Business is booming.

Jabodetabek Trending, Netizen Soroti BMKG atau BRIN yang Benar?

BMKG meluruskan potensi badai dasyat yang terjadi di Jabodetabek bukanlah badai tapi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

Tagar Jabodetabek trending di media sosial Twitter pada Kamis (29/12/2022), menyusul BMKG meluruskan potensi badai dasyat yang terjadi di Jabodetabek bukanlah badai tapi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

Sebelumnya, salah satu peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut potensi hujan ekstrem hingga badai dahsyat terjadi pada 28 Desember 2022. Hal itu membuat sejumlah masyarakat khawatir akan bencana tersebut.

Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Jabodetabek yang trending hingga tercatat 7.234 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @gerehpetekk menulis, “Menurut peneliti BRIN akan terjadi badaii, Menurut BMKG beda lagi..jadi yang bener yang mana nihh??? mau percaya BRIN atau BMKG??”

Lalu akun Twitter @dianto_rusdian menulis, “Bukannya BMKG itu dibawah BRIN @brin_indonesia? kok pernyataannya bertolak belakang? Yg valid yg mana nih?”

@leddikkk menulis, “dari dulu bemkage ini klo info ga jelas,info gempa setelah gempa.kocak ..buang2 duit itu gaji”

@husrus0 menulis, “Pesan dari BRIN dan BMKG bertolak belakang. Membuat bingung. Instansi yg ada tidak satu suara. @EYulihastin”

@Accstreamingg menulis, “28 Desember di Cilegon terpantau cerah, Alhamdulillah gada badai. Plis deh ga ga usah nyebar hoax”

@roselinearb menulis, “Bisa ga sih kalian itu satu suara dulu baru kasih ke public kalian itu kerja based on sains yg kita harapin bisa jd acuan, ada berapa triliun sector yg kalian rugiin sama pernyataan bodoh kalian ini, cukup politik aja beda2 suara ini masalah sains loh, mikir ga sih ? @jokowi.”

@R30slx menulis, “Emang bener deh kolaborasi itu hanya sebatas tulisan di pemerintahan aja, nyatanya penyampaian informasi gini masih bisa kontradiktif antara 2 lembaga 🤮🤮🤮🤮🤮”

@kelincibogor menulis, “Agak bahaya ya kalo informasi yg tersebar beda dan bertolak belakang antara BMKG dan BRIN, besok2 kalo ada informasi serupa masyarakat bisa acuh, worst case korban dan kerugian jadi cukup tinggi karna masyarakat ga nanggapin serius peringatan tsb 🫣”

@chairulachjar menulis, “Kenapa ya sering terjadi setiap akhir tahun ….”

@andriyanidreame menulis, “Sudah kuduga. Mangkanya langsung buka Twitter BMKG begitu liat fyp Tiktok soal perkiraan bencana yg melebih-lebihkan tersebut.”

@adjin_ menulis, “Meskipun waspada, tp ngapa si BRIN bisa bikin statement demikian ya 😅”

@IGproklinnn__ menulis, “Sebelumnya udh di suruh wanti wanti buat gak kemna mna dlu hari ini sama si papah karna tersiar kabar bakal ada badai hari ini,. Jadi mau gak mau hari ini WFH..”

@NelsonSJ9 menulis, “Makasih min atas informasinya, tapi bisa ga kata2 atau kabarnya jangan beda suara. Nanti takutnya orang bukan waspada tapi malah panik. Terus berseliweran di medsos kabar asal2an tentang badai, apalagi TokTok tahu sendiri kan? Yg penting FYP! Bikin statement yg jelas.”

@GenZCoy menulis, “Kemarin BRIN jadi bulan-bulanan eh sekarang bikin prediksi cuaca, niatnya mau comeback malah dismash sama BMKG. Kocaaaak. 🤣🤣🤣”

@SukaSukaSareee menulis, “Selalu kek gini sejak jaman bahoela. Makanya kalo masih masuk dalam kajian ilmiah harus ada disclimernya biar aku yang awam gak parno. Karena harusnya semua soal forecast biar BMKG yang nulis.”

@GRUNGE_GO menulis, “Berarti pihak BRIN ngasal dong min, parah bener tuh itu lembaga abal-abal”

Wapres Maruf Amin Sebut Otorisasi Prakiraan Cuaca Ada di BMKG

Wakil Presiden Maruf Amin menyebut lembaga negara yang memiliki otorisasi terkait prakiraan cuaca adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga:  Potensi Kecurangan Vaksin Berbayar Versi KPK, Tetap Dilanjutkan?

“Kalau masalah ini otoritasnya itu kan ada di BMKG ya, otoritasnya. Jadi saya kira mungkin ada peneliti yang mungkin belum divalidasi datanya sehingga sempat mengumumkan hasil penelitiannya tapi yang harus dijadikan pegangan dari BMKG karena dia yang memiliki otoritas,” kata Wapres Ma’ruf Amin dikutip Antaranews.com di Istana Wapres Jakarta pada Kamis (29/12/2022).

Sebelumnya, salah satu peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut potensi hujan ekstrem hingga badai dahsyat terjadi pada 28 Desember 2022. Hal itu membuat sejumlah masyarakat khawatir akan bencana tersebut.

Namun Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab pada Selasa (27/12) mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan sangat lebat masih berpotensi terjadi hingga awal Januari 2023.

“(Pernyataan soal badai) tidak secara kelembagaan BRIN, tapi secara perorangan mungkin, saya kira yang sesuai masyarakat tahu bahwa otoritas untuk bisa memberikan prediksi-prediksi (cuaca) itu ada di BMKG,” tambah Wapres.

Sementara menjelang Tahun Baru 2023, Wapres pun mengimbau agar pengelola tempat wisata dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca buruk.

“Terutama mungkin di daerah-daerah pantai yang biasanya terjadi perubahan cuaca. Kita sudah membuka kesempatan untuk membuka wisata seluas-luasnya tetapi juga harus disertai dengan kewaspadaan-kewaspadaan dari para penyelenggara wisata itu,” ungkap Wapres.

Wapres meminta agar ada antisipasi terjadi cuaca ekstrem yang memang diprediksi akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga Tahun Baru 2023.

“Jadi agar di siapkan dulu antisipasinya supaya kalau terjadi apa-apa bisa ditanggulangi secara lebih cepat,” tambah Wapres.

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI menyebutkan, berdasarkan data BMKG, potensi curah hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat dapat terjadi disertai kilat dan angin kencang di Ibu Kota 27 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023.

Baca Juga:  Jejak Karier Irjen Pol Putu Jayan, Akpol 1989, Kapolda Bali Sejak 2020

Sementara itu, BMKG menyebutkan DKI Jakarta termasuk daerah yang masuk potensi cuaca ekstrem pada 28-30 Desember 2022 dengan status siaga.

Cuaca ekstrem tersebut berpeluang menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, genangan dan tanah longsor.

Suhu udara rata-rata Ibu Kota sepanjang Kamis diperkirakan normal dengan kisaran antara 23 dan 29 derajat Celsius.

Tingkat kelembapan udara sepanjang Kamis masih tetap dalam kondisi normal dan akan berfluktuasi di kisaran 85 persen hingga 95 persen.

Terkait badai, BMKG menjelaskan, menurut terminologi meteorologi adalah bagian hujan lebat dan angin kencang yang biasanya terkait dengan siklon tropis atau angin kencang yang menyertai cuaca buruk berkecepatan sekitar 64-72 knot.

Atas prakiraan cuaca tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus memperbaharui informasi melalui kanal-kanal resmi BMKG.

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...