Business is booming.

Luhut Trending, Netizen Gagal Paham OTT KPK Tidak Baik bagi Negara

Luhut Binsar Pandjaitan mengkritik cara kerja KPK dalam pemberantasan korupsi.

Tagar Luhut trending di media sosial Twitter pada Rabu (21/12/2022), menyusul Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan mengkritik cara kerja KPK dalam pemberantasan korupsi.

Menurut Luhut, KPK tak perlu sedikit-sedikit menangkap orang dengan operasi tangkap tangan atau OTT. Luhut menyebut, OTT yang dilakukan KPK terhadap pejabat diduga korupsi tidak baik bagi negara.

Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Luhut yang trending hingga tercatat 5.434 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @budisusetija menulis, “Maksudnya, OTT itu heboh banget tapi sebenarnya yang kena cuma koruptor kelas teri. Sementara yg kelas kakap bebas berkeliaran. Makanya pak menteri bilang percuma itu OTT. Edukasi aja… ajarin calon2 koruptor teri untuk minggir. Bikin repot aja”

Lalu akun Twitter @rioobudi101 menulis, “Sebenernya ini senada sama ucapan Fahri Hamzah. Kalo mau cari korupsi itu dari laporan keuangan/audit BPK bukan OTT.”

@achmad_iqbal menulis, “Izin berpendapat bapak @luhut_binsar, hemat saya cara jitu untuk pencegahan, pemerintah segera buat rancangan undang undang hukuman potong jari/tangan buat para koruptor ,.Rp 100 JT = 1 jari , > Rp 1 mly = 1 pergelangan tangan, > Rp 2 mly = 2 pergelangan tangan.”

@bangwinissimo menulis, “Bukan korupsinya yg dikurangi tapi eksposurnya, sehingga korupsinya bisa tetap jalan, citra negara tetap aman….brilian!!”

@KembooTamia menulis, “Pencegahan dan edukasi? Maaf kalo edukasi yg anda bilang, anak SDpun kalo ditanya tau korupsi itu tidak baik dan dosa. Percuma edukasi golongan pejabat yg notabene “BERPENDIDIKAN”. Pencehahan jg cukup 1, sahkan UU hukum pancung buat pelaku, seberapapun nilai korupsi.”

@KhairiRahmadani menulis, “Korupsi 10m penjara 2tahun itu max nya belum potongan remisi sopan baik bisa2 cuma di penjara 6bulan, keluar penjara udah kaya dapat 10m. Kesimpulannya: mau cepat kaya harus koruptor bangsaat”

@MeiltonJosua menulis, “Ott yg dilakukan KPK selama ini gk guna dan terkesan biar kelihatan kerja aja tuh KPK,upaya pengembalian kerugian negara nol sementara Kejaksaan anteng2 aja tuh tapi upaya pengembalian kerugian negara yg dilakukan kejaksaan lebih besar, jadi jurus apa kah OTT itu?”

@raden_perkasa4 menulis, “Kalau bisa diintervensi maka KPK bukan lembaga independen. Kalau bisa diatur dan dipesan maka KPK utk apa ada? Apalagi kalau sekelas pejabat menyebutnya sbg pencipta kejelekan bangsa. Yg jelek pejabatnya yg korup atau lembaganya ya?”

@RezhaChaniago menulis, “Oleh karena itu, kalau korupsi jangan ditangkap tapi dikasih nasehat agar tidak melakukan korupsi lagi. Diingatkan agar kembali ke ajaran yang benar sesuai pancasila, UUD dan norma2 yg berlaku di Indonesia.”

@joelyantoni menulis, “luhut ini apa jubirnya koruptor ya, harusnya ksh ancaman ke para pejabatnya jgn korupsi agr tdk di ott. kk malah mengendurkan semangat pemberantasnya, aneh….”

@karet13_ menulis, “Ksih contoh lah pung pencegahan kyak mana?misal nya di ada ketangkep terus terbukti bersalah langsung miskin kan atau matikan pung.biar yang mau korup pada ketakutan.itu salah satu mencegah pung,kalau cuma mencegah lewat omongan ibarat rambu lalu lintas.ada tapi tetap kecelakaan”

@IkhsanulTaqwa2 menulis, “Maksudnye ape tuhh pak binsar??? Jdi klau sdh sah2 ketahuan ada korupsi dibiarkan gitu ya…? (Pembiaranlah itu namenye makin rusak negare nii pak….😭😭😭), coba lebih mikir lagi klau buat omongan tuu…”

@finskk menulis, “Menteri busuk model gini yg jadi andalan presiden skrg. kebayang ga gimana rusaknya pemerintahan, orang2 petinggi aja mikirnya gini loh. kurang tolol apalagi coba.”

@Mefindo menulis, “Menurut saya, semua orang dan pejabat Indonesia sudah tau tentang Korupsi. Apalagi pejabat pasti tau mana2 yang termasuk delik korupsi. tidak diperlukan lagi pencegahan (sosialisasi) Maka OTT lah jalan selanjutnya.”

@Mr_Bangke_Ayam menulis, “Sedikit demi sedikit, makin kelihatan siapa yg sesungguhnya buat rusak negara ini. Ngerilah- ngeri.. gitulah kualitas SDM pejabat nya, asal bunyi kalo ngomong.”

@08Subar menulis, “Kalau pernyataanya begitu mending Bubarin aja itu KPK… Risih amat sih dengan adanya KPK. Kalau pemerintah merasa terintimidasi dengan adanya KPK, mending bubarin aja. Kan SIMPEL….”

@07_sinaga menulis, “Kalau tak melakukan tangkap tangan (OTT), lalu dibiarkab sj kah begitu ? Ini perkataan Pejabat kita kurang mendidik dan tdk memberi apresiasi bg KPK. Menutrut sy biarkanlah KPK bekerja dgn caranya sendiri, dan tdk usah dikomentari yg hny melemahkan tgs KPK. Trims”

@101717y menulis, “Pantas korupsi msh berani smpe skg, selevel luhut bcra bgt. Trnyta pmrth jokowi jg gk bs diharapin utk atasin koruptor sulit.”

@abbasnuntung menulis, “Sy setuju dengan Pak @luhut_binsar kalau KPK itu kesannya menjebak Orang untuk Korup lalu OTT. Krna pencegahan blom pernah di lalakukan oleh KPK”

Luhut: OTT Nggak Bagus, KPK Jangan Sedikit-sedikit Tangkap!

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan mengkritik cara kerja KPK dalam pemberantasan korupsi. Dia menyebut KPK tak perlu sedikit-sedikit menangkap orang.

Baca Juga:  Profil Komjen Pol Eddy Hartono, Akpol 1990, Kembali Menjadi Kepala BNPT

Luhut awalnya bicara soal operasi tangkap tangan atau OTT yang dilakukan KPK. Menurut Luhut, OTT yang dilakukan KPK terhadap pejabat diduga korupsi tidak baik bagi negara.

“Kita nggak usah bicara tinggi-tinggilah. OTT-OTT ini kan nggak bagus sebenarnya. Buat negeri ini jelek banget. Tapi kalau kita digital life, siapa yang mau melawan kita,” kata Luhut dikutip Detik.com di acara peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024 di Jakarta, Selasa (20/12/2022).

Luhut kemudian bercerita dirinya diundang untuk diwawancarai salah satu media di London. Dia mengatakan Indonesia dipuji usai berhasil menyelenggarakan KTT G20 di Bali pada November lalu.

“Saya baru dari London kemarin Bapak/Ibu. Setelah KTT G20 untuk menindaklanjuti itu. Semua orang memuji kita. Saya sampai diundang bicara live di Bloomberg TV,” ujarnya.

Luhut mengaku dirinya menjelaskan Indonesia memiliki empat pilar dalam pembangunan. Dari keempat yang disampaikan itu, dia menyebut digitalisasi merupakan kunci kemajuan bangsa.

“Saya jelaskan mengenai Indonesia. Saya bilang ada empat pilar kami. Satu efisiensi, efisiensi apa digitalisasi. Kedua hilirisasi, yang ketiga dana desa, itu saya jelaskan kepada mereka. Tapi dua pertama tadi itu kunci Bapak/Ibu sekalian,” ucapnya.

Setelah itu, Luhut mengingatkan KPK jangan sedikit-sedikit melakukan penangkapan. Menurutnya, jika digitalisasi di Indonesia berjalan baik, tidak akan ada yang bisa main-main dengan sistem.

“Jadi kalau kita mau bekerja dengan hati, ya kalau hidup-hidup sedikit bolehlah, kita kalau mau bersih-bersih amat di surgalah kau,” kata Luhut

“Jadi KPK jangan pula sedikit-sedikit tangkap tangkap, ya lihat-lihatlah. Tapi kalau digitalisasi ini sudah jalan tidak akan bisa main-main,” imbuhnya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...