Dijebak Trending, Netizen: Kok @jokowi Senyum dan Tertawa?
anggota DPR Deddy Yevri Sitorus sebut Presiden Jokowi dijebak mengikuti acara
Tagar Dijebak trending di media sosial Twitter pada Senin (28/11/2022), menyusul anggota DPR Deddy Yevri Sitorus sebut Presiden Jokowi dijebak mengikuti acara Gerakan Nusantara Bersatu yang digagas relawan Jokowi di GBK, Sabtu (26/11/2022).
Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Dijebak yang trending hingga tercatat 1.585 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.
Kalau benar dijebak, kok @jokowi senyum dan tertawa, sekaligus kasi isyarat 3 jari merespon teriakan relawan ? PDIP mengira rakyat dungu kali yaaa ? 😴 pic.twitter.com/qA0rXxQd2P
— Lukman Simandjuntak (@hipohan) November 27, 2022
Seperti pemilik akun Twitter @hipohan menulis, “Kalau benar dijebak, kok @jokowi senyum dan tertawa, sekaligus kasi isyarat 3 jari merespon teriakan relawan ? PDIP mengira rakyat dungu kali yaaa ? 😴”
Lalu akun Twitter @s_mulyatie menulis, “𝘽 𝙊 𝙃 𝙊 𝙉 𝙂 ‼️‼️‼️
Gak mungkin dijebak.”
@Cozillar_Chrome menulis, “Agar rakyat mengira seolah bukan dari dia padahal dia sendiri biang keroknya.”
@Hendra1970712 menulis, “Lha wong pramono anung saja wira wiri ngekor kok dijebak”
@daviedsss menulis, “BIASALAH…. TOPENG MONYET…”
@Pillun7 menulis, “Kayak gak paham aja pak.. nanti ada team Klarifikasi 😁”
@Kimberley_2022 menulis, “Sekelas presiden bisa dijebak. Bagaimana ceritanya? Punya pasukan pribadi puluhan yang bisa dimintai nasihat kapanpun. Artinya itu presiden yang menghendaki. Nggak perlu cari kambing hitam.”
@aguspratono menulis, “Emak-emak anggota pengajian dijebak?”
@EmElEs12 menulis, “Bullshit …. Acara penuh jebakan.
Ibu2 pengajian dijebak katanya mau istigosah ternyata undangan bual2. Mau balik pulang pintu exit ditutup …
@GusKevin4 menulis, “Acara bayaran, semua sdh di seting. Koq bilangnya di jebak? Yg bilang dijebak punya akal gak ya?”
Acara bayaran, semua sdh di seting. Koq bilangnya di jebak? Yg bilang dijebak punya akal gak ya? pic.twitter.com/scs340WX0H
— Gus Kevin (@GusKevin4) November 27, 2022
Anggota DPR Minta Relawan Jokowi Jaga Kehormatan Presiden
Anggota DPR RI Deddy Yevri Sitorus meminta para relawan Jokowi mampu menjaga kehormatan Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (27/11/2022), Deddy meminta para relawan tidak menjebak Jokowi dengan melakukan manuver hingga merugikan kewibawaan Jokowi sebagai orang nomor satu di Indonesia.
“Karena itulah saya minta jangan menjebak Pak Jokowi. Beliau (Jokowi) presiden RI dan bukan presiden relawan. Jangan demi ambisi, kekuasaan, dan materi, para relawan melakukan manuver-manuver yang di luar ruang lingkupnya, sehingga malah merugikan kewibawaan Pak Jokowi,” kata Deddy dikutip Antaranews.com.
Deddy mengatakan hal itu guna menanggapi pro dan kontra atas acara Gerakan Nusantara Bersatu yang digelar oleh sekelompok elite dengan menggunakan nama Presiden Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11).
Selama ini, lanjut Deddy, PDI Perjuangan selalu berjuang untuk mendukung dan membela Jokowi. Namun, para relawan lebih asyik bermanuver politik kekuasaan yang merugikan citra Jokowi.
Oleh karena itu, Deddy mengingatkan bahwa sebagai kepala negara, Jokowi sebaiknya tidak diseret-seret oleh kelompok relawan ke arah manuver terkait Pilpres 2024.
“Jangan sampai pilpres yang akan datang dituduh berpotensi curang karena manuver relawan yang akhirnya mengesankan bahwa presiden (Jokowi) memiliki preferensi tertentu terkait kontestasi (Pemilu) 2024. Kami akan terus mengawal Presiden Jokowi hingga akhir masa jabatan dan memastikan bahwa Pilpres 2024 akan menghasilkan kepemimpinan nasional yang selaras dan menuntaskan visi Presiden Jokowi,” tegas Deddy.
Sementara itu, PDI Perjuangan sebagai partai pengusung Jokowi telah terbukti konsisten menjaga dan mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin secara tuntas.
“Dan kami akan membuat perhitungan dengan pihak-pihak dan para petualang politik yang merugikan martabat presiden,” tukasnya.
Deddy juga menyesalkan manuver relawan Jokowi yang menggelar kegiatan Nusantara Bersatu di GBK.
“Kalau mengaku relawan sejati, harusnya turun ke bawah membantu rakyat, termasuk menangani dampak bencana gempa Cianjur; bukan malah menabrak aturan menggunakan Stadion Utama GBK yang seharusnya terlarang sebagaimana disampaikan oleh menpora (menteri pemuda dan olahraga),” katanya.
Dia juga menyesalkan acara Gerakan Nusantara Bersatu yang dinilainya tidak tepat momentum, berbiaya tinggi, dan hanya merendahkan kepemimpinan Jokowi; padahal belum lama ini Jokowi dipuji dunia karena kepemimpinannya menjadikan Indonesia sebagai Presidensi G20.
“Saat ini, bangsa Indonesia masih berduka karena gempa Cianjur. Banyak orang yang masih berada di pengungsian dan belum semua korban ditemukan, masa para elit relawan haus kekuasaan itu lebih asyik bicara pemilu hingga lupa tanggung jawab sejati sebagai relawan,” kata Deddy.
Selain itu, GBK juga seharusnya tidak boleh digunakan untuk perhelatan acara seperti itu.
“Kan ada larangan dari menpora untuk pemakaian GBK hingga penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2023,” kata anggota DPR dari daerah pemilihan Provinsi Kalimantan tersebut.
Oleh karena itu, Deddy menilai para inisiator Gerakan Nusantara Bersatu telah “menjebak” Presiden Jokowi karena mereka tahu Jokowi tak mungkin bisa mengelak jika relawannya mengundang hadir di suatu acara.
“Saya yakin Pak Jokowi terpaksa datang ke acara itu; bukan kemauan beliau,” ujar Deddy.