sesuatu di tubuh Polri.

Terkait dengan oknum kepolisian yang menerima sejumlah uang, salah satu yang paling segar adalah video Ismail Bolong bebepara waktu lalu.

Dalam video tersbut, Ismail mengaku menyerahkan sejumlah uang pada Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Meskipun dalam setalah itu terdapat video sanggahan Ismail Bolong terhadap mengakuannya dan mengatakan bahwa saat itu dia dipaksa untuk membacakan sebuah pengakuan oleh mantan Karopaminal Divpropam Polri Irjen Hendra Kurniawan.

Salah satu bisnis ilegal yang mencuat adalah terkait dengan tambang batu bara seperti yang terungkap dalam video Ismail Bolong.

Meskipun hanya berpangkat Aiptu, namun Ismail mampu memberikan setoran hingga 6 miliar rupiah.Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji, menjelaskan bahwa tambang ilegal merupakan lahan bermain dari oknum termasuk Polisi.

Bisnis ilegal dalam lingkaran perang bintang Polri diungkap Susno Duadji yang mengatakan bahwa peran Polisi besar disana.

Pada tambang tambang ilegal tersebut para pengusahan tidak membayar pajak pada pemerintah dan disinilah sebagai ranah bermain.

Tambang-tambang tersebut tidak membayar apa-apa, baik pajak hingga ijin bahkan reklamasi dan semua tidak diawasi.

“Disitulah bermain aparat-aparat tersebut, tidak hanya Polisi, namun juga ada aparat Pemda dan aparat keamanan lainnya,” tambah Susno.

“Tapi Polisilah yang paling besar peranannya,” jelas Susno.

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...