Brimob Trending, Jaksa Disoraki dan Diteriaki di Sidang Tragedi Kanjuruhan
puluhan anggota Brimob menyoraki jaksa dan membuat kegaduhan
Tagar Brimob trending di media sosial Twitter pada Rabu (15/2/2023), menyusul puluhan anggota Brimob menyoraki jaksa dan membuat kegaduhan di sekitar ruang sidang Tragedi Kanjuruhan.
Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Brimob yang trending hingga tercatat 15.100 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.
Puluhan anggota brimob ini menyoraki jaksa dan membuat kegaduhan di sekitar ruang sidang.
Sayang banget kan?
Padahal, sidang kanjuruhan hari ini sudah memasuki tahap yang paling krusial, ada proses pembuktian dan penuntutan.https://t.co/sD10yuRFCT
— YayasanLBHIndonesia (@YLBHI) February 14, 2023
Seperti pemilik akun Twitter @YLBHI menulis, “Pada sidang ke-12 hari ini anggota Polri semakin menunjukkan arogansi kekuasaan dan kekuatannya untuk mengintimidasi JPU dan Majelis hakim.”
Lalu akun Twitter @Taurez26 menulis, “Tolong nih Pak diberesin, terima kasih. Masak aparat kaya gini di tempat persidangan. @jokowi @mohmahfudmd @ST_Burhanuddin @ListyoSigitP @NajwaShihab @KejaksaanRI @DivHumas_Polri”
@NTergadai menulis, “Org² yg ktnya sbg yg ngurus negara skrg ini sudah gak punya adab dan aturan. Yg dibela bukan lagi kepentingan negara, tapi kepentingan org² yg sekelompok dgnya.”
@budiwidagdo2 menulis, “Bodoh! Ngapain jadi supporter? Gak belajar apa dari kasus Sambo? Akibat terlalu patuh sama atasan, benar salah dikerjakan akhirnya anak buah ikut jadi korban menanggung kesalahan atasan. Para penegak hukum harusnya logis, wajibnya patuh hukum bukan atasan yg bisa jadi kriminal!”
@Sanjaya01158098 menulis, “Bpk Kapolri apakah spt ini pendidikan yg diberikan dan dibanggakan???”
@soebagyosaja menulis, “Brimob ditegur satpam…. Keren mana cobaaa.. 🙄🙄🙄🙄”
@alittle_ryan menulis, “kampungan yaa”
@Muhammad231284 menulis, “Ada yg bilang NKRI itu NEGARA KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA 🙄🙄”
@dinndiniiii menulis, “Kyknya kasus ini perlu diperhatikan sama masyarakat deh”
@YLBHI menulis, “Pak @ListyoSigitP, Hentikan Intimidasi Proses Sidang Kasus Kanjuruhan!”
@christianbosar menulis, “Pak @ListyoSigitP sulit berkata kata ini mah asli”
@YudiTriyana5 menulis, “Apak kapolri tidak bisa membawa marwah polri dgn baik. Rusak mulu , Indonesia berdasarkan UU.. @jokowi, intimidasi dgn trik. Nyawa di hitung murah”
@rifkaaji1 menulis, “Yang katanya penegak hukum kok melecehkan hukum ?. Kan sidangnya bukan kanjuruhan saja. Kalau menurut bapak @mohmahfudmd gimana?”
@Ramez17Ramez menulis, “presiden nya aja di tanya ketawa, apalagi kapolri nya,”
@agomala menulis, “Setelah baca utas ini gw jadi bertanya selama pendidikan mereka ini dapat pelajaran nya seperti apa sih dan siapa sih pengajarnya serta ada doktrin apa hingga sulit untuk berubah lebih baik.”
@candraaam19 menulis, “Gini amat ya tinggal di negara yang kata orang surganya dunia”
@ferdymad menulis, “Setuju !! Kapolri harus memastikan bahwa TIDAK ADA INTIMIDASI dalam proses Sidang Kasus Kanjuruhan !!🤨”
@welasasih92 menulis, “Ironis dan tragis sekaliii yaaaa … Gimana masyrakat bisa percaya dengan aparat??”
@parangsana menulis, “Semoga Menkopolhukam @mohmahfudmd ikut menyimak beritanya.”
@bhineka_wibawa menulis, “Pak @jokowi dan pak @mohmahfudmd, mohon dengan sangat utk dikawal kasus ini sebaik baiknya agar rasa keadilan masyarakat terpenuhi. Ingat pak ada lebih dari 130 korban jiwa pada tragedi tsbt.”
@YdhAdsmr menulis, “Mereka yg teriak teriak ini polisi kan? Penegak hukum kan?? Tau ga mereka contempt of court?? Atau jangan2 ga paham?? Ironis!”
@tahu__walik menulis, “Dasar petugas pangkat rendahan, terlihat pangkat bengkok satu strip, yang lebih rendahan lagi strip miring warna merah.”
@3Rauuul menulis, “Apa sih yg bisa diharapkan dari anggota anda macem gini @ListyoSigitP @DivHumas_Polri?? Tukang terror? Intimidatif?? Harkat dan martabat sedang dipertaruhkan disini, masyarakat sudah muak dengan anggota modelan begini. 😴😴😴”
Ramai-ramai Anggota Brimob Teriak Bikin Gaduh Arena Sidang Kanjuruhan
Puluhan anggota Brimob membuat gaduh dengan melontarkan teriakan dan sorakan di depan ruang sidang Tragedi Kanjuruhan, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (14/2).
Ulah para anggota Brimob ini menjadi pemandangan baru yang pertama kali terjadi selama Tragedi Kanjuruhan disidangkan di PN Surabaya. Tindakan Brimob ini pun sempat ditegur oleh petugas keamanan pengadilan.
Pantauan di lokasi, puluhan personel Brimob berseragam hitam itu sudah memadati area lorong penghubung ruang sidang menuju ruang jaksa dan ruang tunggu PN Surabaya sejak siang.
Mereka awalnya hanya berjaga tanpa barisan rapih, mereka berdiri berhimpitan satu sama lain. Akibatnya area PN pun padat. Pengunjung yang pun tak bisa lewat jika barisan itu tak mereka buka.
Tapi sekitar pukul 15.40 WIB, saat sidang di-skors karena Salat Asar dan akan dimulai lagi, puluhan Brimob itu tiba-tiba mulai berteriak.
Tepatnya saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan beberapa pengacara terdakwa, lewat dan akan masuk kembali ke ruang sidang, setelah sidang di-skors.
“Brigade, brigade, brigade, brigade!,” teriak puluhan Brimob itu, berulang-ulang, terus menerus.
Puluhan Brimob itu juga bersorak saat tiga terdakwa Tragedi Kanjuruhan kembali dibawa masuk petugas ke Ruang Cakra.
Tiga terdakwa itu yakni eks Danki 1 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan, eks Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto dan eks Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.
Salah seorang anggota Brimob bahkan sengaja membentuk tangannya membulat serupa corong, agar teriakkannya terdengar lebih keras.
Salah seorang JPU Rahmat Hary Basuki kemudian terlihat memprotes teriakan Brimob ini, ke pengacara terdakwa.
“Saya laporkan. Ini sudah enggak kondusif,” kata Hary ke pengacara.
Melihat keributan itu, pihak petugas keamanan di PN Surabaya kemudian menegur Brimob yang teriak- teriak itu.
“Tolong jangan teriak-teriak sidangnya bukan sidang ini [Kanjuruhan] aja, ada sidang yang lain,” kata salah satu sekuriti.
Namun puluhan Brimob itu masih saja tak menghargai imbauan petugas. Mereka kembali berteriak beberapa kali.
“Brigade, brigade, brigade!,” teriak mereka.
Pihak sekuriti kemudian meminta pimpinan atau komandan Brimob itu untuk menertibkan pasukannya. Mereka kemudian bergeser, dan tidak lagi memadati area depan ruang sidang.
“Endi iki komandane (mana ini komandannya),” ujar sekuriti.
Wakil Humas Pengadilan Negeri Surabaya, Anak Agung Gede Pranata mengatakan dirinya sendiri sempat mendengar keributan tersebut.
Ia pun meminta dan mengimbau agar semua pihak menaati ketertiban di PN Surabaya. Baik di dalam maupun di luar sidang, tanpa terkecuali.
“Setelah ini semua pihak diminta menaati tata tertib di lingkungan PN Surabaya. Karena ketertiban di PN Surabaya itu tidak hanya perlu dilakukan di ruang sidang, tapi di semua lingkungan, sudut-sudut, dan sebagainya,” kata dia.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Muhammad Fakih sementara itu mengklaim puluhan Brimob itu memang berjaga di PN Surabaya, pasalnya pengunjung lebih banyak dari biasanya.
“Tadi pada saat jaksa kemudian lawyer keluar, Brimob melakukan pagar betis karena banyak pengunjung dan antrean akhirnya itu tadi, bukan diusir sama satpam kan dia pengamanan. Dari pengunjung tadi ada yang diingatkan hakim jangan ramai jangan berisik,” kata Fakih.
Saat sidang, beberapa kali Majelis Hakim juga sempat menegur pengunjung karena dianggap mengganggu. Salah satunya ialah perwakilan Bonek yang mendampingi Official Persebaya menjadi saksi.
Tapi, Fakih mengatakan, sikap Brimob yang berteriak-teriak itu bukanlah perintah dari Polrestabes maupun Polda Jatim.
“Gak ada [perintah] tadi, pak kasat intel di situ itu pada saat keluar sidang jaksa dan lawyer mereka pengaman pagar betis karena ramai banyak yang teriak-teriak juga,” imbuhnya. (Sumber: CNNIndonesia.com)